Marques Vs Rossi Di Usia 23 Tahun, Siapa Yang Lebih Baik?



rossi-lampu-laser-1

Macantua.com – Kalau bicara soal Marques vs Rossi pasti fans fans nya bakal nongol semua. Terlebih bila keduanya dikomparasi pasti dukungan buat sang jagoan bakal keluar semua. Terbukti dengan artikel ane beberapa hari lalu yang sukses “memancing” datangnya para fans. Nah sekarang kita bahas aja soal Marc Marques dan Valentino Rossi saat berusia 23 tahun, bagaimanakah pencapaian keduanya di umur yang sama?

Sumber : Detik

Sumber : Detiksport

Marquez berusia 23 tahun, 7 bulan dan 28 hari saat merengkuh gelar juara dunia MotoGP-nya yang ketiga kemarin di Motegi Japan. Dan Marques sukses mencatatkan 5 kali juara dunia. Satu di kelas 125cc (2010) dan satu yang lainnya di Moto2 (2012) dan 3 lagi di kelas Motogp (2013,2014,2016). Memang kalau dibandingkan antar Marquez dan Rossi secara total jelas masih sangat jauh. Dimana Valentino Rossi The Doctor saat ini punya 9 gelar juara dunia. Total kemenangan Rossi di semua kelas sudah 114, sementara Marquez baru 55. Tapi kita coba komparasi saat mereka berumur sama yakni 23 tahun, 7 bukan dan 28 hari.

Statistic marques

Statistic marques

Marques kini mengoleksi 5 gelar juara dunia, 55 kemenangan, 20 kali finis di posisi dua, 14 kali finis di posisi tiga. Total 89 kali Marquez berhasil naik podium, plus meraih 64 pole position. Sementara Rossi saat berusia sama dengan Marquez, dia sudah punya empat gelar juara dunia, 49 kemenangan, 13 kali jadi runner up, 10 kali finis ketiga, naik podium 72 kali dan meraih posisi start terdepan di 21 kesempatan.

Statistic Rossi

Statistic Rossi

Di tahun 2016 Marquez sudah menjalani 9 musim di balapan grand prix, yakni : 3 tahun 125cc (2008, 2009, 2010), 2 tahun di Moto2 (2011, 2012), 4 tahun di MotoGP (2013. 2014, 2015, 2016). Sementara saat Rossi baru berusia 23 tahun (di musim 2002), Rossi baru menjalani musimnya yang ketujuh. Yakni: 2 tahun di 125cc (1996, 1997), 2 tahun di 250cc (1998, 1999) dan 3 tahun di kelas 500cc (2000, 2001, 2002).

So, siapakah yang lebih hebat? Akankah semua rekor Rossi akan dilewati oleh Marques nantinya? Akankah Marques bisa menjadi juara dunia sebanyak 9 kali seperti Valentino Rossi? Atau mungkin bisa lebih? Yah, ane sih gamau jadi dukun. Tapi untuk saat ini rekor Rossi masih menjadi tolak ukur pencapaian para pembalap. Kita lihat saja nanti ya…. Siapa yang lebih baik…. awas jangan pada baper….Ciao….

Sumber : detiksport

<

About these ads
This entry was posted in berbagi, motogp, motor, Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

30 Responses to Marques Vs Rossi Di Usia 23 Tahun, Siapa Yang Lebih Baik?

  1. Motor kecoak says:

    Kudune rossi jek numpak honda to kang,data datane saat bersama honda,ganti ae gambare rak sesuai karo judule .rossi 2002 masih cinta mati sama honda brow

  2. Wisnu says:

    Gagal fahams

  3. Keong says:

    Dihitung rata2 menang, rossi unggul… krn rossi cm 7 musim, sedangkan marquez 9 musim… keseluruhan marquez unggul…

  4. Kusnanto says:

    Yaa Semua ada masa (kejayaan)nya….

  5. Mas Pono says:

    Mbah Ago tetep sing paling Juosssss :p

  6. Tamamon says:

    Untungnya MM sudah dibantu sama berbagai macam elektronik di motor, jadi y lebih mudah jurdun. Beda jaman dulu Kang yang kualitas pembalap jadi andalannya.

    • macantua says:

      Bener….jaman dulu masih minim elektronik di motor. Jadi jauh lebih sulit buat menang….

    • Ario says:

      Kalau 93 terbantu elektronik jadi jurdun..
      Kudunya harusnya mestinya pembalap lain juga terbantu dengan adanya elektronik kan yah? Jadi peluang antar pembalap juga sama..karena semua motor MotoGP skrg ber”elektronik” hahaha..
      Termasuk sang legend.. 🙂 🙂

      Hmmmmm..
      Benar gak sih hipotesisku di atas??

      • subaru says:

        Beda… Kemampuan tiap pabrikan untuk develop sistem elektronik berbeda beda…

      • subaru says:

        Ingat musim pertama marquez? Racing linenya amburadul, sering hampir jatuh tapi masih bisa sangat cepat karena terbantu elektronik HRC yang selangkah diatas rival2nya

        • Ario says:

          Kalau benar begitu seharusnya 26 lebih terbantu..seharusnya 26 jadi jurdun dengan segala kelebihan elektronik HRC yg anda katakan diatas rival..
          Dia juga punya pengalaman lebih dibanding 93 di level MotoGP..
          Lalu kenapa 93 bisa jurdun di tahun pertamanya?

          Jgn lupa HRC punya problem ECU yang diseragamkan tahun ini..
          Yg ingin saya sampaikan disini, mbok yah elektronik jgn dijadikan alasan..contohnya aja 35 mampu Juara1 dua kali..
          Elektronik memang (bisa jadi) faktor penting tp skill pembalap menurut saya lebih dominan..

          Ijinkan saya mengutip pepatah yang sudah ada..
          Di atas langit masih ada langit..
          Bukan bermaksud mendewakan 93 loh mas..karena bisa jadi di masa depan, ada yang lebih WAW prestasinya dari 93..semoga saja berasal dari Indonesia.. 🙂

          46 hebat..tapi 93 tidak kalah hebat juga..
          Setuju kah anda dengan kalimat saya ini?
          🙂

  7. K says:

    MM pas naik kelas motogp g k tim satelit dan blm prnh merasakan kelas 500cc 2-tak yg terkenal liar

    • macantua says:

      Itu dia beda jaman

    • guyonkamu says:

      Balik lagi kalau misalkan MM pernah di GP 500 dia ga akan pernah menang di motogp. Beda zaman? Maksudne kang Rossi sang legenda ga pandai ngendarai motor 1000cc dengan alat elektronik yg canggih? Guyon kamu..

      • Ario says:

        Maksudne kang Rossi sang legenda ga pandai ngendarai motor 1000cc dengan alat elektronik yg canggih?
        ======

        Hahaha..
        Yah coba dikembalikan ke fansnya yg sering menjadikan elektronik sebagai senjata kang..
        93 juara karena elektronik, 46 juara karena skill..gitu kata mereka..
        😀 😀

  8. guyonkamu says:

    Semua sang legenda motogp ada di mongtor Honda.

  9. Ario says:

    Fans 46 kayaknya bakal banyak yang baper..
    Tidak terima legendanya dilewati prestasinya..
    Wong sang legend juga nyante2 wae..gak baper prestasinya dilewati..
    😀

    93 tidak merasakan jaman 2 tak?
    Benar..
    Jadi tidak bisa bisa di bandingkan dgn legend kan?
    Bisa ya bisa tidak..namanya juga perbandingan pencapaian di umur yang sama..beda jaman..
    Kita juga tidak akan pernah tahu bagaimana prestasi bila 93 menunggangi motor 500cc 2tak..bisa saja inferior ketimbang sang legend tapi tidak menutup kemungkinan malah superior dibanding sang legend..

    Sudahlah terima kenyataan..
    Di atas langit masih ada langit..
    Jangan terpaku dengan masa lalu..
    Istilahnya anak jaman sekarang move on.. 😀
    Tp jgn lupakan sejarah juga..memang 46 lah yang banyak berjasa membesarkan nama MotoGP..

    Salut 46..
    Go 93.. 🙂

  10. Are wege says:

    Semua ada masanya,,,,

  11. cumapenonton says:

    Sy sih mikirnya kmungkinan besar rekor motogp bakal terlewati sm MM… Sy jadi inget masa2 kejayaan VR,, start di grid berapa aja selalu bisa podium (seringnya sih begitu ya om)… Mungkin hal itu jg yg bikin VR bisa menyedot perhatian penikmat balap motogp & bnyak fans-nya…. 😃
    *komen ngawur

    • hr15de says:

      Ini ane setuju. Nonton motogp dulu2 lebih seru, karena atraksi Rossi yg bisa menang atau podium dr posisi start mana aja. Dan doi termasuk jarang pole. Start nya jg suka berantakan. Tapi bisa nyalip sana sini.
      Fans Rossi nih, ketahuan umur ane tua hahaha..

  12. ALAN HADI says:

    Analisis nya mantep bos….. mudah2an MM93 bisa juara dunia juga dengan selain motor honda yah 😁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *