Rider Di Bawah Umur, Sasaran Empuk Para Begal!


image

Macantua.com – Berkendara malam hari dengan menggunakan sepeda motor memang berbahaya. Terlebih anak dibawah umur yang secara aturan pun belum seharusnya mengendarai motor. Ya pasti jadi sasaran empuk para BEGAL. Seperti yang dikisahkan oleh Sal Virgiananda di halaman facebooknya. Anak sulungnya yang berusia 15 tahun (kelas 1 SMU) menjadi korban begal saat mengendarai motor tengah malam menuju pulang ke rumah.

BEGAL…

Selama ini saya hanya mendengar dan mengetahui istilah ini dari TV dan media online, tentang segala sepak terjang negatifnya yang selalu merugikan pihak lain baik material maupun non material. Dan kali ini, ternyata keganasan  Begal ini menimpa anak sulung saya yang masih berumur 15 tahun dan 2 orang temannya baru menginjak kelas 1 SMA, di salah satu sekolah negeri di kawasan Jakarta Barat.
Seperti biasanya, setiap malem libur sekolah (malem Sabtu/Minggu), anak saya minta ijin untuk maen ke tempat temennya dan saya selalu ingatkan untuk memakai helm dan jaket serta agar pulang ke rumah sebelum jam 12 malam.
Sekitar jam 01.30 malam saya mendapat kabar dari temen sekolahnya kalau anak saya kecelakaan dan saat ini dirawat di rumah sakit. Saya dan istri bergegas ke rumah sakit dan sampai disana saya lebih kaget lagi mendapat kabar kalau anak saya ternyata dibegal dan dibacok.
Singkat cerita, setelah selesai proses pengobatan saya meminta anak saya dan temannya yang jadi korban untuk bercerita tentang kronologi kejadian tersebut, seperti yang saya kutip dibawah ini.
Saat itu, sekitar jam 23.45 anak saya dan dua orang temannya sedang dalam perjalanan pulang dari tempat mainnya dengan dua motor. Sesampainya di daerah Puri Kembangan, Meruya, Jakarta Barat, saat kondisi jalan agak sepi kedua motor tersebut dipepet oleh 4 orang dengan menggunakan 2 buah motor dan memegang senjata tajam clurit dan pedang langsung menghentikan motor anak saya dan temannya dengan mengacungkan senjata tajam. Temen anak saya (berboncengan), sempet tancap gas  meskipun yang dibonceng tak luput dari ayunan pedang dan mengalami luka bacok di bagian punggung.
Malang bagi anak saya, sepeda motornya dialingin pake motor begal & udah dipegang oleh pembegal tersebut sambil berusaha untuk merebut kunci motor. Secara reflek anak saya mencabut kunci motor dan berusaha untuk lari. Baru beberapa langkah, anak saya berhasil ditendang bagian punggungnya dan jatuh  telungkup dengan lutut jatuh di aspal menahan badan. Dalam posisi tersebut salah satu begal mangayunkan cluritnya dan punggung sebelah bawah. Pada saat itu juga dua orang temannya dan beberapa warga kembali ke tempat tesebut dan para begal tersebut langsung melarikan diri dengan meninggalkan clurit yang masih menancap di punggung anak saya sehingga mengakibatkan luka yang cukup dalam. Dibantu oleh warga, akhirnya anak saya dilarikan ke balai pengobatan terdekat dan langsung dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan ambulan.

Menurut informasi berbagai sumber, daerah sekitar itu memang rawan dari aksi kejahatan terutama pembegalan disertai kekerasan dan salah satu korban lain adalah teman sekantor saya beberapa tahun yang lalu.

Ini sedikit berbagi cerita saya, dengan harapan dapat dijadikan pengalaman bagi kita semua untuk lebih berhati-hati saat mengendarai motor pada malam hari.

Semoga anak saya adalah korban terakhir dari kebiadapan begal dan tidak ada lagi korban-korban berikutnya…

RS Sari Asih, 15 Mei 2016.

Nah jelas kan? Anak dibawah umur memang seharusnya tidak berkendara, terlebih malam hari. Secara SIM pun belum punya sehingga belum layak untuk mengendarai kendaraan bermotor. Ini instrospeksi juga buat para orangtua yang mengizinkan anaknya berkendara dengan motornya. Bukan hanya resiko tertilang polisi, resiko kecelakaan dan dibegal seperti cerita di atas sangat besar. Beruntung bila masih bisa pulang dalam keadaan bernyawa, kalau kecelakaan atau dibegal terus meninggal dunia pulang tinggal nama? Yang akan menyesal adalah orang tuanya juga. Keep safety buat semuanya hindari area rawan buat pengendara baik motor maupun mobil. Ingat kata Bang Napi “kejahatan bukan karena ada niat ada niat sang pelaku tapi karena kesempatan waspadalah waspadalah”. Semoga jadi pembelajaran buat semua.

Advertisements
This entry was posted in adventure, berbagi, motor, opini pribadi, safety, SIM and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Rider Di Bawah Umur, Sasaran Empuk Para Begal!

  1. DNFmagz says:

    Hadeeee
    Begal itu baiknya dibuakar sahaja ? semakin parah saja kelakuan begal

  2. Fa74 says:

    Mmg rawan daerah situ. Harus lebih hati2 skrg, trutama saat ini, perekonomian lesu sejak pemilihan presiden kmrn, makin banyak penjahat.

  3. Makasih om.
    Mudah2an anak saya jadi korban yang terakhir aksi begal ini.

  4. Tambahan info aja, sebenernya begal juga gak milih2 umur… tapi lebih kepada kesempatan & apesnya kita… siapapun kita,mau tua muda, laki perempuan sama saja…
    Sebelumya temen kantor saya yang notabene udah dewasa (umur 30an), punya SIM tetep kena begal juga…
    Jadi intinya lebih hati2 aja… siapapun kita 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *