Tindak Pelajar Berkendara, Langkah Besar Kurangi Kecelakaan.


Bocah sd aja bawa motor…. hadeuh

Macantua.com – Bocah atau pelajar berkendara, sudah seperti hal wajar terlihat beberapa waktu terakhir ini. Mulai dari anak SD, SMP sampai SMA rata rata sudah bisa mengendarai motor dan bahkan digunakan untuk berangkat ke sekolah. Dan ini menjadi salah satu penyebab meningkatnya kecelakaan di jalanan saat ini. Perlu ditindak tegas, kecuali bangsa ini menginginkan para calon penerus mati sia sia dijalanan.

 
Ingat kejadian beberapa saat lalu sebuah kecelakaan yang melibatkan seorang siswa SMA dan menewaskan pelajar sekolah dasar  di Purwakarta menjadi viral di media sosial. Justru yang menjadikan viralnya adalah keputusan Bupati Purwakarta yang meminta sang anak dikeluarkan dari sekolah bukan meninggalnya korban yang tertabrak. Padahal sudah jelas bahwa Bupati Purwakarta sudah mengeluarkan peraturan larangan pelajar berkendara ke sekolah dengan sanksi “dikeluarkan dari sekolah” sebagai shock therapy buat para pelajar yang melanggar.

Dan pasti tak pakai helm…

Nah ada kabar baik dari Timur Indonesia bahwa per tanggal 15 Agustus 2016, aparat Satuan Lalu Lintas Polres Polewali Mandar, Sulawesi Barat, akan melakukan tindakan penilangan/ menilang para siswa atau anak di bawah umur yang berkendara di jalan raya. Selain sanksi tilang akan dilakukan penyitaan terhadap kendaraan yang digunakan. Melalui Surat Edaran Nomor B/789/VIII/2016 yang ditandatangani Kasatlantas Polres Polman AKP Edward Steffy tertanggal 3 Agustus 2016 itu telah dikirim kepada para kepala sekolah dan ditembuskan ke Bupati, Dinas Pendidikan hingga Polda Sulbar. Jadi peraturan ini sudah diketahui oleh semua, tinggal pelaksanaannya. 


Baru 2 tempat yang ane dengar sudah menyatakan “tindak bocah berkendara”. Seharusnya tindakan yang sama dilakukan di seluruh daerah di Indonesia. Memang perlu kerjasama antar pihak kepolisian, sekolah, orang tua serta pemerintah demi mewujudkan hal ini. Polisi sebagai penegak hukum dengan acuan hukum lalu lintas jalan raya, pihak sekolah sebagai pengontrol di lapangan dimana sekolaha adalah salah satu tujuan berkendara. Orang tua sebagai pengontrol dari rumah dimana banyak orang tua yang justru “bangga” saar anaknya berkendara. dan pastinya pemerintah yang bisa membantu memberikan solusi sebagai pengganti seperti pengadaan bus sekolah. 

Jangan sampai terlambat…. setiap hari banyak yang seperti mereka

Bagaimana kalau keputusan tersebut bukan hanya keluar dari Bupati seperti di Purwakarta, atau Surat Edaran dari seorang Kasatlantas? Bagaimana kalau aturan ini langsung ditandatangani dan dikeluarkan oleh PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA? Sepertinya akan semakin baik dimana setiap daerah mau tidak mau harus menerapkannya. Ingat, mereka adalah calon penerus bangsa. Akankah mereka harus berhenti sebelum cita citanya tercapai karena sebuah kecelakaan? Terhenti karena cacat seumur hidup atau terhenti karena harus kembali menghadap Illahi…. 


 


Contact :

Email @ raza.rajendra@gmail.com

BBM @ 54A0B190

WA @ +6281223816399

Twitter @raza_rajendra

Line@ : @macantua

 

Advertisements
This entry was posted in accident, berbagi, motor, razia, safety and tagged , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Tindak Pelajar Berkendara, Langkah Besar Kurangi Kecelakaan.

  1. denipury says:

    nah kalau berkendaranya pas gag pakai seragam sekolah apakah juga ditindak ??

    http://denipury.wordpress.com/2016/08/17/harga-ktm-duke-200-bekas-masih-mahal/#more-2565

  2. MT 115 says:

    setuju kudu ditindak tegas….
    kan udah pd tahu (atau pd ga mau tahu) kan syarat untuk bisa bawa mtr/mbl ke jln itu hrs punya SIM, untuk punya SIM hrs punya KTP dl, untuk punya KTP hrs berumur 17-18thn dl… nah ini bocah SD, SMP, SMA umurna baraha sih geus wawanian marawa mtr/mbl ka jln….. ckckckck

  3. ilham says:

    setuju, buat tindakan yang sangat tegas agar mengurangi angka kecelakan

    http://www.megatransindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *