Lubang Di Jalan Meminta Korban, Siapa Yang Harus Tanggung Jawab?


kondisi-jalan-pantura-jatibarang-cirebon-berlubang4-macantua.com_.jpg.jpeg

Jalan berlubang dan truk…. kombinasi joss…

Macantua.com – Menjadi pengguna jalan di Indonesia memang belum terjamin keselamatannya. Meski setiap kita memperpanjang pajak pasti dibekali dengan Asuransi Jasa Raharja tapi itu pun belum berarti apa apa bila sarana dan prasarana yang ada dan kita gunakan setiap hari masih membuat peluang besar kita kecelakaan. Sebagai contoh saja LUBANG yang banyak bertebaran di jalan mulai dari yang ukurannya kecil sampai yang gajah pun bisa berendam. Kira kira kalau kecelakaan dikarenakan sarana dan pra sarana seperti ini siapa yang patut di salahkan?

Sampai Kapan?

dr. Novan Ardian, salah seorang dokter di RS Anwar Medika jalan Bypass Krian melaporkan, dirinya menerima pasien yang mengalami kecelakaan tadi pagi sekitar pk. 06.00 WIB di setelah Layang Trosobo arah Krian. Pasien tersebut, seorang perempuan a.n. Natalia Debora, warga Watugolong Krian, yang tertabrak truk trailer karena menghindari jalan berlubang.
dr. Novan bercerita, malam ini pk. 19.00 WIB kaki Natalia akan dioperasi. Kedua kaki Natalia hancur, terlindas truk saat menghindari jalan berlubang. Natalia mengarahkan sepeda motor Vario W 6469 NT miliknya ke kiri, jatuh dan tak disangka ada truk trailer L 8097 UK yang juga melintas di arah yang sama. Natalia sempat tak sadarkan diri. Sopir truk dan pengguna jalan lainnya membantu evakuasi dan membawanya dengan ambulance.
dr. Novan mengaku bahwa dirinya seringkali menerima pasien seperti Natalia, yang mengalami kecelakaan karena jalan berlubang di Krian. Di ujung pembicaraan, dr. Novan bertanya melalui Radio Suara Surabaya, ‘Kapan diperbaiki? Sampai kapan korban akan berjatuhan?’. (odp-hm)

Ane kutip dari E100 di facebook dimana seorang wanita mengalami kecelakaan hingga kedua kakinya harus direlakan terlindas truk trailer karena terperosok lubang di jalan. Apa iya harus supir truk yang disalahkan? Tentu saja tidak! Kecelakaan memang sebuah musibah yang tidak bisa ditebak. Tapi setidaknya bisa diminimalisir terjadi. Terus siapa yang meski bertanggung jawab?

kondisi-jalan-pantura-jatibarang-cirebon-berlubang3-macantua.com_.jpg.jpeg

Pertama adalah Pemerintah, yup pemerintah mesti bertanggung jawab akan pengelolaan setiap uang yang diterima dari pajak yang diambil setiap tahunnya dari setiap kendaraan yang ada di wilayahnya. Karena pajak kendaraan semestinya dipergunakan untuk membangun fasilitas yang berkaitan dengan penggunaan kendaraan mulai dari jalan, marka jalan, penerangan jalan dan sebagainya.

Kedua adalah Dinas Pekerjaan Umum. Dinas ini adalah wadahnya segala macam proyek pembangunan yang ada. Melalui dinas ini lah semua proyek digelontorkan ke para pemenang tender yang mengerjakannya nantinya. Kalau di Dinas ini sudah rusak dan memberlakukan “japrem” kepada para kontraktor pemenang tender ya bagaimana proyek akan berjalan sempurna? Bukan suudzon sih tapi ini adalah sebuah kenyataan pahit dimana biaya pembangunan rata rata bocor sejak dini saat tender itu baru akan dikerjakan.

Ketiga, pemegang tender. Kenapa pemegang tender? Ya ini sudah jadi rahasia umum apalagi ane pernah dengar dari seorang teman yang bekerja di proyek pembuatan jalan bahwa dari budget sebesar A yang digunakan untuk realisasi jalan tidak lebih dari 1/4 total budget! Mulai dari pengurangan aspal ketebalan batu sampai proses pengerasan sebelum proses pengaspalan dilakukan. Itu dari sisi pengusahanya,belum lagi kelakuan “maling maling” di lapangan yang melakukan hal serupa. “Boss gw dapet gede masa gw cuma dapet keringat doang bro?” Kicau seorang rekan saat dia masih bekerja di salah satu proyek pembuatan jalan.

kondisi-jalan-pantura-jatibarang-cirebon-berlubang-macantua.com_.jpg.jpeg

Nah, jadi kalau dihitung total mungkin yang jadi bentuk jalan pada proyek tersebut bisa jadi hanya 20% atau bahkan kurang dari total budget kan? Andai mereka tau nasib para korban kecelakaan yang mereka sebabkan. Atau salah satu anggota keluarga mereka mengalami yang di alami Mbak Debora di atas. Kira kira apakah mereka akan sadar? Belum lagi banyak korban korban lainnya yang mungkin sampai meninggal dunia. Apa iya demi “proyek tanpa ujung” seperti perbaikan jalan di berbagai daerah rela mengorbankan anggota keluarganya? Ane rasa tidak. Semoga saja para pengemban tanggung jawab yang ane sebutkan di atas bisa segera sadar akan tanggung jawabnya. Tidak ada lagi “proyek tanpa ujung” yang minimal setiap setelah musim hujan dan menjelang lebaran menjadi incaran. Dan semoga tidak ada seorang pun anggota keluarga mereka yang merasakan apa yang di alami para korban “lubang” sebelumnya. Ciao….

Advertisements
This entry was posted in accident, adventure, motor, safety and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

26 Responses to Lubang Di Jalan Meminta Korban, Siapa Yang Harus Tanggung Jawab?

  1. warungasep says:

    kenapa ya aspal di negara kita cepat berlubang? kualitas aspalnya, kontur tanahnya atau karena dia wjwjwjw

    http://warungasep.net/2016/03/12/warna-yamaha-yzf-r15-terbaru-versi-2016-ada-3-varian-gak-ada-perubahan-desain/

  2. I like FBY says:

    Biasanya sih akan selalu lempar tanggung jawab…

    Jalan itu bukan tugas & tanggung jawab depart PU ya kang ….. ???

  3. wisnu says:

    dari rakyat
    oleh rakyat
    untuk rakyat
    kata pak guru dulu sih ,,tapi kenyataanya sangat jauh berbeda,,bukan begitu bro???

  4. jojo says:

    Itulah biar tahunan dpt fulus tp makan korban

  5. naruhara says:

    emang parah perawatan jalan di sini. di kota saya padahal ada jalur yang tiap tahunnya dilewatin pemudik, tapi kualitasnya payah! lobang di mana mana, dari yang cuma coakan kecil sampe lobang kayak bekas kejatohan meteor… dan itu ditengah tengah jalan. coba bayangin kalo yg lewat situ belom apal medan, plus sering lampu jalan mati, penerangan kendaraan terutama motor gak seberapa, mau jadi apa itu orang?

    pernah ada kasus di jalan yang sama juga, lagi ada proyek benerin pemisah jalan eh batu batu gede, pasir plus tanah dibiarin gitu aja. akhirnya ada orang nabrak. ampun dehh.. punya proyek kok gak mikirin keselamatan pengguna jalannya. dididik gak sih?? otak di mana woy itu pekerja jalannya!

  6. COCODOT says:

    Jalanan rusak loba paktor penyebabna, nya salah sahijina eta adonanna te pas takerana hehe… Sakuduna 100% paling asup 20% loba teuing bocorna, Indonesiaku tercinta korupsi masih merajalela, hadeuuuh…

  7. RevvingRuby says:

    kalau korbannya udah bayar pajak yg dibayar lah yg musti tanggung jawab

  8. iwan beneran says:

    tunggu Presiden RRC atau PM Singapura gantiin Jokowi. atau mungkin tunggu Ahok jadi Presiden ? ahh..gak ngefek..di jakarta aja masih banyak jalan berlubang dicuekin..nasib..nasib..

  9. handoyo25 says:

    Belum lagi nanti kalau bicara status “kepemilikan” (dan perawatan) jalan tsb, karena memang ada jalan raya yg milik pemerintah pusat (contoh pantura), jalan milik pemerintah propinsi (antar kota besar), dan jalan milik pemerintha kota/kabupaten.

    Biasanya sih, kalo jalan tsb milik pemkot/pemkab relatif lebih cepat diperbaiki kalo ada kerusakan (birokrasinya lebih cepat) daripada jalan punya pemprov apalagi pusat

  10. andhi2010 says:

    Padahal uang…uang… terus yang dicari negara ini.
    Pajak aja digedein.
    Larinya kemana???

    BPJS : suruh nabung buat jaga2 klo sakit dengan alasan gotong royong segala. (kok dibebankan rakyat)
    Dana ketahanan energi (ini mah, ga tau aktualnya bagaimana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *