Automotif Indonesia Dulu dan Kini

image

Macantua.com – Gutnait eprribadi….wilujeng wengi sadayana… Balik lagi nih sama ane dengan tulisan semrawut tanpa makna ini. Kali ini ane cuma mau flashback ke kehidupan otomotif jaman dulu yang menurut ane sudah hampir punah di kehidupan otomotif saat ini. Apa sih kira kira? Yuuuu mariiiiii…..

image

Dulu mungkin jumlah motor masih bisa dihitung dengan jari untuk tiap tempatnya. Tapi jumlah merk yang menjual motor mainstream sepertinya jauh lebih banyak dari saat ini. Bisa kita sebut baik pabrikan Jepang maupun selain Jepang masih terbuka secara luas untuk bersaing meraih hati pembeli. Sebut saja Vespa sebagai salah satu pabrikan non jepang yang menang di pasaran, dulu Vespa termasuk motor mainstream yang gampang dibeli dan mudah sparepartnya.

image

Selanjutnya, dulu motor jauh lebih beragam. Beragam disini bukan hanya modelnya ya sob. Konfigurasi mesin, Jumlah langkah, alat penggeral bahkan jumlah silinder motor yang dijual lebih bervariasi. Yah walaupun teknologinya masih biasa saja, tapi bisa kita temukan banyak variasinya. Vespa yang tanpa rantai, mesin 2tak yang punya jambakan setan, 4tak yang irit minum bensin, sampai mini moge yang punya lebih dari satu silinder contohnya CB200twin. Jangan bicara metik ya karena jaman itu belum booming.

image

Selanjutnya, iklan atau promosi. Pernah liat iklan motor jaman dulu? Apa yang ditonjolkan coba? Lebih kepada fungsi sesungguhnya. Cub atau ya buat komuter bukan kaya saat ini cub iklannya ngebut disirkuit pake livery motogp. Ya kaaannn???? Iklan jaman dulu mengedepankan kelebihan sang kendaraan tanpa nge-BC produk tandingan. Dan itu sudah punah sekarang.

image

Nah, selanjutnya adalah produk jaman dulu itu jauh lebih bandel dan presisi. Apabila dibandingkan dengan saat ini tentu kualitas secara material maupun finishing produk lawas pasti akan mengernyitkan dahi. Bayangkan bandelnya mesin mesin jaman dulu yang rata rata masih full komplit dari negeri matahari terbit. Ga bisa dipungkiri memang peran “part lokal” dengan segala kelakuan “orang lokal” dengan “tradisi”nya membuat kualitas part secara khusus dan kendaraan secara umumnya berkurang. Bisa kita bandingin deh yang bentuknya hampir sama antara Honda Grand dengan Legenda. Atau Vega R lama dengan Force. Ane yakin kalau mereka diadu tingkat kebandelan mesin dari kondisi baru pasti menang produk yang lama. Dan ini bukan omong kosong belaka.

image

Last but not least, sekencang apapun motor di jaman dulu tidak berperilaku “pembalap liar” seperti sekarang. Bagaimana tidak, dengan jumlah kendaraan yang sedikit sudah pasti dapat dengan cepat diketahui siapa pemiliknya. Dan itu adalah imej yang harus baik baik dijaga. Coba bandingkan dengan saat ini… Aaahhh no comment deh….

image

Otomotif masa lalu sudah menjelma menjadi mereka di saat ini. Flashback gada salahnya kalau kita melihat sisi baiknya masa lalu sebagai komparasi demi memperbaiki keadaan masa kini dan masa depan nantinya.

Selamat malam…. Mimpi indah semua…

Posted in berbagi, mesin, motor, opini pribadi | Tagged , , , | 27 Comments

Promosi Kok Provokasi?????

status-pulsar1
macantua.com – Apa kabarnya sob??? masih pada doyan ngantri premium??? hehehe kayanya kejadian antri dah jadi kegiatan sehari hari ya, tapi kali ini ane gamau bahas soal antri rame rame buat beli premium. kali ini ane mau bahas soal Promosi. Yup, promosi adalah cara sebuah perusahaan untuk dapat mengenalkan produknya. Biasanya segala kebaikan produk akan ditonjolkan dalam kegiatan produksi. Tapi bagaimana bila aksi promosi ini malah seolah menjadi provokasi???
tantang nyalimu
Masih ingatkah kita tentang promosi yang mengklaim maksimal speed bisa nembus 151kmph dengan tagline “Tantang Nyalimu”??? Masih ingatkah kita akan tentang promosi yang selalu menonjolkan aksi kebut kebutan dijalanan dengan tagline “teknologi motogp” sampai jaket dan celana terkoyak hancur sobek sobek karena saking kencangnya? Atau masih ingatkah dengan aksi promo dengan aksi kencang mengejar kereta atau pada track lurus layaknya balap drag padahal di jalan umum??? atau Promosi yang menentang DNA motogp dan 151kmph tapi meminta untuk “prove it baby”??? Sadarkah para pelaku promosi kalau semuanya memprovokasi, dan semuanya itu hanya menonjolkan sisi liarnya para pengendara. Justru hanya menunjukkan kebrutalan dijalanan yang bisa saja jadi contoh buat para newbie yang baru pegang kendaraan tersebut.
tech
Efek samping (kaya obat ya) dari promosi yang provokasi diatas sudah hampir bisa kita lihat sehari hari di jalan raya lho. Coba liat saat lampu merah, motor berjajar layaknya start di motogp, mblayer mblayer knalpot layaknya start. dan saat hijau (bahkan belum hijau) gas ditarik secepatnya untuk meraih akslerasi cepat untuk jadi yang terdepan. Ga hanya berhenti di saat berhenti dan start, aksi takeover saling salip dan gunting layaknya balap motor pun dipertontonkan setiap harinya. Alhasil “balapan liar ala jalan raya” pun menjadi jamak dilakukan dijalanan.
151
Pertanyaannya??? Kenapa Promosi di Indonesia cenderung memprovokasi??? jawabannya hanya satu, ORANG INDONESIA ITU LATAH. Tapi kenapa bukan keunggulan lainnya selain “KENCANG” yang mereka para promotor suguhkan??? Apakah promotor Indonesia ga bisa punya ide lain selain memprovokasi???? Well persaingan memang panas, tapi setiap produk pasti punya kelebihan dan kekurangannya masing masing. Ga perlu dibuktikan di jalanan karena jalanan sejatinya bukan SIRKUIT.

Posted in accident, kencang, motogp, opini pribadi, prosedure, safety | Tagged , , , , , , , , | 28 Comments

Suzuki “Inovasi Yang Berhenti”

image

Macantua.com – Suzuki, salah satu pabrikan otomotif asal Negeri Sakura yang dulu menjadi salah satu penjual dan pemilik jaringan terluas di Indonesia. Banyak dealer dan cabang penjualan dan after sales service tersebar hingga ke pelosok daerah. Dan ga hanya itu penjualan pun meraja.

image

Jadi teringat masa kecil dimana ane belajar mengendarai motor dengan sebuah suzuki family milik ayahanda. Saat itu ane masih SD kelas 3, badung sih myolong nyolong belajar motor sama kakak sepupu. Satu hal yang membuat ane makin dekat sama brand satu ini adalah acara kuis di televisi yang mempromosikan sebuah bebek 4tak yang jujur adalah sebuah hal yang baru buat Suzuki.

image

Tet tet greng greng Shogun…. Masih terlintas sosok lelaki pembawa acara menggunakan pakaian ala robot berwarna silver membacakan soal kuis yang berhadiah motor tersebut. Dulu Shogun lahir bersama saudara 2taknya yaitu Tornado. Saking seringnya liat iklan ini Shogun dan Tornado pun semakin sering muncul di jalanan…

image

Itu dulu, saat inovasi tiada henti Suzuki masih terjadi. Saat ini seolah pabrikan yang satu ini mati suri. Inovasi pun berhenti. Penjualan bebek amburadul, metik pun seadanya, terlebih pada segment sport yang kurang dilirik orang. Penjualan hanya bertumpu pada Satria yang akhir akhir ini sudah kehabisan ide untuk facelift.

image

Akankah Suzuki kembali bangkit dan berinovasi seperti dulu? Atau bahkan justru menghentikan inovasinya dan menutup diri layaknya Bajaj beberapa waktu yang lalu??? Suzuki ga hanya butuh inovasi untuk bangkit. Suzuki butuh peluru tajam untuk bisa menembus kedigdayaan market share Yamaha dan Honda. Apakah itu, sepertinya mereka sedang mempersiapkan… Kita tunggu saja… Suzuki kini : Inovasi yang berhenti…

Posted in motor, opini pribadi, suzuki | Tagged , | 37 Comments

BBM Langka???? Ini Solusinya….

image

Macantua.com – Ngerasain ngantri cari premium? Kebagian? Atau bahkan harus pulang dan menahan rasa kesal???? Ini solusinya…. Monggo…. Gowes lagi sob….. Hahahhahahahaa

Posted in iseng | 18 Comments

Plat Nomer Belum Dikasih Kok Ditilang????

image

Macantua.com – Hola Sob… Good nite… Bulan kemari tepatnya Juli 2014 plat nomer Si Asti sudah menunjukkan harus di ganti. Lirik STNK semua sudah terisi penuh oleh cap dari pihak SAMSAT. Wah harus ganti “kaleng” nih. Dan akhirnya siapin BPKB dan STNK serta KTP buat urus urus semuanya. Maklum si Asti harus sekalian dipindah tangankan alias Ganti Nama. Proses pun berjalan lancar ga terlalu ribet. Hanya saja sedikit nyesek saat tau kalau Ompang alias surat ijin baru keluar setelah 2 minggu. STNK pun ga kalah lama 2 bulan dan BPKB menjadi rekor tertinggi yaitu 8 bulan lamanya…. Damn…. Lama amat sih????

image

Kasus kurangnya material pembuat ketiga identitas kendaraan tersebut sebenarnya sudah hampir setahun belakangan ini terjadi. Sempet juga ane bahas dulu saat supra gen awal milik teman “ganti kaleng”. Tapi setelah sekian lama ternyata kasus ini masih saja terjadi. Pertanyaan besar makin banyak tersebar di masyarakat. Bagaimana kalau plat dan stnk belum jadi (hanya pegang ompang), kendaraan apa boleh digunakan???? Dan pertanyaan tersebut pun dijawab @NTMClantaspolri dengan jawaban :

Selama pelat nomer STNK BPKB belum diterbitkan oleh Polisi, kendaraan TIDAK BOLEH DIGUNAKAN Karena dipandang kendaraan tersebut belum teregristrasi alias ilegal, jadi apabila rekan rekan mempunyai kendaraan baru jangan coba coba mengendarainya dengan plat nomor ini, atau bahkan iseng menggunakan plat nomor palsu, karena apabila ditilang, yang disita “kendaraannya”. Terimakasih telah menghubungi TMC Polri.

Melihat pernyataan di atas ane sedikit mengernyitkan dahi. Apa iya dalam 8 bulan ane tidak diperkenankan mengendarai kendaraan ane???? Kendaraannya kan sudah diregistrasi, hanya saja proses pencetakannya saja yang dikarenakan “tempat mencetaknya” terlalu banyak yang “gerogotin” jadi tidak mencukupi secara kuantiti.????!

