Motor Global, Seberapa Laku Sih?



Macantua.com – Yamaha, Honda dan Suzuki, dan TVS Pabrikan roda 2 Indonesia yang sudah beberapa tahun terakhir mengeksport unit motornya ke luar negeri. Sebuah kebanggan tersendiri untuk Indonesia bisa menjadi salah satu pemasok motor yang digunakan di beberapa negara. Tapi seberapa laku sih motor yang katanya “produk global” itu?


Setau ane yang sudah beberapa tahun memegang export produk otomotif. Yang namanya export itu biasanya akan ke beberapa negara dengan beberapa regulasi yang berbeda beda. Perbedaan regulasi inilah yang membuat produsen atau pabrikan mesti tunduk akan peraturan di negara tujuannya. Beberapa modifikasi hingga penanganan khusus dilakukan agar sang produk bisa diterima di negara tujuannya. Tapi, saat berbicara export bisa dipastikan jumlahnya pun terbatas.

Sebagai contoh adalah Nmax, dimana Nmax adalah motor yang dijual Yamaha Indonesia ke beberapa negara. Sepanjang Januari hingga Juni tahun ini 19.640 unit Nmax mengalir ke negara-negara luar yang tersebar di Asia, Australia, Amerika Serikat & Amerika Selatan, Eropa. Ekspor Nmax pun mengalami peningkatan 38 % di bulan Juni (3.040 unit) dibandingkan bulan Mei (2.200 unit). Saat ini matik booming itu sudah mulai banyak terlihat di jalanan di negara luar. Kalau kita lihat rata rata hanya sekitar 3000 unit per bulan dan itu pun di bagi ke beberapa negara tujuan kan? So bisa dihitung berapa unit Nmax laku per negaranya? Hal ini juga terjadi pada YZF R25 atau YZF R3 dan Juga MX King.

Laku? Ya memang laku secara total produksi. Tapi saat di bagi per negara destinasi akan terlihat sangat kecil bila dibandingkan dengan pasar lokal. Produk ane urus sendiri di lokal perbulan bisa 3000 unit sedangkan export tak sampai 15% untuk total nya… Kecuali memang pabrik beroperasi hanya untuk kebutuhan export itu beda lagi…

                                  


Contact : 

Email @ raza.rajendra@gmail.com 

BBM @ 54A0B190 

WA @ +6281223816399 

Twitter @raza_rajendra 

Line@ : @macantua



Advertisements
This entry was posted in berbagi, motor and tagged , , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to Motor Global, Seberapa Laku Sih?

  1. kobay says:

    haha..ternyata kecil jumlahnya alias dikit! tp diblog sebelah bilangnya kipas2 dollar….wkwkkkkk ada2 aza…!!!
    ciao…!!

    preeettt…preeett!!

  2. kobay says:

    klo honda emang byk pabrik besar..dibeberapa negara…untuk kawasan asia tenggara untuk produk global pusatnya msh thailand(cbr125 150 beberapa motor besar)…kedua kyknya vietnam (skutik pcx sh125 150—>eropa (pcx->indonesiapun skrg buatan vietnam)..untuk pasar motor2 kecil spt sonic beat (ahm)—>timor leste malaysia n vietnam

  3. imotorium says:

    kalo dianalogikan pake makanan mang jejen.. global artinya harus diterima oleh siapa saja.. rasa yang ditawarkan biasanya ga terlalu berani.. dibuat agak tawar.. kek makanan kapal / rumah sakit. supaya siapa aja bisa “makan” itu makanan., ngga ada yang merasa keasinan atau kemanisan.

    karena lidah kita belum tentu cocok sama lidah mereka.. dan lidah mereka mungkin bisa kesana kemari menjulur jilat-jilat cari yang enak ber”manfaat”.. XD

    komen opoo kui.. wkwkwkwkwkwk

    https://imotorium.com/2016/08/07/sejarah-karoseri-ternama-di-indonesia-karoseri-tugas-anda/

  4. COCODOT says:

    Berarti pasar lokal lebih menggiurkan, makanya dengerin masukan dari konsumen, biar konsumen lokal gak pada selingkuh

  5. handoyo25 says:

    Lah kan memang spt itu strategi marketing/produksi utk produk regional/global.
    Pusatkan produksi disatu negara yg demand-nya paling tinggi, sekaligus utk meng-cover kebutuhan negara sekitar/yg jauh sekalipun meskipun demand-nya tergolong kecil ditiap negaranya.

    Yg agak menarik adalah kasus PCX 150, mengapa Honda memproduksi di Vietnam?
    Apakah memang di Vietnam pangsa pasar tebesar type ini? Atau sekedar mengejar ongkos produksi yg rendah?

  6. daens says:

    Di luar negeri sono,orientasinya kendaraan roda 4 yg untuk dimiliki,contoh nya aja tuh Malaysia,persentase tingkat kepemilikan mobil. lebih tinggi dari Kita,roda dua sebagai pilihan kedua

  7. Pingback: Waspadalah Terhadap Informasi Otomotif Pesanan | Ninja150ss

  8. chibiyabi says:

    ekspor juga dibagi lagi, customernya, ada perusahaan afiliasi atau importir umum, klo jual ke importir umum itu full marginnya, alias udah ngejual kyk harga pasar, tapi klo ngejual ke ke perusahaan afiliasi (contoh YIMM jual ke yamaha thailand misalnya) itu margin ditentukan sama induk perusahaan, dan marginnya ga akan segede klo jual ke importir umum, kadang kadang malah jual harga pabrik alias untungnya cuma untung pabrik 😀 😀 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *