Sampai Kapan Club Motor Berulah???




image
Kelakuan club motor dijalanan.....

Macantua.com – Beberapa hari lalu ane baca dibeberapa blog otomotif tentang sebuah kejadian yang melibatkan sebuah Club Motor dan sebuah mobil yang berakibat patahnya spion alias rear view mirror sang mobil MPV dari Honda ini. Dan hal ini sampai melibatkan media televisi serta pihak Kepolisian.

Menurut informasi dari televisi dan Kepolisian serta korban, pelaku melakukan penendangan terhadap spion mobil korban sampai rusak. Dan saat dikejar pelaku beserta rombongannya melarikan diri hingga akhirnya korban melakukan pelaporan ke Kepolisian setempat. Singkat kata, pelaku beserta rombongan (touring) nya  diamankan pihak berwajib dan didapati sang pelaku tidak membawa kelengkapan surat surat kendaraan. Wow Super sekali….

Selang beberapa saat kemudian ketua dari Club motor yang terjaring ini memberikan pernyataan. Katanya sih surat terbuka yang berisi bahwa kejadian tersebut “hanya terserempet tidak sengaja” dan kedua belah pihak sudah berdamai.

Secara pribadi ane menganggap ini seperti sebuah “pembelaan buta” terhadap pelaku. Dari sisi hukum berkendara di jalan raya pun pelaku sudah melakukan pelanggaran yang sangat jelas. Pihak Kepolisian berhak menahan kendaraan yang tanpa kelengkapan surat surat tersebut. Tapi dari sisi Club menganggap ini hal “biasa”, seharusnya sebagai Club yang sudah memiliki nama besar sebesar kondom tangkinya ini lebih selektif akan anggotanya terlebih apabila akan melakukan perjalan atau touring dengan jarak menengah atau bahkan jarak jauh. Yah jangankan touring berkendara sehari hari juga seharusnya kelengkapan berkendara baik itu atribut maupun surat surat harus selalu dipakai dan dibawa dong….

Selain itu, kenapa tidak dilakukan konferensi pers bersama korban dan pihak Kepolisian. Atau minimal gambar surat bermaterai yang menyatakan kedua belah pihak sudah damai yang disertakan pada saat melakukan klarifikasi untuk memperbaiki nama club nya tersebut? Karena media saat ini bisa saja menghiperbolakan cerita kejadian seaungguhnya menjadi lebih wah dan menarik buat dibaca dan ditonton. Hal ini bisa saja memperburuk citra club tersebut hingga dicap arogan oleh masyarakat tentunya.

Kembali ke judul. Imej “biker” dan “club motor” memang sudah terlanjur buruk di masyarakat. Dengan bertambahnya kejadian yang terekspose seperti ini masyarakat akan mensejajarkan  “Club” dan “Geng” dalam artian yang sama. Arogan, anarkis, urakan, egois sudah melekat pada imej “biker”. Padahal bisa dipastikan tidak semua Club motor atau anggota club motor tersebut bertingkah laku seperti “cap”nya yang ane sebutin di atas.

Pertanyaannya? SAMPAI KAPAN CLUB MOTOR akan tetap BERULAH di jalanan? Sampai kapan CLUB MOTOR bisa merubah imej AROGAN dijalanan? Sampai kapan makna BROTHERHOOD disalahgunakan demi kepentingan segelintir orang dengan motor dan type yang sama? Dan kapan para Oknum (member Club Motor) sadar akan kelakuannya yang merusak nama besar Clubnya? Hanya Club Motor dan membernya yang bisa menjawabnya. Karena Saudara itu akan membantu saudara lainnya demi kebaikan, bukan membelanya saat melakukan kesalahan. Salam.

Yang ini juga menarik:

Thanks for Sharing.....

Baca juga :

Contact :

Email @ raza.rajendra@gmail.com

Twitter @raza_rajendra

Youtube @ Macantua Story

Instagram @razarajendra

tumblr Oldtiger

NOTE : BUKAN DEALER ATAU BENGKEL MODIFIKASI. HANYA BERBAGI INFORMASI

Leave a Comment







18 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.