Kelangkaan bahan baku STNK plat nomor dan BPKB ini seperti sebuah bom waktu yang akan menjadi “lahan pencarian uang” untuk para oknum polisi. Bayangkan saja 8-10 bulan kita harus menunggu sampe bulukan buat kelengkapan identitas kendaraan???? Banyak kasus di lapangan menunjukkan bahwa ramainya pelat nomor sementara yang dibuat sendiri oleh pemilik karena tidak sabar dan memang berkepentingan untuk menggunakan kendaraannya. Sebut saja untuk mencari nafkah buat keluarga. Dan mereka inilah yang akan menjadi target para oknum di jalanan. Penahanan kendaraan tentu saja akan menyusahkan para pemilik kendaraan dalam kegiatannya sehari hari…

Siapa yang salah kok kendaraan ditahan????

Pertanyaan di atas pasti terngiang dikepala semua yang punya kendaraan baru. Lamanya waktu untuk mengeluarkan identitas ini kan seutuhnya adalah masalah internal pihak Kepolisian sebagai pemegang hak tunggal untuk mengeluarkannya. Nah kenapa pemilik kendaraan yang kini menjadi target kesalahan seperti pada pernyataan Kepolisian di atas??? Seolah itu semua adalah kemauan sang pemilik kendaraan. Pemilik kendaraan yang “dipaksa” menunggu berbulan bulan untuk mendapatkan kelengkapan identitas kendaraannya.

image

Apa memang sengaja untuk mencari “uang tambahan” atau memang gamau disalahkan dan mencari kambing hitam agar tidak diketahui keberadaan material pembuat “plat,STNK dan BPKB” berlari ke kantong atau dompet siapa??? Hanya Tuhan dan Mereka yang tahu.

Monggo komennya sob…..

Posted in opini pribadi, prosedure, STNK | Tagged , , , | 65 Comments

Setelah Kasus Sunatan, Kini R25 Kena Penyakit Kuning

wpid-cqndy.jpeg
macantua.com – Masih ingat kapan sang motor jagoan baru ini di launching??? Dalam beberapa bulan saja ia diluncurkan ternyata sudah terlalu banyak godaan dan cobaan yang harus dihadapinya. Mulai dari kasus Suanatan masal yang pernah ane bahas di sini dan upping price dan indent yang belum tertutupi juga ane bahas di sini , kemudian kasus kondom tangki yang kriyet kriyet. belum lagi ditambah dengan kasus perbedaan garnish cover samping. Siksaan ini pun belum selesai, tapi kini sang jagoan harus dihadapi dengan siksaan baru. Penyakit kuning!!!

dapet nyomot juga sih gambarnya dari 78deka

dapet nyomot juga sih gambarnya dari 78deka

Kuning pada leher knalpot memang hal biasa yang sudah dialami pada generasi Yamaha sebelumnya. Penggunaan leher knalpot tanpa melakukan pelapisan (hanya dilapis cat) seperti motor jadul yang dilapisi krom atau stainless steel memang beresiko untuk lebih cepat terserang penyakit kuning atau bahkan karat. Tapi masa iya harga 53 juta rupiah masih juga mendapatkan hal yang sama dengan yang harga setengahnya. Ke eksklusifan sang jagoan baru semakin dipertaruhkan, dan kini Yamaha harus kembali bangkit mendongkrak pasar.

wpid-yar.jpeg

Memang untuk menembus pasar yang selama ini hanya diisi oleh produk yang sudah laku dipasaran memang sulit, tapi apa tidak lebih baik kalau Yamaha benar benar mempersiapkan sang jagoan untuk benar benar bisa diterima oleh masyarakat dengan baik, tanpa meninggalkan ketidakpuasan masyarakat. Sayang kan kalau pelayanan baik selama ini harus tercoreng hanya karena “penyakit kuning” pada motor mahalnya… Gimana menurutmu sob????

Posted in motor, opini pribadi, yamaha | Tagged , , | 89 Comments

Parkir Sembarangan = Buang Buang Uang

image

Macantua.com – Hola sob… Wilujeng enjing.. Beberapa hari lalu baca di timeline twiter lengkap dengan foto di atas. Tampak orang nomer satu kota Bandung sedang melakukan aksi penempelan sticker dan penggembokan roda bagi kendaraan yang diparkirkan tidak pada tempatnya.

Ya kita tau bersama kalau Bandung setiap akhir pekan macetnya ajaib, para pelancong dalam dan luar negeri numpuk hanya untuk sekedar belanja, wisata kuliner atau cari suasana beda setelah sepanjang minggu bekerja. Tapi keramaian ini juga diimbangi dengan macetnya jalanan dan salah satu penyebabnya ya parkir liar.

Back to judul parkir sembarangan itu menurut hemat ane ya buang buang uang. Lho? Kok buang buang uang? Jelas iya. Coba kalau kita punya mobil atau motor parkir sembarangan atau di tempat parkir yang ga semestinya ancaman kejahatan semakin besar. Kalau motor mungkin bisa saja hilang helm atau bahkan semotor motornya #hiks. Begitu juga mobil, kemungkinan mobil hilang atau minimal dibobol sangat tinggi. Banyak aksi pencurian spion sampe soundsystem atau barang berharga lainnya dengan cara paksa. Bahkan terkadang merusak dengan memecahkan kaca. Dan ini sempat dialami neng Asti sebelum berpindah kepemilikan ke tangan ane.

Kemungkinan kerusakan juga ikut menghantui, scratch alias lecet lecet ga menutup kemungkinan terjadi pada kendaraan kesayangan kita. Dan kejadian yang paling ga enak mungkin kaya pada gambar di atas, disegel dan ditilang. Udah gitu stickernya susah banget buat dilepaskan. Pastinya bakal ganggu pandangan. Belum selesai disitu sang pemilik juga harus membayar denda untuk pembukaan segel dan pembayaran sidang tilang. Duit egen mas broooooo…..

Efek selanjutnya mungkin kemacetan akibat penyempitan jalan. Kemacetan ini menyebabkan banyaknya konsumsi bahan bakar untuk menyentuh jarak yang sama dalam kondisi normal. Sementara kita tau bahwa bbm sedang langka dan mungkin akan naik harganya.

Uang uang dan uang. Ujung ujungnya uang juga… Ya niatnya mungkin berhemat dengan berparkir ditempat yang gampang dengan hanya modal 2-5 ribu perak saja untuk bayar juru parkir ilegal. Tapi kerugiannya mungkin bisa lebih dari si noceng or goceng. Masih mau parkir sembarangan?

Posted in opini pribadi, prosedure | Tagged , , , , | 10 Comments

Premium Lenyap??? Salah Siapa???

image

Macantua.com – Kumaha kabarna lur???? Daramang??? Sudah beberapa jam ga nulis rasanya sedikit ada yang tertinggal, ada sesuatu yang kurang dalam schedule pasti harian ane. Mumpung hari Minggu ditambah mengisi waktu ane coba bahas soal kelangkaan BBM bersubsidi yang beberapa waktu terakhir ini seolah mulai lenyap dari pasaran. Antrian membludak tak terbendung dan akhirnya banyak yang ga kebagian “jatah tunjangan” dari pemerintah.

image

Issue pembatasan BBM bersubsidi ini sebenernya sudah terdengar sejak bulan Ramadhan kemarin. Seminggu setelah Lebaran pom bensin di jalan jalan tol sudah mulai tidak menyediakan “BBM miskin” ini. Antrian di pom pom diluar tol pun tak terelakkan lagi panjangnya… Siapa yang kembali disusahkan??? Rakyat sudah pasti jawabannya. Tapi apakah kita pernah tau alasan semua pembatasan tersebut??? Coba kita flash back kenapa pengurangan “BBM miskin” ini bisa terjadi.

