Karena Mistis Toll Cipali (Cikopo Palimanan) Banyak Kecelakaan




image

Macantua.com – Setelah diresmikan minggu lalu Tol Cipali alias tol Cikopo Palimanan yang menghubungkan area Jawa Barat di bagian utara dibuka untuk umum. Bahkan digratiskan sampai tanggal 25 Juni nanti. Tapi dibalik semua kemegahan dan peresmian jalan Toll Cipali ini juga menyiratkan kesedihan para korban kecelakaan yang hampir setiap hari terjadi di jalur sepanjang 116 km ini. Dan parahnya mistis sealu dikaitkan dengan kecelakaan yang terjadi di toll Cipali Cikopo Palimanan ini.


Padahal kalau kita lihat secara pikiran orang biasa yang berfikir positif seharusnya kita menyingkirkan faktor mistis dalam beberapa kejadian kecelakaan di toll Cipali (cikopo palimanan) ini. Apa saja? Hayu kita bahas yukkkk….

Pertama, jalan panjang lurus = topspeed. Jalan panjang nan lurus biasanya jadi kegemaran para pengebut. Makanya ga aneh kalau kecelakaan. Dengan bangganya para hobby ngebut tak berotak pun posting di sosial media soal raihan topspeed mobil kesayangannya. Ga cuma mobil kencang, MPV dan LCGC pun ikut unjuk gigi. Ga kebayang kan? Betapa bobroknya mental driver di negeri kita.

Yang kedua, masih jalan lurus dan panjang = ngantuk. Yup jalan lurus dan panjang memang identik sama monoton. Hal ini yang bisa menyebabkan sang driver merasa ngantuk atau ga sadar keasikan menekan pedal gas. Disaat mata sedikit tak terawasi, dengan kecepatan tinggi pastilah kecelakaan dahsyat tak bisa dihindari. Anggap saja sedang melaju 100kmph berapa meter sang mobil melaju saat hilang konsentrasi berkendara 2 detik saja? Dan boom.. kendaraan pun hancur.

Yang ketiga, rest area belum berfungsi, bisa kita jumpai dibanyak papan peringatan tentang safety driving “ngantuk menepilah” atau “ngantuk beristirahatlah” tapi apa daya bila tempat peristirahatan belum beroperasi? Sedangkan jarak 116km bukan lah jarak yang dekat. Coba sepanjang Cipularang saja terdapat lebih dr 1 rest area yang berfungsi. Kelelahan jadi salah satu faktor kecelakaan yang ga bisa dipungkiri.

Yang ke empat, jalan toll beton cor. Jalan beton memang seolah sudah menggantikan aspal sebagai alas para kendaraan untuk berlalu lalang. Yah karena kekuatannya yang ga gampang rusak. Padahal ada banyak kelemahan cor beton dibanding aspal. Pertama daya cengkram ban yang tidak maksimal. Dan yang pasti gesekan berlebih menyebabkan ban lebih panas. Bayangkan bila melaju sejauh 72 km dari titik 0 jakarta kemudian ditambah dengan 116 km menuju Palimanan dengan kecepatan tinggi. Kemungkinan ban meletus sangat tinggi kan?

Yang kelima, angin kencang dari samping. Harus kita akui kalau berkendara disisi pantai angin akan terasa sangat kencang. Dan harus kita akui juga beberapa kecelakaan yang terjadi di toll Cipali rata rata mobil berjenis kaleng kerupuk MPV yang mayoritas memiliki ketinggian dan penampang yang lumayan lebar. Ada beberapa gunung yang dibelah dalam pembuatan toll Cipali,so angin yang biasanya dan seharusnya tertahan oleh gunung dan bukit kini memiliki jalur baru setelah pembangunan. Dan jalur angin tersebut bersamaan dengan jalur kendaraan.

Last but not least, human error. Bagaimana pun juga faktor manusialah menjadi faktor utama. Andai para pengendara menggunakan anugerah dari Sang Pencipta akan OTAK yang bisa dipakai untuk BERPIKIR mungkin semua faktor diatas akan jadi perhitungan dalam mengambil tindakan selama berkendara. Dan kecelakaan akan bisa diminimalisir, sehingga masyarakat tidak.mengkaitkan hal hal berbau mistis lagi dengan semua kecelakaan di Tol terpanjang di pulau Jawa ini. Ciao

Yang ini juga menarik :

  
 

hiji ge Maung……


Thanks for Sharing.....

Baca juga :

Contact :

Email @ raza.rajendra@gmail.com

Twitter @raza_rajendra

Youtube @ Macantua Story

Instagram @razarajendra

tumblr Oldtiger

NOTE : BUKAN DEALER ATAU BENGKEL MODIFIKASI. HANYA BERBAGI INFORMASI

Leave a Comment







19 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.