Konsumen Sekarang Sudah Pintar!


image

Macantua.com – Drama pencitraan memang banyak terdengar saat berbagai aktivitas politik digelar. Entah itu saat pemilihan RT, RW, kepala kampung, Bupati atau bahkan pimpinan negara. Semua berjuang mempromosikan dirinya dengan sebaik baiknya. Yah sampai dengan “pencitraan” dimana hal tersebut sesungguhnya biasa terjadi dan diblow up hanya untuk menaikkan citra. Ada kalanya tips ini berhasil dilakukan, terutama berhasil dilakukan untuk orang orang yang memang awam atau bahkan minim informasi. Tapi untuk yang paham, pasti akan menentukan sikap. Hal ini juga terjadi di dunia automotif, dan ini menunjukkan bahwa masyarakat atau konsumen sudah PINTAR!.

Kalau dulu, saat keterbatasan informasi masih menjadi kendala memang semua informasi bisa dibilang akan dengan mudah terserap ke masyarakat. Penggunaan issue issue Produk lebih Joss Produk B lebih juara sepertinya sudah tidak terlalu manjur lagi digunakan. Sudah saatnya pabrikan memberikan “nilai plus” sebagai sesuatu yang mesti ditonjolkan. Misalnya, Produk A punya kelebihan irit, power merata setiap rentang rpm dan tampilan sporty. Sedang produk B yang juga sejenis memiliki kelebihan di ergonomi yang nyaman, tersemat banyak fitur dengan fasilitas jaringan 3S terlengkap.

Tapi sangat disayangkan hingga saat ini imej “sales” sebagai pelaku penjualan dan promosi suatu produk itu selalu identik dengan namanya pencitraan yang selalu beriringan dengan black campaign. Anehnya black campaign bukan lagi sekedar brosur tapi bisa berwujud “banner raksasa” di perempatan jalan. Dan anehnya lagi aktivitas ini seolah “dibiarkan”. Yah terlepas aktivitas ini disetujui atau tidak oleh pusat, yang pasti ini seolah jadi “hal yang biasa terjadi”.

Kembali ke topik, konsumen sudah pintar. Ingat konsumen sudah pintar. Dengan banyaknya sarana penyalur informasi mulai dari blog blog independent sampai media ternama (entah ya diamplopin atau engganya) baik media cetak maupun media elektronik sudah menjadi sumber informasi yang bisa buat jadi referensi pembanding. Sebut saja media X bilang produk A lebih powerfull kemudian media Y bilang kalau produk B lebih mumpuni, meski seolah blunder bisa dipastikan konsumen akan bisa jauh lebih menilai “mana yang lebih netral”.

Nah kalau bicara netral memang sulit dilakukan, bahkan netral ini bisa diartikan banyak maksud, bisa netral dengan artian pure, bisa juga dalam arti yang diselewengkan. Tapi terkadang demi disebut netral malah menjerumuskan sang sumber informasi (baca : media) justru malah terkesan memihak salah satunya. Sebagai contoh : mayoritas media bilang A lebih oke, ternyata si B demi dianggap netral justru mencari sisi buruk dari produk tersebut, padahal terbukti produk A diterima baik oleh masyarakat. Memang sih secara informasi sisi lemahnya produk harus diberitakan. Tapi kalau hanya membahas sisi buruknya saja apa bukan malah menggali lubang untuk menutup jendela sumber informasi media tersebut? Bisa saja pemilik produk justru menjauhkan diri dari sang pemberi informasi atau media.

Last, sepertinya sudah ga jaman maen black campaign, sudah saatnya menjadi sisi yang memberikan semua informasi, baik dan buruk suatu produk diberitakan secara detail, tentu saja demi menjadi masukan terhadap produk tersebut. Bukan melakukan penggiringan opini hingga menjadikan informasi sebagai provokasi. Cukup berikan informasi yang berimbang dan biarkan konsumen memilih serta menentukan produk mana yang akan dibelinya. Karena mereka (komsumen) sudah pintar, bukan fansboy buta merk yang cari sensasi. Ciao….

Advertisements
This entry was posted in berbagi, marketing, motor, opini pribadi, sales, Social media and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Konsumen Sekarang Sudah Pintar!

  1. COCODOT says:

    Itulah indonesia amplop tebal jalan pun lancar, tabloid yang lancar black campaign siap2 saja kaga laku, karna kepercayaan ndlosorr

  2. wisnu says:

    teing atuh mang kumaha amang we lah

    lamun urang boga duitmah da hayangna meli cb 500

    jadi bingung

  3. COCODOT says:

    Horeeee premium turun gope, hayu urang demo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *