LCGC???? Perlu atau Hanya Penambah Masalah???

image

Astra Toyota Agya

Assalamualaikum…

Beberapa hari sudah berlalu sejak beberapa pabrikan roda empat beramai ramai meluncurkan mobil mobil COSTDOWN mereka atau lebih dikenal dengan istilah keren LCGC alias Low Cost Green Car. Bukan mobilnya semua warnanya ijo ya… Tapi “katanya” lebih irit jadi lebih bersahabat sama lingkungan. Mulai dari Astra Grup yang meluncurkan duo kembar serupa tapi tak sama Ayla dan Agya. Kemudian Nissan dengan mereingkarnasi nama Dastun dengan tajuk Go dan Go+. Suzuki yang ga mau tinggal diam lalu ikut dengan Karimun Wagon. Honda dengan Brio Satya dan ga menutup kemungkinan pabrikan lain ikutan juga dalam program LCGC ini.
Belum lama semua gegap gempita menyambut program ini Gubernur Jakarta pak Jokowi malah dengan keras menolak. Wajar sih toh tanpa program ini pulau Jakarta sudah sulit bergerak apalagi klo program ini berjalan di pulau Jakarta…. 2014 Jakarta tak bisa bergerak sepertinya. Ada beberapa poin yang menurut pribadi ane harus kembali di pikirkan oleh kita semua terkait program ini:
Harga untuk ukuran harga mungkin boleh dibilang mobil LCGC dipatok dibawah 100jutaan sampai dengan 120jutaan. Menarik memang untuk dijadikan pertimbangan dengan harga minim bisa dapat mobil baru. Ya walau pun menurut pribadi ane sendiri yang masih jadi buruh pabrik harga segitu masih berat untuk dicicil hahahahaha. Efeknya sudah jelas… Para orang berduit lah yang akan diberi kenikmatannya. Sedangkan rakyat berpenghasilan di bawah 4juta sepertinya harus berfikir keras ratusan kali. Jadi gakan semua bisa menikmati dengan harga segitu.
Kualitas bicara soal kualitas nih. Rada berat memang mengingat LCGC dijual dengan harga sedikit lebih murah dengan komponen rata rata hasil produksi dalam negeri. Bukan ane underestimate sama produsen dalam negeri ya. Justru banyak yang bisa bikin produk lebih baik dari Thailand dan Jepang. Tapi dengan harga lebih murah bisa dipastikan berefek pada material yang digunakan baik secara jenis maupun kuantitinya. Nah sudah jelas kan klo secara kuantiti berkurang bisa mempengaruhi kualitas.
Performa bicara soal performa mesin LCGC rata rata menganut 3 silinder segaris. Kata orang sih mesin pincang. Untuk stop and go dalam kota masih worth lah. Tapi ingat bahwa ini adalah Indonesia yang punya kebiasaan mudik mau itu lebaran atau non lebaran. Bisa dibayangkan kan mobil dengan tenaga seadanya ini dipakai buat melibas jalan ratusan bahkan lebih dari seribu KM hanya untuk mudik. Yakin kah dengan performa serta Kekuatannya menahan siksaan dijalanan Indonesia?
Bahan bakar nah ini dia nih yang jujur menurut ane sedikit membingungkan. Mobil murah harus minum bensin tanpa subsidi. Bahkan ada yang mengklaim bahwa bila digunakan diatas 2thn dengan mengkonsumsi premium maka sang LCGC akan rusak. Kita kembalikan lagi sama Pemerintah nih. Apakah bensin tanpa subsidi sudah tersebar baik di seluruh cabang SPBU di pelosok mana pun di Indonesia? Terus buat yang diperkampungan seperti ane apa mau beli mobil kalo “kasih minumnya aja susah”??? Dan pahitnya adalah saat terpaksa memberi minum dengan premium, mobil belum lunas tapi kondisi mesin sudah amburadul? Berfikir kembali…
Luas dan panjang jalan gimana coba buat yang ini. Untuk kota besar seperti Jakarta Bandung Surabaya atau kota besar lainnya mungkin salah satu agenda hariannya adalah “buang waktu dijalan” alias macet macetan. Apakah terbayang bila mobil LCGC ini masuk pasaran dan beredar. Saat ini pun Kaleng krupuk meraja di jalan. Sedangkan jalan tidak ada pertambahan dan bahkan yang ada pun minim perbaikan. Renungkan kembali
Yaaa walaupun dari sebagian pertimbangan di atas ada beberapa keuntungan buat bangsa ini dimana pertumbuhan ekonomi akan semakin.meningkat dimana usaha “kecil” diberdayakan dalam program ini. Menambah jumlah lapangan pekerjaan sehingga bisa mengurangi efek pengangguran serta menghidupkan pasar kecil tanah air. Ya bagaimana pun juga ane masih tetap menginginkan kemajuan bangsa ini bukan hanya sebagai konsumen tetapi juga sebagai produsen. Dan ini merupakan salah satu cara pemerintah. Tapi mungkin sampai beberapa tahun ke depan akan tetap beroda dua untuk kegiatan sehari hari kecuali nanti saat bepergian bersama istri ane kelak….

image

Nyomot dari blog om megipro...

any advice????

Tentang macantua.com

simply me..... untuk pemasangan iklan dan contact : Email @ raza.rajendra@gmail.com BBM @ 54A0B190 WA Twitter @raza_rajendra Line@ : @macantua
Pos ini dipublikasikan di mobil, opini pribadi dan tag , , , , , . Tandai permalink.

14 Balasan ke LCGC???? Perlu atau Hanya Penambah Masalah???

  1. pertanyaannya…
    emang Indonesia cuma Jakarta doank?

    Suka

  2. Mase berkata:

    ane juga gak setuju ni….mau jd apa coba jalanan.harusnya angkutan umum yg diperhatikan…

    Suka

  3. Kang_har berkata:

    Ada sebuah kepentingan tersembunyi,kalau kayak gini gimana nasib mobnas??

    Suka

Monggo Dilanjut Ngobrolnya.......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.