image

Kenaikan harga minyak dunia sudah pasti jadi sebab utama. Dimana kita yang punya lahan untuk tambang minyak pun ga bisa mengolahnya sendiri untuk keperluan pribadi. So mau gamau jual bahan mentah beli barang jadi. Sudah bisa dipastikan harganya jauuuhhh… Dan jauuuhhhhnya perbedaan harga itu yang harus dibayarkan pemerintah demi rakyatnya setiap bulannya. Soal nominal jangan ditanya lagi, bisa buat bikin entah berapa infrastruktur pastinya. Dan selama ini hanya untuk bayar bensin yang terbakar saat kemacetan.

image

Meningkatnya daya beli dan terlalu mudahnya peraturan untuk punya kendaraan menjadi penyebab selanjutnya. Coba hitung berapa motor dan mobil terjual seharinya? Sebulannya? Apalagi setiap tahunnya???? Banyaknya penjualan tentu berkorelasi dengan penggunaan bahan bakar kan??? Terlalu mudahnya mendapatkan kendaraan dengan DP murah dan cicilan ringan menjadi faktor utama di poin ini. Semua dealer berlomba lomba menjual produknya dengan target diluar kewajaran. Efeknya jelas jalan semakin padat dan konsumsi bahan bakar semakin banyak. Banyak dikarenakan kendaraan lebih banyak diam ditempat. Macet cooooooyyyy…..

image

Selanjutnya proses pembuatan Surat Ijin Mengemudi yang begitu mudahnya. Hanya cukup “foto dan bayar lebih” besok sudah bisa berkendara seolah tanpa punya dosa. Bandingkan dengan di negeri luar sana dimana SIM adalah barang mahal. Barang yang sulit di dapat dan harus melewati perjuangan ekstra ketat dalam waktu yang sangat panjang. Prosesnya pun melewati penjenjangan dari step terendah hingga akhirnya benar benar pantas untuk berkendara. Sekarang kembali berkaca sama negeri kita, yang tidak berkompeten bahkan belum cukup umur pun bisa “diakali” agar bisa berkendara dan memiliki SIM. Hayo ngaku yang SIM nya dapet nembak…. ???? Jujur aja, udah jadi rahasia umum kok…

image

Masuk ke penyebab selanjutnya negeri kita ini ga punya undang undang pembatasan kendaraan yang sudah berumur. Pembatasan ini dimaksudkan untuk dapat mengurangi jumlah populasi kendaraan yang beredar dijalanan. Ya minimal kalau populasi berkurang konsumsi “BBM miskin” juga berkurang dong. Jakarta sendiri yang notabene pusat penyerap konsumsi bbm masih belum memberlakukan hal ini. Sejak kapan di Indo punya junkyard buat mobil berumur kaya di luaran sana??? Belum punya kan??? Ya minimal dengan memberikan sedikit “pajak lebih mahal” untuk para pecinta motuba (mobil tua bangka) mungkin sedikitnya bisa mengurangi populasi.

image

Tapi di balik semua sebab di atas sebenarnya Pemerintah lah yang jadi sumber utamanya. Kebijakan selama ini masih terlalu memanjakan rakyat sampai akhirnya rakyat sudah terbiasa terlena dengan keadaan. Keadaan yang dimana berujung pada penjajahan terhadap sifat aseli negeri ini yang super duper komsumtif dan latah. Latah membeli tanpa berfikir fungsi dan kegunaanya di esok hari. Hanya memikirkan faktor gengsi dan gaya semata dengan memaksakan segenap ketidakmampuannya. Sementara mereka yang memimpin semakin asik.mengumpulkan kekayaan demi memperkaya “dinastinya”.  Well this is Indonesia, surganya para penjual dan neraka untuk rakyatnya sendiri….

Posted in opini pribadi | Tagged , , , | 33 Comments

Hukum (Mungkin Ada Untuk Dilanggar)

image

Macantua.com – Hari yang melelahkan sob. Seharian harus gadag gidig (bahas indonesianya apa ya?) kerja sampe baju kotor penuh keringet dan debu. Wajar buruh bergelar GM alias General Manpower hahahahahaha :-). Yup lupakan dulu sejenak soal kerjaan. Sekarang ane cuma mau berbagi, berbagi pengalaman dan minta bantuan buat di share juga pengalaman kalian. Ya ga jauh jauh kok, soal roda dua dan empat dan hukum lalulintas. Kita mulai yuk…
Melanggar hukum, serem banget ya kayanya. Hukum atau aturan biasanya dibuat untuk menertibkan sesuatu. Membuatnya lebih tertata, membuatnya menjadi beralur sesuai dengan yang diharapkan. Begitu juga dengan lalulintas ada hukumnya. Nah kira kira nih Hukum atau peraturan lalu lintas apa sih yang paliiiiiing sering dilanggar dan diakalin sama rider di Indonesia???

image

Riding tanpa helm, ini biasanya terjadi dan mungkin udah jadi hal biasa ya… Wajar orang Indonesia itu otaknya msh ori semua. Kesadaran akan menggunakan helm ini hanya sebatas takut akan ditilang. So ga aneh kalau riding ga keluar jalan raya pasti ga pake helm. Hayo ngaku…..

image

Kedua yang paling sering adalah melawan arah, selain berbahaya sepertinya orang Indonesia masih berfikir efektif dan efisien. Efektif waktu tempuh dan efesien penggunaan bahan bakar. Jadi ga aneh kalau doyan shortcut milih jalan berlawanan arah walau bahaya.

image

Masuk peringkat ketiga adalah terobos lampu lalu lintas. Lampu lalu lintas atau biasa dikenal dengan nama lampu merah (kaya koran apaaaa gitu ya…) biasanya jadi santapan pelanggar hukum. Arti lampu pun sudah bergeser di.mana merah adalah berhenti hijau gas poll dan kuning gas poll ampe.mentok. Makanya ga aneh kalau banyak celaka di lampu merah xixixxi.

image

Selanjutnya boncengan lebih dari 2, pengalaman dari kecil mang boncengan sama orangtua bisa sampe 3-4an. Bokap nyokap saya dan adik. Bahaya sih tp itu budaya di kita. Bahkan saat mudik sebuah motor bisa ngangkut 4orang berisi keluarga lengkap dengan tambahan bekal baju super sekali hahahahaha. Pengalaman sempet di semprit sama polisi karena ane bonceng bertiga dengan teman melewati pos polisi saat jaman smu dlu… Kelakuan.

image

Yang kelima : riding tanpa surat surat. Baik itu surat kendaraan bahkan surat ijin mengemudi. Kalau boleh jujur ane dulu juga sempet pernah sering bawa motor tanpa SIM saat masih SMU. Motor pun boleh make diam diam dari ortu. Tapi jangan diikutin ya… Bahaya dan beresiko…

image

Next, muter di tempat dilarang. Nah ini masih ke efektif dan efisien tadi. Mencari jarak terendah untul dilalui. Cukup sediakan receh ke pak Ogah beres. Bahkan kalau bawa motor ga ngasih… Sesuatu yang superrrrrr…. Gamau rugiiiii….

image

Selanjutnya yang paling jamak dilakukan adalah Speed freaker alias tukang ngebut. Mau motornya apapun orang Indo relatif doyan buat speeding alias ngebut. Bahkan metik yang sejatinya adalah motor komuter dalam kota sama orang Indonesia bisa dibuat dan digunakan buat balap, bahkan balap liar hahahahaa….. Gas poll rem blong… Terlebih kalau malamnya sudah nonton motogp wuih… Bisa dipastikan riding pun berasa Valentino Rossi hhahahahahahahha…..

image

Sebenernya masih banyak pelamggaran yang sering dilakukan rider kita… Dan memang ternyata hukum di Indonesia seolah dibuat untuk di langgar. Ada yang mau nambahin???? Sapatau sobat semua punya pemgalaman ekstrim pelanggaran lainnya. Hanya sebagai pengingat, bukan buat diulangi atai dicontoh lho…. Monggo….

Nite all….

Posted in adventure, berbagi, iseng, opini pribadi, prosedure, safety, SIM, STNK | Tagged , , , , | 20 Comments

AHO… Kebutuhan Atau Kebodohan???

image

Macantua.com – Hola Sob….. Good nite…. Selamat malam… Wilujeng wengi… Saatnya waktu untuk beristirahat tapi gada salahnya dong kalau ane berbagi opini??? Ok deh, dulu sebenernya pernah ane bahas sekilas tentang AHO alias Auto Headlights On di sini. Fitur ini membuat lampu utama otomatis hidup saat mesin motor dihidupkan. Katanya sih biar pengendara motor lebih terlihat pada saat dikendarai walaupun pada siang hari.
Tapi munurut hemat ane, opini ane justru fitur ini malah lebih banyak mudorotnya buat kendaraan dan tentunya sang pengendara. Karena sebenarnya masih banyak pilihan untuk bisa terlihat di siang hari. Pemangkasan saklar lampu mungkin dapat menurunkan biaya produksi. Tapi bagaimana dengan biaya perawatan????!
Penggunaan lampu di siang hari saat kondisi cuaca (you know lah Indonesia panasnya kya apa, scara tropis gitu) kurang bersahabat biasanya ngefek sama umur parts nya. Lampu alias bulb yang panas saat digunakan dipadu udara luar menjadikannya overheat. Hasilnya bulb akan lbh cepat rusak atau putus. Selain itu mika lampu juga akan kena efek samping. Mulai dari menguning sampai meleleh. Dan jelas umurnya pasti jadi ikutan lebih singkat.
Kelistrikan lainnya juga ikut lebih cepat rusak. Bagaimana tidak, saat motor digunakan dalam jalanan kota yang relatif macet tentu saja asupan listrik ke accu via regulator atau kiprok ga sebesar seharusnya. Pernah denger selentingan kalau pengisian accu optimal saat kendaraan melaju di kecepatan minimal 40kmph dengan putaran mesin tertentu (katanya dan tiap mesin beda beda). Saat pengisian ga sempurna tentu saja accu dan regulator lah yang bekerja ekstra memenuhi kebutuhan pasokan listrik. Nah ini yang biasanya bikin regulator atau kiprok dan accu lebih cepet drop performanya.
Selanjutnya lebih kepada tatakrama, kita ketahui bangsa kita ini bangsa timur yang kuat akan tatakramanya. Bayangkan saat masuk gang pulang ke rumah ada yang sedang nongkrong tapi lampu kita masih tetap menyorot!!!??? Menyilaukan para nongkrongers… Terlebih kalau yang sedang nongkrong bapak bapak yang umurnya sedikit lebih tua dari kita. Bisa abis dibilang ga sopan… Tapi apalah daya sang lampu memang bener bener bego dan ga bisa dimatiin.
Nah pertimbangan pertimbangan di atas yang biasanya membuat tangan tangan gratil kreatif untuk mengakali hal ini. Minimal dapat meminimalisir penggunaan lampu yang berlebih. Penggunaan DRL LED kaya mobil mobil yang sudah berstandar eropa atau bahkan dengan paksa memasang saklar penutup aliran listrik. Menggunakan saklar motor jenis lain atau malah dari versi sebelumnya. Alasannya simple, hemat listrik dan memperlama umur pakai sistem kelistrikan. Nah pertanyaan yang ada dalam hati ane kenapa pabrikan ga menyematkan DRL aja? LED kan lebih ramah dan murah, pengendara masih bisa tetlihat (walau sebenernya Indo udah super terang) dan perangkat kelistrikan juga umurnya ga didiskon. Jadi kebijakan ini (AHO) murni kebutuhan keselamatan atau kebodohan dan kesalahan persepsi pembuat peraturan???? I dont know… Ada yang bisa lebih jelasin????

Posted in headlamp, motor, safety | Tagged , , | 48 Comments