Merk Eropa Bukan Jaminan Kok (Pas) Buat Kita…


brand minded

Macantua.com – Dunia roda dua Indonesia masih heboh dengan potongan harga besar besaran yang diberikan oleh salah satu brand Eropa. Dimana nama besar sang motor memang besar di kancah dunia balap motor baik road racing maupun motorcross. Banyak yang mengelu elukan kualitas motor dari Eropa dengan standar yang tinggi di negara asalnya. Tapi, Merk Eropa menurut ane bukan jaminan…….. Ada beberapa pertimbangan sebelum brand minded sama produk Eropa lho….

Pertama, Merk Eropa yang sudah diproduksi bukan di Eropa. Di negara asalnya mungkin sang motor dibuat dalam jumlah yang sangat sedikit dengan segala kepresisian untuk menembus standarisasi Eropa yang sangat tinggi. Mulai dari bahan baku hingga proses pengerjaan dipantau dengan standar sangat jelas. Tapi apa jadinya saat sang produk sudah diproduksi di negara di luar Eropa? Terlebih saat produk yang dibuatnya bukan untuk pasar Eropa. Yes Welcome to mass production dimana standar tinggi akan memperlama proses pembuatan dan waktu adalah uang, apakah mereka akan membuang waktu (baca : Uang). Bisa lirik kasus motor Itali yang diproduksi di Vietnam deh, blogger terkenal pun sampai menjualnya kembali ditukar dengan brand Jepang. Jangan tanya siapa, pasti kenal kok orangnya.

Kedua, Desain Mesin Eropa untuk Standar Eropa. Yang ane maksud standar ini adalah bagaimana mesin bekerja dalam keadaan normal tanpa kendala di negara asalnya. Tentu saja ini berterkaitan dengan banyak hal. Mulai dari suhu dan iklim, jenis dan kualitas bahan bakar, kondisi lalu lintas sampai dengan attitude berkendara. Sebagai contoh, Di negara asalnya ga ada kok mobil sport yang terbakar karena over heat. Tapi di Indonesia ada! Dengan merk yang sama dan harga yang jauuuuuuuuuuuhhhh lebih mahal dari negara asalnya lho…. Dan ini pun bisa saja terjadi pada produk otomotif lainnya.

Ketiga, Penyesuaian di satu negara tidak bisa disamakan dengan negara lainnya. Sebagai contoh Indonesia dan Jepang. Saat sebuah kendaraan diriset di Jepang untuk dijual di Indonesia tentu saja harus disesuaikan dengan keinginan, perilaku dan kebudayaan orang Indonesia. Contoh : Saat tanpa memperhatikan faktor di atas seorang desainer menetapkan “A” pada bagian frame produknya dengan alasan gampang untuk dimodifikasi oleh penggunanya kelak,  tenyata dengan kebijakan “A” tadi justru memperlemah struktur rangka sang kendaraan. Saat kendaraan tersebut dijual di Indonesia yang dengan segala kelakuan “OVER” para penggunanya akhirnya sang frame patah atau crack. Klaim pun berdatangan, dan konsumen yang kembali disalahkan atas “salah asuh” produk hasil buatannya.

Keempat, Di Eropa Hoby, Di Indonesia Butuh. Yang namanya hoby itu tentu saja buat mengobati rasa kecintaan atas sebuah hal. Berbeda dengan butuh yang cendrung ke arah paksaan karena keadaan. Bagaimana bila hoby dicampur adukkan dengan butuh? yah kalau begini susah buat ketemunya. Mungkin beberapa orang bisa menemukan jalan keluarnya. Misal Hoby motor, jadi jualan motor. atau hoby ngoprek malah jadi punya bengkel. Tapi untuk masalah tunggangan ya repot juga. Salah salah malah salah asuhan. Kalau membaca tulisan mbah Dukun Satar yang intinya bilang “motor Eropa itu manja”, atau baca lagi ane lupa tulisan sapa yang intinya bilang “motor eropa enak, lu bisa menikmati berkendara dengan segala kenyamanannya, tapi lu juga mesti siap dengan “biaya” berobatnya. Nah terkait dengan Hoby dan Butuh sepertinya Brand Eropa sekarang lebih condong ke arah Hoby daripada untuk jadi pemenuh kebutuhan “disiksa”.

Last, Ga usah terlalu brand minded juga kali ya…. Semua produk itu ada kelebihan dan kekurangannya. Ga mesti Brand A lebih bagus dari Brand B atau sebaliknya. Seperti yang ane pernah tulis sebelumnya : beli motor itu ikuti kata hati, bukan katanya…. Katanya gagah, pas macet eh Overheat, Katanya keren eehh pas lagi enak riding mati sendiri. Sesuaikan dengan kebutuhan, kecuali kamu sudah punya mesin pencetak uang atau hanya sekedar pemenuh hasrat hobby saja bukan untuk disiksa “sok mangga”…. Ciao…..


Contact :

Email @ raza.rajendra@gmail.com

BBM @ 54A0B190

WA @ +6281223816399

Twitter @raza_rajendra

Line@ : @macantua

Advertisements
This entry was posted in motor, opini pribadi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

23 Responses to Merk Eropa Bukan Jaminan Kok (Pas) Buat Kita…

  1. techtonime says:

    apapun merknya yg penting produknya pas sesuai kebutuhan disesuaikan budget dan kebutuhan. kan nggak lucu ferrari 250gto dipake angkut kambing 😂

  2. bdt says:

    betul merk erofa sekalipun

    , jika countri originya dibuat di india, to asia ato china,

    yach kualitas materialnya beda am yg di buat di erofa,

    ini menyangkut kemampuan teknology negara tsb juga,

    jepang bisa buat stainless stell kualitas 1, kita belum bisa buat stainless,

    china bisa buat stainless stell, tapi kualitas mash dibawah erfa dan jepang,

    artinya, ilmu metelurgi india/china msh dibawah erofa dan jepang

    • macantua says:

      Detail pisan si akang

    • Pendekar duron says:

      Kata siapa india lebih bego dari jepang, liat tuh buku2 text book, teknik mesin UGM banyak yang ditulis orang india, apa situ lupa siapa negara software dunia setelah amerika, Nehik2 Bro,…! Jangan underestimate negara lain, buka mata buka hati,…

  3. bdt says:

    intinya yg bagus menurut orang lain,

    belum tentu pas buat kita,

    walu emang itu prouk bagus,

    yach ibarta kata, kita bisa beli merc/bmw second, kualiats bagis made in erofa tapi msh mikir parntya yg mahal.

    yach mending beli kijang tapi partnya bejibun dan terjangkau, walu emang kualitas kalah

  4. COCODOT says:

    Ada juga sebagian orang membeli bukan untuk kebutuhan atau hoby tapi demi gengsi contoh :……… Jieun mang olangan hehe…

  5. BetawiFBR says:

    Intinya beli produk KTM pas pabriknya sdh jadi di indo & produksi indo_pasti KTM akan membuat motor sesuai negara Indo !!!
    Jangan ada lagi pembodohan otomotif !!! Setuju ?

  6. niceguy says:

    Bukannya pabrikan otomotif (motor/mobil) pada saat memutuskan akan menjual produknya di suatu area akan menyesuaikan spesifikasi kendaraan agar bisa bekerja dengan optimal? Beda halnya kalau kita membeli kendaraan lewat IU dimana merk/type kendaraan tersebut memang tidak diperuntukkan di Indonesia.
    Bahkan untuk produk elektronik sekalipun, yang saya tahu seperti misalnya kamera dslr Nikon, pihak Jepang sudah membedakan produk yang dipasarkan di USA dengan di Indonesia (Asia pada umumnya). Untuk pasar USA termasuk eropa tentunya, body kamera lebih tahan terhadap perubahan cuaca ekstrim terutama menghadapi dinginnya salju.
    Mungkin yang akan jadi pertanyaan adalah, apakah KTM Austria sudah mengantisipasi perbedaan iklim eropa dan asia dan melakukan perubahan2 yang dianggap perlu agar motor2 produksi mereka bisa tetap optimal di kondisi asia (musim panas, hujan, banjir, kelembaban tinggi, bbm oktan rendah, dll).
    Kalau membaca banyak komentar, di blog2 lain pun begitu, saya melihat ada upaya membentuk mindset bahwa produk eropa itu : sulit, mahal, ribet, dll (mudah2an saya salah), memangnya ada apa sebenarnya?
    Saya pernah punya mobil jepang dan eropa, BETUL apa yang dikatakan orang bahwa merk jepang itu mudah, murah, gampang dan sebaliknya adalah merk eropa itu sulit, mahal dan ribet. Urusan spare part murah? jepang jagonya (bahkan kw1 kw2 dan produk abal2 pun sangat mudah ditemui). Servis/dealer? lagi2 jepang menguasai, dimana ada kota tanpa dealer/bengkel honda, toyota, mitsubishi, isuzu?
    TAPI, kalau membandingkan kenyamanan, keamanan, dan banyak lagi fitur2 yang tidak dimiliki merk jepang, rasanya harga lebih yang harus dibayarkan itu sebanding dengan apa yang saya dapatkan. Saya ndak ngomong masalah prestige disini, ini murni perbandingan fitur saja.
    Jadi bagi saya agak lucu juga kalau sekarang banyak yang koar2 bla bla bla… mengenai brand eropa, ini masalah klasik yang sudah basi. Dari dulu semua orang tahu itu, nggak usah diajari pun mayoritas konsumen sudah paham. Kalau beli sedan ya honda atau toyota, siap budget lebih ya silahkan bawa pulang mercy atau bmw.
    Mestinya kita bersyukur ada pilihan baru bagi konsumen, bukan hanya merk yang itu2 saja. Memang yang rencana mau beli KTM ini sama dengan type konsumen pembeli matic/bebek DP nol rupiah?

    • macantua says:

      Itu kenapa ane sebut lebih condong ke Hobby. Cuma org2 yang siap beli bukan yang biasa pake matic karena pasyi belum tentu cocok sama kebiasaannya….

    • macantua says:

      duit duit hahahahaha

      • Pendekar duron says:

        Heleh, punya duit ya beli, gaj punya ya sholat minta duit ke Allah, Ya Allah aku ini miskin tidak punya duit, Engkau yang Maha Kaya tidak terbatas, belikan aku motor KTM,…
        Hahahhahah,… Aamiin,….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *