Pasca Aragon : Pedrosa dan Rossi Memanas!


Macantua.com – Pasca balapan Aragon ternyata ada bibit bibit perselisihan terjadi. Pedrosa dan Rossi memanas setelah race Aragon kemarin. Sebuah hal yang tak biasa dimana pembalap yang jarang berkomentar seperti seorang Pedrosa sampai memberikan kritikan pedas untuk seorang Valentino Rossi. Separah itukah kelakuan Rossi? Lalu apa tanggapan Rossi akan hal ini?

Pedrosa merasakan kalau Rossi melakukan manuver yang tidak wajar dan seperti biasanya di track lurus disaat kedua motor sedang dipacu kencang diatas 300kmph.

“Sayangnya Valentino melakukan gerakan aneh di lintasan lurus. Dia tiba-tiba menutup pintu ke kiri pada kecepatan 300 kpj. Sangat tipis hingga nyaris tak ada celah. Sangat tidak bagus, untungnya saya dapat menyalipnya,” tutur Pedrosa.

“Saya tidak bisa melihat gambarnya di TV. Tetapi saya hanya merasakannya dari motor. Dan itu sangat dekat. Saya tidak bisa menghakimi apakah dia melihat atau tidak. Tapi yang pasti seharusnya dia tahu, dia merasakan jika ada yang hendak menyalipnya,” lanjut Pedrosa.

“Tentu di awal dia tak melihatku. Akan tetapi saat bersandingan, seharusnya kamu memberikan ruang ke pembalap lain. Tetapi saya sedang di dalam. Handlebar hanya sedekat ini [beberapa cm saja] dan kita sedang berada di 300 kpj. Saya rasa kamu tak perlu membesar-besarkan jika itu tak berbahaya. Karena di kecepatan ini toleransi kesalahan sangat kecil,” tambah Dani.

“Tapi saya berkendara dengan baik dan punya kecepatan yang bagus sehingga saya tak terjebak di kecepatan itu. Karena suatu ketika, saat kamu melakukan slipstream terkadang dengan kecepatan yang sama kamu bisa bersandingan dan terjebak di sana. Seperti saya dan Dovisiozo di lap-lap sebelumnya. Syukurnya saya bisa memiliki kecepatan dan terbebas dari ‘roti lapis’ itu,”lanjutnya.

Jarang jarang seorang Pedrosa memberikan komentar tentang gaya balapan pembalap lain kalau memang ga membahayakan. Dan sepertinya memang Rossi seolah menutup jalur, dia merasakan bahwa dia tidak bisa menjaga posisinya yang kalah secara top speed dari RCV tunggangan Dani.

Namun saat Rossi ditanya perihal komentar Pedrosa, Rossi langsung menyanggah pernyataan tersebut dengan keras.

“Kamu tahu, jika dia tidak suka, Pedrosa seharusnya dia membalap sendirian! Ini yang saya rasa! Sebab hampir semua orang melakukan hal yang sama kepadaku saat hendak menyalip, khususnya di lap terakhir,” tukas Rossi.

“Tapi sejujurnya, saat keluar dari tikungan 14, kamu harus bergerak ke kiri. Bahkan satu meter lebih. Saya tak tahu, mungkin pembalap ini berpikir trek itu adalah miliknya!” tegas Rossi kemudian.

Rossi gamau disalahkan sob, ya namanya pembalap punya gaya dan style nya masing masing. Ane sih ga menyalahkan Rossi kalau gaya ridingnya di tikungan tersebut memang seperti itu. Dan mungkin Dani belum menyadarinya.

Kalau menurutmu gimana sob? Dani Pedrosa yang terlalu baper? Atau memang Rossi “sengaja” mempertahankan posisinya demi berjuang untuk juara dunia ke 10 nya yang nyaris gagal lagi tahun ini?
<

Tentang macantua.com

simply me..... untuk pemasangan iklan dan contact : Email @ raza.rajendra@gmail.com BBM @ 54A0B190 WA Twitter @raza_rajendra Line@ : @macantua
Pos ini dipublikasikan di berbagi, motogp, motor dan tag , , , , . Tandai permalink.

Monggo Dilanjut Ngobrolnya.......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.