CBR150 Indonesia : Murah Boleh…. Asal Jangan MURAHAN!!!




CBR150R Indonesia
sumber : http://motoblast.org/ punya om Joko H

Baca dari postingan Wak Haji Taufik katanya si jagoan baru dari Honda yang akan dipakai buat menjegal laju R15 akan di patok harganya sama atau bahkan bisa lebih murah dari R15. Wow???? ane sih engga, Justru ada sebuah pertanyaan besar dari ane tentang part developmentnya. Berhubung part development ini sering ane jumpai di pabrik pastinya sedikit banyak sudah hafal step by step nya. Nah, apa sih yang kira kira jadi ganjalan?

Material. Biasanya material part sudah tercantum pada drawing dari desainer, desainer part kalau di tempat ane kerja sih masih dari Jepun sana, entah dengan AHM. Standar material ini yang nantinya akan menentukan kekuatan, threatment, jig dan tooling sampe proses pembuatannya. Nah melenceng sedikit saja tentang kode material yang digunakan ini maka semua yang ane tulis diatas bakal ada pergeseran alias toleransi. nah toleransi ini terkait dengan hasil finish good nya, baik itu kekuatan, bentuk, dan sebagainya. anggap kalau bentuk sudah tidak standard dengan drawing master yakin akan ada penyesuaian saat memasangkannya dan itu pasti menjadi salah satu faktor cepat rusaknya part.

Tingkat Presisi. Menyambung dengan material biasanya efek selanjutnya seperti yang ane sebut di atas ya kepresisian part. Baik efek dari tooling, material bahkan process dapat menyebabkan part tidak presisi. Masih ingat kasus CBSF yang klotok klotok? kemungkinan besar adalah faktor ketidak presisian part pengunci camshaft. nah bayangkan kalau semua part atau sebagian besar part tidak presisi??? berapa banyak bagian yang “disesuaikan” bahkan dengan suaian paksa.

Tool and Equipment. Mungkin untuk pabrikan besar seperti AHM gakan gusar dengan hal ini. Besarnya modal dan banyaknya jumlah produksi akan dapat membuat part dapat diproduksi dengan menggunakan peralatan yang modern. tapi itu untuk AHM, bagaimana dengan vendor vendor penyuplai part nya??? nah ini kembali lagi, karena biasanya Pabrikan besar menyerahkan produksi part pada vendor vendor diluar pabrik. Penekanan harga biasanya berefek pada penggunaan tools and equipment di vendor. efeknya akan kembali pada nomor 2 yaitu kepresisian part finish good.

Process. Nah ini juga process berpengaruh besar pada hasil akhir. walau material bagus, peralatan lengkap dan presisi kalau proses perakitannya ga bener alias asal asalan bakal NG alias Not Good juga hasil akhirnya…

Berdasarkan beberapa poin diatas keraguan utama adalah : Development Time, berapa lama waktu developmentnya? apakah menggunakan part yang common sama yang lama atau fresh new part? nah kalau new part jelas developmentnya lama. trial and error gakan cukup dalam waktu hitungan bulan loh….. mungkin bisa hitungan tahun untuk mengerjakan beberapa part yang baru. 2-3 tahun adalah estimasi buat develope sebuah kendaraan, baik facelift atau baru. Jangan sampai sang jagoan dikeluarkan dalam keadaan premature, semua belum siap. Belumsiap secara part maupun process, jangan demi mengurangi biaya development malah justru berefek pada berkurangnya kualitas Finish good yang dihasilkan… So…. Boleh Murah… ASALAH JANGAN MURAHAN!!!








37 Comments

1 Trackback / Pingback

  1. SATU UNTUK SEMUA | macantua

Leave a Reply