Aturan Hukum Penggunaan Seat Belt Penumpang

Macantua.com – Sempat ramai soal postingan “seat belt” penumpang di group motuba. Aksi “pembegalan” oleh oknum aparat dengan beralasan seat belt penumpang yang tidak digunakan ini sempat bikin heboh. Sebenarnya bukan hanya karena aksi pungli yang dilakukan oleh oknum polisinya saja, tapi pertanyaan apakah seatbelt penumpang belakang wajib digunakan? Nah daripada bingung mending kita bahas aja ya…..

 

 

Permisi masbro..

Numpang share cerita siang ini..

Saya dr Lampung niat nyebrang ke seberang eh nyangkut di jln.by pass Soekarno hatta, Panjang gara gara nih ijo ijo, di stop dan saya tetap cool aja karena saya anggap saya lengkap dan ga bermasalah..

 

.. Saya buka kaca, si ijo nyapa terus mencet dan kaca belakang terbuka, si ijo langsung nunjuk penumpang di belakang supir karena tidak memakai seatbelt, setelah itu si ijo langsung menanyakan stnk dan sim, setelah basa basi yang sangat basi di belakang mobil si ijo langsung ke inti permasalahan dan meminta uang sebesar 270rb karena pnumpang di blakang tdk mnggunakan seatbelt, cukup ndak perlu panjang saya msh emosi dan tdk ikhlas atas 270rb itu 😠

 

Saya tau keamanan, dan saya tau yg terbaik tuk keluarga, tp kalau begini cerita nya ongkos saya bisa hbs sblm sampai tujuan

 

Kalau kita bicara soal ancaman tilang tentu saja ada aturan tertulis yang akan dijadikan acuan oleh sang polisi. Berikut ini kutipan utuh pasal terkait di UU Nomor 14 tahun 1992 tentang Lalu Linas dan Angkutan Jalan selengkapnya:

  1. Barangsiapa tidak menggunakan sabuk keselamatan pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih, atau tidak menggunakan helm pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda dua atau pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf e, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah).
  2. Barangsiapa tidak memakai sabuk keselamatan pada waktu duduk di samping pengemudi kendaraan bermotor roda empat atau lebih, atau tidak memakai helm pada waktu menumpang kendaraan bermotor roda dua, atau menumpang kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (3), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah).

Lalu, sebagaimana dicantumkan di keterangan pasal diatas yang menyitir 23 ayat (1) huruf e dan pasal 23 ayat 3, pasal itu berbunyi seperti ini:

  • Memakai sabuk keselamatan bagi pengemudi kendaraan bermotor roda empat atau lebih, dan mempergunakan helm bagi pengemudi kendaraan bermotor roda dua atau bagi pengemudi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah.
  • Penumpang kedaraan bermotor roda empat atau lebih yang duduk di samping pengemudi wajib memakai sabuk keselamatan, dan bagi penumpang kendaraan bermotor roda dua atau kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah wajib memakai helm.

Siapa Saja Penumpang Mobil Yang Wajib Memakai Sabuk Pengaman?

Nah Pertanyaan ini yang jadi masalah, Apakah penumpang di belakang wajib menggunakan sabuk pengaman alias seat belt??? Memang benar secara hukum hanya tertulis 2 orang yang wajib menggunakan seat belt yakni :

  1. Sopir atau pengemudi
  2. Orang yang duduk di samping pengemudi

Tapi, menurut ane penumpang yang ada di belakang justru mempunyai kemungkinan cedera yang ga kalah hebatnya dengan penumpang yang di depan atau pengemudi yang ada di depan. karena apa? Benturan saat kecelakaan bisa terjadi dari arah mana saja. Ga cuma dari depan. Bisa dari belakang sisi kanan kiri atau justru malah mobil terbalik.

info lengkapnya di sini : http://lampung.tribunnews.com/amp/2016/07/14/ini-aturan-penggunaan-sabuk-pengaman-bagi-penumpang-di-belakang-sopir

Menyoal soal uang sebesar 270 Ribu yang diberikan oleh pengemudi sepertinya ini sudah masuk ke ranah PUNGUTAN LIAR. Andai saja nama dan jabatan sang pelaku PUNGLI ini tercatat. Bisa langsung dilakukan pelaporan atas aksi pungutan liar yang dilakukannya. Andai tim SABER PUNGLI lebih sigap di Lampung, pasti banyak oknum model begini yang tertangkap. Ga cuma di Bandar Lampung, banyak titik titik oknum polisi yang nakal. Sebut saja Bandar Jaya, semoga pak Polda Lampung menindak oknum aparat yang doyan pungli di jalan. Salah ya tilang, ga usah maksa minta uang. ya tho??? Gimana menurutmu sob???

Tentang macantua.com

simply me..... untuk pemasangan iklan dan contact : Email @ raza.rajendra@gmail.com BBM @ 54A0B190 WA Twitter @raza_rajendra Line@ : @macantua
Pos ini dipublikasikan di berbagi, mobil, safety dan tag , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Aturan Hukum Penggunaan Seat Belt Penumpang

  1. handoyo25 berkata:

    Regulasinya (UU) yg perlu diupgrade.
    Kalo yg pernah masuk kawasan oil & gas pasti ngerasain “safety belt are mandatory for all passengers”

    Suka

  2. miror berkata:

    nah khusus mobil yg belum ada seatbelt penumpang belakang itu gimana? Tapi kalo liat kasus diatas sdh jelas kalo itu pungli, si polis sengaja cari2 kesalahan si pengemudi krn psti bnyk mobil pribadi yg penumpang belakangnya tdkpke seatbelt.

    Suka

  3. f3r1 berkata:

    Hehehe….aku jg pernah di bandar jaya hehehe…padahal sebelah ku sudah pake di bilang gk make….tp ngotot prokis y klo sebelah saya gak make.. Ngotot pula minta 250 klo gk SIM saya di tahan..nasib wong cilik…gk aneh klo daerah sana..

    Suka

Monggo Dilanjut Ngobrolnya.......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.