Orang Indonesia Bisa Buat Motor,Kenapa Ga Ada Motor Nasional????




image
Hasil karya anak negeri, 4buah mesin digabungkan menjadi 4silinder segaris

Macantua.com – Lihat gambar di atas ane jujur salut sama modifikator Indonesia,bahkan akhir 2011 lalu saat ane main sambil bekerja ke negeri tetangga dibayarin kantor juga melihat modifikator Indonesia menang di ajang Biker negeri Siti Nurhaliza. Tapi perasaan kembali terenyuh saat ingat bangsa kita ga punya motor dengan nama aseli nasional Indonesia.

Buat para pecinta motor pasti tau motor konfigurasi V bahkan W engine buatan hasil buah karya modifikator Indonesia. Inline 2 sampai 4 sudah pernah dibuat oleh tangan tangan terampil anak bangsa. Tapi entah mengapa sampai saat ini pemerintah seolah enggan membangun sebuah pabrikan “Indonesia” untuk produk roda dua bahkan roda empatnya.

Kalau dulu kita pernah diiming imingi dengan mobil nasional pada saat jaman orde baru berjudul Timor dan Bimantara yang ternyata adalah pabrikan Korea KIA dan Hyundai. Setelah itu berbagai motor bermesin buatan China diberi label Indonesia. Dan isu paling terakhir adalah Esemka yang digadang gadang Pak Walikota Solo saat itu menjadi mobil  nasional dan kenyataannya masih NOL besar.

Melirik dari sumberdaya sebenarnya Indonesia punya kualitas baja yang ga kalah baik, bahkan secara kualitas lebih baik dari India dan China. Kemudian pabrikan besar serta supplier yang sudah menyebar luas menyediakan berbagai spare parts kendaraan sudah menjamur. Bahasa kasarnya KITA SUDAH MAMPU buat mobil dan motor kita sendiri. Tapi lagi lagi kebijakan pemerintah yang justru menggandeng Proton membuat semuanya semakin membingungkan.

Politik sudah jelas bermain disini, belum lagi budaya orang Indonesia yang selalu bangga dengan merk khas luar negeri (meski palsu) menjadikan produk luar negeri menjadi semakin menjamur di negeri ini. Buat yang berharap Mobil dan Motor aseli Indonesia sepertinya kudu rela akan kondisi seperti saat ini. Masij ingat Perkasa? Masih ingat mobil buatan Texmaco? Semua hancur dikeroyok ramai ramai oleh penguasa demi memperkaya para investor. So kapan negeri ini bisa maju dan mandiri ya???? Entahlah…

Thanks for Sharing.....

Baca juga :

Contact :

Email @ raza.rajendra@gmail.com

Twitter @raza_rajendra

Youtube @ Macantua Story

Instagram @razarajendra

tumblr Oldtiger

NOTE : BUKAN DEALER ATAU BENGKEL MODIFIKASI. HANYA BERBAGI INFORMASI







54 Comments

  1. Birokrasi kita masih tidak jelas… SDA dan SDM kita bukannya tidak ada atau tidak mampu, tapi selalu kebentur sistem birokrasi yg ruwet.

  2. Yg menjadi fokus utama disini adalah “kenapa pemerintah seakan enggan membangun mobi/motor nasional?”
    mindset kah ?
    Atau mungkin yg paling paraha
    “penjajahan ekonomi-kah” ?
    Akhhh sudahlah !
    Tidak ada gunanya melakukan kudeta !
    Ada negara yg tidak ingin kita maju !
    Kitu tah mang hendra !
    Ijal mah mending nyieun motor tina tangkal cau lah :v wkwkwkwk

  3. imho…lebih mudah memodifikasi motor yg sdh ada drpd mendesain motor dari nol…
    di jogja ada motor buatan lokal, vipros x 125. hmpir 75% muatan lokal. memang cover body sdh bs cetak sendiri, tp desain msh nyontek pnya supri125.
    Apa tdk bisa desain sndiri? jawabannya bisa…tapi akan dibutuhkan biaya yg sangat besar untuk mendesain dari nol. jd langkah paling gampang ya niru (bahkan moldingnya beli dari produsen mtr yg ditiru)
    Mesin masih impor dari taiwan (zhongzu, cmiiw)…apa tidak bisa bikin mesin sndiri?…jawabannya bisa…tapi investasi mesin industri untuk produksi ternyata sangat besar. return of investment nya sngat rendah. pengusaha lokal jelas akan mikir seribu kali untuk melakukannya.
    Jika dipaksakan sudah pasti harga motor akan sangat mahal. untuk motor seperti supri saja hrgny bs mncapai 30jt…mana laku…
    IMHO…

  4. Masalahnya tidaklah sesederhana itu. Persaingan dunia ini sangat kejam. Orang indonesia saja tidak mengerti. Bagaimana politik ekonomi dunia. Indonesia bisa saja buat mobil sendiri. Tapi harus bayar pi kepada pemegang paten mobil itu. Pemegang paten mobil dunia adalah amerika serikat, jerman jepang inggris. Jika dihitung pembayaran pi izin paten mobil itu lebih mahal belum lagi bahan baku, belum lagi tenaga kerja, belum lagi bahan bakar industri, listrik, biaya produksi. Lebih mudah dan murah import, belom lagi politik dagang jepang yang mengobral mobil, itu sebapnya indonesia tidakakan pernah mampu memproduksi mobil sendiri.

    • Sebenarnya hal tsb semuanya tidak ada yg tidak bisa dan tidak mungkin.
      1 faktor yg tidak pernah dilakukan.
      ” Nawaitu / niat ” pemerintah yang masih belum memfasilitasi home industri rakyat.

      Kenapa Lebih suka dg import?
      1. Karena akan banyak pendapatan utk dikantongi ketimbang produksi
      2. Mental mayoritas rakyat kita adalah mental broker alias makelar, malas memutar otak.

      sebenarnya, SDM indonesia sy yakin bisa dan mampu membuat itu semua, karena barang tsb masih kelihatan mata. Bukan barang ghoib.

      Sy sendiri waega Tegal, merasa bangga disebut banyak daerah ” Tegal jepangnya indonesia”. Tapi itu hanya label saja.

      Dan sayangnya, kegigihan dan ketelatenan skill masyarakat tegal tidak pernah ada yg menaungi dan membuat wadah utk menciptakan satu produk unggulan.

      Padahal home industri Tegal mirip seperti cina. Dari kakek, nenek sampe cucu bekerja di rumahan.
      Andai pemerintah bisa membuat wadah dan membuat keniatan, saya yakin product import china bisa dijebol oleh bangsa sendiri.

      Tapi tidak tahu.
      Itu kapan akan terjadi.

  5. Itu tandanya Indonesia belum merdeka untuk produk dalam negeri. artinya Indonesia masih terjajah. Ayo perjuangkan kemerdekaan Indonesia dalam kemandirian produk dalam negeri. Ayo para pemangku kekuasaan, presiden, DPR, politisi Ayolah merdeka jangan bergantu ng pada asing…ayolah merdeka…berjuanglah….angkatlah identitasmu sebagai warga Indonesia…bila tak tercapai…kemerdekaan belum terjadi….siapa yang berjuang… rakyat…rakyat

  6. saya kepikiran trus…untuk mesin CNC nya…jadi pembuatan mesin motor lebih rapi…tinggal desain mesin dan kasi logo dan hak paten….ini sudah didepan mata…tinggal pemerintah peduli untuk berpartisipasi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.