Nenek Penambal Ban di Tanjung Pura Karawang, Yang Muda Masih Males Kerja?


nenek penambal ban Karawang

Macantua.com – Terenyuh melihatnya, sebuah postingan dari Lee Hin di group Karawang Info di facebook. Seorang nenek bekerja sebagai penambal ban di daerah Tanjungpura Karawang menambal ban motornya yang bocor. Nah lho nenek nenek aja masih punya semangat kerja. Yang muda jangan mau kalah dong…

nenek penambal ban Tanjung pura Karawang

Nenek penambal ban motor. Tadi motor sy bocor ditambal oleh nenek itu. Lokasi Tanjungpura.

Ini sebenarnya sebuah pecutan buat ane juga dimana kadang ane selalu merasa kurang bersyukur atas apa yang ane kerjakan dan dapatkan. Semoga gambar dari pengalaman bro Lee Hin di atas juga bisa jadi pelajaran buat kita kita yang masih muda, masih seterong kalau kata anak gaul jaman sekarang untuk lebih giat bekerja. Jangan banyak mengeluh, karena orang setua beliau saja masih mem0unyai semangat yang tinggi buat bekerja.

Last, semoga jadi inspirasi buat kita semua ya…

Sumber : Karawang Info Facebook.

<

Advertisements
This entry was posted in adventure, berbagi, motor and tagged , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Nenek Penambal Ban di Tanjung Pura Karawang, Yang Muda Masih Males Kerja?

  1. ndesoedisi says:

    sangat-sangat menginspirasi

  2. handoyo25 says:

    IMHO tidak selalu soal males atau semangat kerja.
    Profesi “Penambal Ban” dianggap tidak bergengsi bagi banyak kalangan muda.
    Dg modal ijazah SLTA mayoritas anak muda lebih suka (minimal) jadi karyawan pabrik.

    Sang nenek tsb diataspun menekuni profesi tsb salah satunya adalah karena desakan ekonomi, mungkin lain ceritanya bila anak dan cucu sang nenek masih ada kepedulian atau punya kemampuan ekonomi yg lbh baik utk menanggung hidup sang nenek.

    Balik lagi ke soal “males” atau “semangat kerja”, maka saya cenderung menisbatkan istilah ini kepada anak muda yg lebih suka mangkal di persimpangan, berusaha ngatur lalu lintas (tapi sering juag tetep kacau) sambil nunggu koin dari pengendara yg lewat, dan menolak saat ada tawaran kerja yg lbh formil di sebuah pabrik

  3. COCODOT says:

    Kok saya sedih ya, aku mah gitu orangnya

  4. Loncin says:

    Salut, daripada mengemis. Kalau ketemu orang kerja sudah tua gitu bolehlah dilebihkan pemberian upahnya, kita apresiasi orang seperti mereka, daripada masih muda koj ngemis, isin lur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *