BUSI??? Apaan Tuch????




busi???
busi???

Macantua.com – Busi yang berasal dari bahasa Belanda bougie, adalah suatu suku cadang alias parts yang dipasang pada mesin pembakaran dalam dengan ujung elektrode pada ruang bakar. Busi dipasang dan digunakan untuk membakar bahan bakar yang telah dikompres oleh piston (pemampatan) di dalam ruang bakar.


Bagaimana Cara Kerjanya??? Percikan busi berupa percikan elektrik. Pada bagian tengah busi terdapat elektrode yang dihubungkan dengan kabel ke koil pengapian (ignition coil) dengan tegangan yang besarnya ribuan volt di luar busi. Tegangan listrik dari koil pengapian menghasilkan beda tegangan antara elektrode di bagian tengah busi dengan yang di bagian samping. pada kondisi ini arus tidak dapat mengalir karena bensin dan udara yang ada di celah merupakan isolator, namun semakin besar beda tegangan, struktur gas di antara kedua elektrode tersebut berubah. Pada saat tegangan melebihi kekuatan dielektrik daripada gas yang ada, gas-gas tersebut mengalami proses ionisasi dan yang tadinya bersifat insulator akhirnya berubah menjadi konduktor. Setelah ini terjadi, arus elektron dapat mengalir. Dengan mengalirnya elektron, suhu di celah percikan busi naik drastis, sampai 60.000K.  Suhu yang sangat tinggi ini membuat gas yang terionisasi untuk memuai dengan cepat, maka terjadilah seperti ledakan kecil. Inilah yang biasa kita sebut percikan busi, yang pada prinsipnya mirip dengan halilintar atau petir mini.

Katanya ada Busi Panas dan Dingin?? Bedanya Apa??? Nah Biasanya kita dihadapkan juga pada perbedaan jenis busi. Busi yang ada biasanya dibedakan menjadi 2, yaitu busi dingin dan busi panas. Busi Panas mempunyai kemampuan susah melepas panas dan mudah jadi panas dibanding busi standarnya. Busi tipe ini sangat nggak cocok bila bekerja pada temperatur ruang bakar tinggi. tapi sangat cocok bila dipakai untuk motor standar (sesuai bawaan pabrik). Karena apa? Jika temperatur ruang bakar cepat  mencapai sekitar 850º Celcius, maka akan terjadi proses ‘pre-ignition’ (pembakaran dini), di mana bahan bakar akan menyala sendiri sebelum busi memercikkan bunga api. Ciri cirinya pembakaran tidak sempurna ini bisa dilihat saat warna busi putih pucat. Dan biasanya mesin panas “ngaheab” kalau kata orang Sundanya.
Yang kedua adalah Busi Dingin. Berbeda dengan busi panas, busi dingin mempunyai kemampuan mudah melepas panas dan mudah jadi dingin. Busi tipe ini tak tepat bila bekerja pada temperatur ruang bakar yang rendah. Lebih cocok dipakai untuk motor khusus buat balap (bore-up). Karena jika temperatur ruang bakar terlalu rendah, hingga di bawah 400º Celcius, maka akan terjadi proses ‘carbon fouling’ atau menumpuknya jelaga sisa pembakaran tidak sempurna. Ini terjadi dimana  bahan bakar tak mampu terbakar sempurna sehingga bahan bakar yang tak terbakar akan menumpuk pada busi. Nah kondisi ini bisa dideteksi melalui warna busi yang hitam kering.

Last, setelah kenal busi, fungsi dan jenisnya mangga sesuaikan busi untuk motormu Sob…. biar motor kita bekerja dengan sempurna ya…. semoga bermanfaat. Ciao

Sumber : Wikipedia

Yang ini juga menarik :

Thanks for Sharing.....

Baca juga :

Contact :

Email @ raza.rajendra@gmail.com

Twitter @raza_rajendra

Youtube @ Macantua Story

Instagram @razarajendra

tumblr Oldtiger

NOTE : BUKAN DEALER ATAU BENGKEL MODIFIKASI. HANYA BERBAGI INFORMASI

Leave a Comment







24 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.