Polisi Pun Terkadang Tak Tahu Hukum

image

Macantua.com -Sebuah tulisan yang ane angkat dari salah satu komen di macantua.com. sebuah cerita yang bikin miris, seorang penegak hukum (baca : polisi)  pun tak mengerti hukum atau malah menyelewengkan hukum itu sendiri. Lalu bagaimana penegakan hukum di negeri ini bisa benar?

image

ikutan share dan bagi2 informasi…

Jangan takut sama POL-pol’e ngapuSI selama kita benar. Dan kebanyakan dari Polisi Tidak faham akan UU apalagi hafal. Mereka selalu memanfaatkan masyarakat kita yg sebagian besar Buta hukum dan takut berurusan dengan Polisi(kebanyakan karena doktrin orang tua kita dulu menakut2i anak2 agar takut sama polisi).

Sekedar info pengalaman saja, saya pernah ngotot dan sampai baku mulut dengan polisi karena dituduh melanggar UU lalin. Untung saya masih bisa sabar dan ngerti hukum lalin. Awalnya gara2 plat palsu yg saya bikin karena belum dpt dr samsat waktu pajak. Dituduh pemalsuan segala. Pada akhirnya saya mengalah karena buru2 masuk kerja. Saya langsung minta surat tilang dan yg ditahan Sim C saya. Setelah dikantor saya lihat lagi di pelanggaran ditulis 3 pasal. Dan setelah saya check di UU lantas saya kaget ditulis tidak Punya SIM, melanggar Lampu merah, dan masalah TNKB, dalam hati saya senang karena saya menang telak akan kasus ini dan bisa membalas perlakuan polisi yg telah mencoreng Korpsnya..

Sambil berjalannya waktu sidang pun saya datang. Perlu diingat persidangan dijalankan jika alat bukti dan saksi lengkap, jika tidak Batal demi hukum. Ini jadi point penting untuk saya mau datang sendiri dan mengikuti sidang tanpa calo. Saya membawa stnk yg ada stempel plat nomer sedang dlm proses. Akhirnya nama saya dipanggil. Saat persidangan dimulai saya ditanya hakim yg intinya apakah saya mengakui kesalahan yg dituduhkan kepada saya sesuai surat tilang tsb, saya jawab dengan lantang ‘Tidak pak, saya tidak mengakuinya’ hakim bertanya ‘alasannya yg menguatkan anda apa?’ sayapun menjawab ‘saya tidak bersalah pak, tp polisi tersebut yg bermasalah, dengan dalih saya melanggar uu lantas menghentikan saya agar saya bisa diperas dengan mencari kesalahan saya’ hakim kembali bertanya ‘apa buktinya?’ setelah saya menceritakan kronologisnya langsung saya mohon ijin mendekat ke hakim untuk menunjukkan bukti2 yg saya bawa : 1. STNK dengan stempel dr samsat.  2. Kesalahan Penulisan pasal (yg ditahan SIM tp pasalnya ndak punya SIM) 3. Saya menayakan bukti kalo saya melanggar lampu merah (secara mereka tak punya bukti saya melanggar, dan kenyataan saya diberhentikan posisi menunggu lampu merah).

Dan akhirnya hakim memenangkan saya dalam kasus ini. Saya bebas tuntutan demi hukum. Kemudian saya minta brita acara sidang ke petugas pengadilan (sebagai modal lapor ke PROPAM). Setelah laporan saya diterima PROPAM, Polisi yg menilang saya kena sangsi diwajibkan meminta maaf secara lisan dan tertulis lewat media kepada saya juga tidak akan naik pangkat/jabatan selama 2 periode kenaikan pangkat. Asiknya lagi setiap ketemu saya di lampu merah selalu menundukkan muka karena malu.

Dari share pengalaman saya ini jangan takut kepada siapapun kalo kita benar. Jika kita harus mengalami kezoliman percayalah akan ada terang didepan kebenaran.

Dan membuktikan sebagian besar Polisi tak hafal pasal.

Untuk semua temen2, mari kita sama2 ikut berpartisipasi membangun mental negara kita dengan tetep terus memantau dan mengkritisi instansi yg bermasalah agar menjadi lebih baik.

Terimakasih ada tempat saling berbagi disini

.

   
 
Miris kan? Andai saja si Om Leonardo Seagate sang komentator merelakan semua pasal diadili dan menerima denda yang harus dibayarkan olehnya, berarti sebuah keadilan diselewengkan. Hitung berapa pengendara yang ditilang setiap harinya? Hitung berapa yang terpaksa “setuju damai ditempat”. Berapa banyak yang harus RUGI karena ulah mereka?

   
 

hiji ge Maung…..

contact : raza.rajendra@gmail.com

About these ads
This entry was posted in mobil, motor, polisi, prosedur, prosedure, razia, SIM, STNK and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

19 Responses to Polisi Pun Terkadang Tak Tahu Hukum

  1. gilaroda2 says:

    Saringannya bocor, jd ada oknum silup yg harusnya gak lolos tes tetep bs jadi silup…ya gitu deh hasilnya…cmiiw…

  2. yht2506 says:

    Reblogged this on yht2506 and commented:
    Speechless membaca artikel dari macantua.com apa benar seperti itu kualitas penenggak eh penegak hukum di negeri ini?

  3. Rio says:

    Namanya juga manusia….

  4. ardiantoyugo says:

    Polisi udah terlanjur dicap jelek dan suka meras… Suram suram… Bahkan di tempatku ada istilah “pokoknya besok gede jangan jadi polisi”… Wew…

    Review Windows 10 Mobile Preview: http://wp.me/p1eQhG-1hM

  5. Mr. Uip says:

    Polisi lagi polisi lagi,…
    bosan saya mendengar Polisi,. ngoahahaaa

  6. arh thea says:

    (●≧▽≦)♪ ωααααααασσσσωωωωωωω….. mantap. Setuju Harus berani klw kita benar 😀

  7. goozir says:

    joss…itulah oknum institusi yang tidak tahu institusi

    cocokah sepeda motor anda menkonsumsi pertalite?

    http://www.goozir.com/2015/07/apakah-sepeda-motor-anda-cocok-minum-pertalite.html

  8. Mase says:

    wah saya kl kena tilang gak pernah ngecek pasal pasal… duuhhhh…

    kapan polisi Indonesia jadi bener sesuai fungsinya ya…

    satuaspal.com/2015/07/31/vixion-hajar-ibu-ibu-naik-motor-nyebrang-jalan-pengendara-tak-bisa-duduk/

  9. cupcake says:

    mantap,,

  10. Mas Ganteng says:

    patut di contoh itu om (y) keadilan milik bersama

  11. Saya begitu menyukai artikel yang disajikan dalam blog ini,
    Semoga sukses terus memberikan informasi bermanfaat utk semua orang.

Leave a Reply