Pengantar Jenazah Memang Dapat Prioritas, Tapi Ya Jangan Arogan juga



pengantar jenazah vs avanza

Macantua.com – Jenazah memang harus sesegera mungkin dikebumikan alias dimakamkan. Itu mengapa mobil pembawa jenazah atau iring iringan pengantar jenazah biasanya mendapat prioritas di jalan. Tapi apa jadinya kalau saat mengantar jenazah orang yang dicintai keluarga yang dihormati atau dituakan justru terjadi kericuhan di jalan?

Hal ini memang diatur dalam undang undang. Berdasarkan penjelasan Pasal 104 ayat (1) UU LLAJ dan Pasal 4 ayat (1) huruf b Perkapolri 10/2012, pengguna jalan yang memperoleh hak utama diprioritaskan yaitu:

  1. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;
  2. Ambulans yang mengangkut orang sakit;
  3. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas;
  4. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;
  5. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara;
  6. Iring-iringan pengantar jenazah; dan
  7. Konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia. Yang dimaksud dengan “kepentingan tertentu” adalah kepentingan yang memerlukan penanganan segera, antara lain, Kendaraan untuk penanganan ancaman bom, Kendaraan pengangkut pasukan, Kendaraan untuk penanganan huru-hara, dan Kendaraan untuk penanganan bencana alam.

Nah dengan peraturan di atas, petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat melakukan tindakan sebagai berikut:

  1. memberhentikan arus Lalu Lintas dan/atau Pengguna Jalan;
  2. memerintahkan Pengguna Jalan untuk jalan terus;
  3. mempercepat arus Lalu Lintas;
  4. memperlambat arus Lalu Lintas;
  5. mengalihkan arah arus Lalu Lintas;
  6. menutup dan membuka arus lalu lintas.

 

Seorang pengendara mobil Toyota Avanza diserang oleh rombongan iring-iringan jenazah. Mobil pengemudi menjadi bulan-bulanan rombongan iring-iringan jenazah karena tidak memberikan akses jalan.
Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 12.45 WIB, di depan Mal Kota Casablanca (Kokas), Jl Casablanca Raya, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2016). Saat itu lalu lintas tengah padat merayap.

Rombongan iring-iringan yang mayoritas menumpang motor langsung mencegat mobil. 10 Orang dari rombongan langsung turun dari motor mereka. Mereka memarah-marahi pengendara mobil yang tidak mau memberikan akses jalan.

Sang sopir hanya diam saja di dalam mobil. Massa pengiring jenazah yang kalap lalu memecahkan kaca mobil.

Aksi tersebut hanya berlangsung selama 15 menit. Rombongan iring-iringan jenazah langsung pergi begitu saja. Mereka melaju ke TPU Menteng Pulo. Sementara pengendara mobil yang tidak keluar dari mobilnya akan pergi ke kantor polisi.

“Tadi saya lagi jalan ada iring-iringan jenazah. Saya sudah minggir tapi tetap saja saya dipukulin dan saya nggak terima,” kata pengemudi yang langsung pergi ke kantor polisi.

Kalau melihat kasus di atas, seharusnya ga usah pakai emosi, yang diantarkan pun akan sedih kalau mengantarkannya ke peristirahatan terakhirnya dengan aksi brutal seperti ini. Terlebih di Jakarta macet sudah jadi hal yang biasa. Jangankan mobil, motor pun terkadang sulit buat bergerak. Lagian aksi main hakim sendiri ini bisa dipermasalahkan secara hukum. Ingat, menurut undang undang pun yang berhak mengambil tindakan istimewa di atas adalah kepolisian. Kalau rakyat biasa dan bertingkah arogan hingga melakukan perusakan? No comment deh…

<

About these ads
This entry was posted in berbagi, Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Pengantar Jenazah Memang Dapat Prioritas, Tapi Ya Jangan Arogan juga

  1. Yudha says:

    ampun arogan nya,
    kena macet sekian menit adalah wajar lah, jkt gitu, siang pula..
    urgency nya gk se urgent ambulance bawa pasien sakit toh.

    btw, ada yg tau kenapa & bagaimana asal mulanya mobil jenazah harus di-iring2in? (edisi penasaran)

  2. gowes says:

    iring”an pengantar jenzah kok ga ada bedanya ama konvoi anak alay

  3. COCODOT says:

    Haduuuuh di tangkap polisi baru mewek tuh

  4. brut says:

    Kayak gini malah berpotensi memperlama mengantar jenazahnya
    lagipula makin panjang juga urusannya

    hanya karena emosi sesaat

  5. Bejo says:

    Nganter jenazah aja pake konvoi toh yg di buat buru buru sudah meninggal. Gini kan merugikan mana ada anak kecil gak pake helm itu apa salah satu kluarga konvoi ya?

  6. aris says:

    sudah kebiasaan orang kota… ga mau kasih jalan atau minggir tuh… liat aja mobilnya masih di tengah gitu…. sering gw liat kaya gini… ambulan susah banget mau lewat…

  7. ChUrUtZz says:

    Sebenernya dliat dlu kronologisnya, klo yg biasa ane temuin emang pengantar jenazah itu kli djalan ngambil 1 ruas jalan sendiri, kadang ruas jalan sebaliknya juga masih disuruh minggir lagi sampai ketepi n berpotensi bikin macet, kalo emang si mobil dah pd ruas jalan ya berarti anarkis tuh pengantar jenazahnya, buat apa juga mau ngelewatin jenazah harus ambil jalan orang diarah berlawanan, toh ga urgent banget n orgnya juga ga bakalan hidup lg, kecuali ambulans yg angkut orang sekarat n butuh penanganan segera baru silakan ambil jalan berlawanan arah, tp kali mobil putihnya ambil jalan si pengantar jenazah baru deh layak dikeroyok tuh mobilnya

  8. aye says:

    wah wah ada apa ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *