Mengukur Standar Kebisingan Knalpot Dengan Aplikasi Android (with Video)


image

Knalpot racing dari pabrikan. Ditilang juga ga?

Macantua.com – Masih hangat bahasan soal knalpot racing vs knalpot standar nih, dimana knalpot racing meski harga jutaan dan bermerk pun bisa kena razia. Nah kali ini ane bakal bahas soal bagaimana mengukur kebisingan knalpot dengan aplikasi Android. Nah motor yang ditest adalah motor ane sendiri yakni Kawasaki Z250 SL. Bagaimana hasilnya? Mangga digeber…

image

Kode knalpot standar Kawasaki Z250 SL

image

Odometer masih 2328. Masih standar pabrik

Nah pertama ane jelaskan spesifikasi motor ane dulu ya… Motor ini adalah motor keluaran Kawasaki bermesin 250cc 1 silinder dengan basis mesin seperti milik KLX atau Dtracker 250. Knalpot yang ane gunakan adalah knalpot standar pabrikan berkode BR250 alias Z250 SL. Odometer di saat ane melakukan pengujian atau pengetesan berada di angka 2328 km alias masih standar ting ting…. Untuk melakukan pengetesan kali ini, Aplikasi yang ane gunakan ada 2, yang pertama adalah Sound Meter dan yang kedua adalah Decibel Meter (silakan cari di google play store ya).

image

image

Hasil pertama dalam kondisi stasioner. Ane menggunakan aplikasi sound meter untuk melakukan pengetesan. Ternyata aplikasi ini mencatat angka 90 DB pada kondisi stasioner alias langsam. Sedangkan untuk aplikasi Decibel meter mencatat angka yang relatif sama. So dalam kondisi standar dengan mesin stasioner pada putaran 1250-1500rpm knalpot sudah mengeluarkan kebisingan 90 desibel.

image

Lihat angka maksimal berwarna kuning tercatat 92 Desibel

image

Kondisi kedua ane coba sedikit menaikkan putaran mesin di angka sekitar 4000 – 5000 rpm. Dengan aplikasi pertama sound meter ternyata mencatatkan angka yang mencengangkan yakni maksimal 92 Desibel!!! Sedangkan dengan aplikasi kedua tercatat hanya 90 Desibel. Ini kondisi motor standar lho…ane ga tipu tipu…

image

Knalpot standar pun sudah lebih dari angka 90 DB. Bagaimana dengan knalpot aftermarket ya kira kira? Apakah masih dalam taraf wajar sesuai undang undang ? Hmmm ane jadi penasaran, sebenarnya hukumnya itu knalpot standar atau mengikuti standar kebisingan? Kalau misalnya mengikuti ukuran untuk kubikasi 175 cc ke atas adalah 83 DB. Knalpot standar Kawasaki Z250 SL pun sudah ga masuk standar dong…. Bagaimana menurut mu sob?

Silakan buffering videonya kalau penasaran ya….



Advertisements
This entry was posted in aplikasi, berbagi, hobby, Kawasaki, mesin, modifikasi, motor and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Mengukur Standar Kebisingan Knalpot Dengan Aplikasi Android (with Video)

  1. DNFmagz says:

    Nah lho pabrikan saja melanggar untuk kenalpot, belum lagi masalah led yg melebihi standar candela untuk motor
    ?
    Gimana dong

  2. Ngukurnya harusnya ga sedeket itu, diluar sana ngukurnya jg dari jarak beberapa meter, kalo ngukurnya begitu ya jelas desibelnya tinggi wong mic nya kena angin knalpot -_-

  3. Digaspol says:

    Entahlah.. tapi ane juga pernah ngukur db Nob1 di vixion, di beberapa tempat yang berbeda dengan tingkat kebisingan tempat yang berbeda juga.. hasilnya pun berbeda2, ada yang 80 saat stasioner, ada yg 70, ada yang 90.. pernah baca juga, jarak mic sama mulut knalpot untuk mengukur db sekitar 20-40cm..

  4. Andryasha says:

    setahu saya pengetesan disable itu gag di deketin mepet ke knalpot gitu deh..ada jarak dari disable detector dengan mufflernya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *