Baru Naik Kelas? Jangan Asal Tarik Gas!


image

Naik kelas, bejek gas malah terbang

Macantua.com – Menjadi impian setiap pecinta roda dua untuk memiliki motor dengan kapasitas, power dan tampilan lebih keren dari sebelumnya alias naik kelas. Selain meningkatkan “pride” juga memperluas pergaulan tentunya. Tapi, banyak kejadian saat baru naik kelas motor justru yang terjadi adalah celaka. Dan semuanya berawal dari “asal tarik gas”! Untuk yang pertama naik kelas biasanya ada rasa “aing nu pang keren na” pada diri sang rider menjadikannya lupa akan apa yang harus dipelajari sebelum berkendara dengan lancar dengan motor barunya. Apa saja sih?

image

Pertama adalah posisi berkendara. Biasanya, buat yang baru naik kelas akan merasakan riding position yang berbeda. Terlebih yang biasa naik bebek atau matic tiba tiba langsung punya motor sport fairing. Perbedaan riding position ini akan menguras tenaga dan meningkatkan kelelahan. Ini bisa fatal saat sang rider salah perhitungan. Yang biasanya naik matic tangan ga pegel, eh tiba tiba saat pake motor sport fairing kaki tidak napak dan tangan menjulur ke depan menyebabkan fatigue saat berkendara pada jarak yang sama. Kenali lebih lanjut soal motor yang baru kamu miliki, sesuaikan dengan kenyamanan badan agar tidak menyesal dan akhirnya dijual kembali.

image

Kedua adalah handling saat bermanuver, bobot motor,dimensi, power serta posisi riding mempengaruhi sang rider saat bermanuver di jalanan. Yang tadinya bisa nyempil seenaknya kini karena perbedaan yang signifikan membuat sang rider sulit bermanuver. Power yang besar membuat motor menjadi sulit dikendalikan sekali gas pada matic atau bebek mungkin ga se-signifikan saat sekali gas pada motor gede. Salah salah tarik gas, malah terbang dan kecelakaan. Kan miris, sama saja dengan membeli alat pembunuh untuk diri sendiri!

image

Yang terakhir adalah ego “asa aing“, ini yang susah banget dikontrol. Ane sih maklum karena sebuah kebanggaan bisa naik kelas. Tapi dengan besarnya power motor dan tingkat kesulitannya dalam dikendalikan seharusnya memang para rider meski mengatur ego dan emosi saat berkendara. Ga bisa disamakan seperti saat bawa matic atau bebek yang meski gas dibejek sampe motor bergetar edan motor tak melaju kencang. Jangan hanya akibat ego “asa aing” ini akhirnya motor dipacu tidak sesuai dengan skill yang dimiliki, dan amit amit bisa berujung bencana.

Last, naik kelas memang asik,naik kelas memang gaya, tapi sebaiknya tingkatkan skill dan kurangi ego serta emosi mu terlebih dahulu anak muda…. karena bukan hanya “pujian” yang bisa kamu terima, bisa jadi “hinaan” akibat kesombongan atau malah kecelakaan yang dirasakan. Keep safety riding!



Advertisements
This entry was posted in berbagi, moge, motor, safety and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

16 Responses to Baru Naik Kelas? Jangan Asal Tarik Gas!

  1. kta orang sana perlu adanya “self control”

  2. W15NU says:

    poho meren nya,,cioaa

  3. COCODOT says:

    Nu mawana budak ta kolot eta, makanya ulah adigung nya mang

  4. Speed Man says:

    Sebenernya SIM itu lebih cocok dr umur 19 tahun. Umur 17-18 masih tinggi emosi dan egonya, kalo salah didikannya bisa berakibat salah kaprah. Untung saya bisa mengendalikan, dulu sering terpacu emosinya (dulu dr 100cc naik ke 135cc). Alhamdulillah gara” bnyak belajar dr blogger” kondang saya jadi paham apa itu eco ridding dan akhirnya bisa ngendaliin emosi stelah 19 th, dan dapet ilmu yg bener. Heheh

  5. Fa74 says:

    Berlaku tuk semua jenis sih. Klo bru pegang motor org laen pun walopun sama ma punya kita, kenali dulu karakternya, beda pemilik dah beda perlakuan. Apalagi klo naek kelas, lompat lagi, dr matic ke sport fairing 250cc misalnya, jauh banget feelnya.
    Yg turun kelas jg gitu, tanya aja mbah dukun 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *