Kapolda Nyamar “Dipalak” Anak Buahnya



Sumber : merdeka.com

Sumber : merdeka.com

Macantua.com – Beberapa hari terakhir ini memang sedang heboh soal penindakan pungli alias pungutan liar yang terjadi di jalanan oleh oknum oknum aparat. Nah dari merdeka.com ane dapat cerita bahwa Kapolda Sumatera Selatan melakukan penyamaran dan melakukan pelanggaran. Tapi apa yang terjadi justru beliau “dipalak” anak buahnya sendiri.

Beritanya ane kutip dari merdeka.com :

Fenomena pungutan liar (pungli) yang menjamur membuat Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo menyamar sebagai warga sipil dan berpura-pura melanggar lalu lintas. Hasilnya, Djoko menemukan kejadian itu dan menangkap langsung anggota polri yang melakukan pungli.

Informasi dihimpun, penyamaran tersebut dilakukannya beberapa waktu lalu di wilayah Sumsel. Djoko sengaja mengendarai mobil seorang diri tanpa pengawalan.

Melihat ada anggota yang bertugas, Djoko melanggar lalu lintas. Alhasil, mobil Djoko dihentikan dan dirinya dibawa ke pos polisi.

Di dalam pos tersebut, polisi nomor satu di wilayah hukum Sumsel itu diminta uang damai oleh anggota atas pelanggarannya. Meski Djoko beberapa kali menolak dan meminta tindak langsung (tilang), polisi tersebut tetap keukeuh dengan jalur damai.

Setelah terdesak, Djoko pun mengeluarkan uang yang diminta. Setelah uang damai itu diberikan, dia baru mengaku sebagai Kapolda Sumsel dan menangkap pelaku. Tak lama, Kabid Propam Polda Sumsel Kombes Pol Hendro datang ke lokasi untuk mengamankan pelaku atas perintah Djoko.

“Ya, memang begitu salah satu caranya (menyamar). Anggota itu tetap memaksa minta duit damai, padahal waktu itu saya pura-pura ditilang saja. Dia (polisi pungli) saya tanya mana surat tugas, malah tidak bisa menunjukkan,” ungkap Djoko, Selasa (18/10).

Djoko menyesalkan anggotanya masih melakukan pungli. Dirinya pun tak segan menindak tegas petugas kepolisian yang melanggar disiplin dan kode etik.

“Genderang pungli ini sudah ditabuh Presiden, Kapolri juga sudah. Kita juga tabuh tapi tidak bikin kaget orang. Tapi Saya tak mau tinggal diam urusi pungli, pasti saya tindak,” tegasnya.

Salut deh buat pak Kapolda satu ini. Langsung terjun ke lapangan guna memberantas pungli. Kalau sudah begini masih ada ga ya oknum aparat yang mau melakukan pungutan liar? Pesen buat pak Kapolda, hukum yang berat pak, biar jadi shock therapy buat oknum oknum polisi nakal lainnya.

Sumber :
https://m.merdeka.com/peristiwa/nyamar-jadi-warga-sipil-kapolda-sumsel-dipalak-anggotanya.html

<

About these ads
This entry was posted in berbagi, polisi, prosedur, razia. Bookmark the permalink.

9 Responses to Kapolda Nyamar “Dipalak” Anak Buahnya

  1. Wisnu says:

    Wah pak kapolda ingin merasakan di palak sperti yang di rasakan rakyatnya
    Salutlah buat kapolda sumsel

  2. Motor kecoak says:

    Dihukum nyapu jalan selama setahun pak pakai seragam lengkap

  3. Motor kecoak says:

    Kalau ndak mau pindah tugaskan ke pulau terluar aja,meh malak malako hahahaha

  4. COCODOT says:

    Giliran pa jokowi nyamar tukang ojek

  5. Jd inget kisah jokowi wkt msh jd walikota solo,,yg pura2 jd petani miskin naik motor bebek 70an pke kaos oblong..gk pke helm n kena razia n dmintain duit,smp2 hrs minta belas kasihan krn hny petani miskin,,alhasil ad slh1 polisi yg tau klo itu jokowi,,polisinya kabur semua n semua yg ad dsana dberhentikan skaligus razia hilang dr kota solo,,wlopun skrg ad razia lg tp skrg razianya resmi hny ad klo sdg diadakan operasi besar2an,,salut buat pak jokowi ama kapolri yg baru 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *