Beat ESP : Tarikan Enteng Handling Brilian…. (part 4 : Test Ride)




image
Saat wak haji Taufik TMC blog riding di pelataran parkir AHTC

Macantua.com – Setelah bahas impressi secara desain, electrical dan engine kini ane mau menjawab gimana sih impresi berkendara dengan Beat Esp??? Nah ini jawaban yang penuh dengan gairah ane buat menjawabnya. Karena memang semua tidak terduga.

Sesi test ride ane lakukan beberapa kali. Pertama sebuah pengenalan yang ane lakukan di pelataran parkir AHTC. Kesan yang ane dapat dari awal nyemplak memang jauh berbeda. Jok empuk (ga seperti biasanya yang kaya batu disarungin) serta posisi ergonomi yang pas meskipun tinggi badan ane 174cm. Diajak meliuk liuk di area yang tidak cukup lebar ini sedikit memberikan gambaran bahwa sang matic memang sangat lincah.

Penasaran dengan hasil di pelataran parkir akhirnya Tim bedah tuntas pun mencoba melakukan sesi test ride di jalanan sesungguhnya. Panjang area lintasan sekitar 10km panjangnya. Jalanan jelek, macet, lancar, menikung, bumpy, sampe stuck dirasakan. Dan hasilnya :

Kemampuan selap selip yang luar biasa. Dengan ukurannya yang compact sang matic berkubikasi 110cc ini mampu menaklukan jalanan yang hanya memberikan sisa space yang sedikit. Nyelip diantara mobil, manuver cepat saat menyalip sudah ane coba. Hasilnya luar biasa, matic ini bisa dengan mudah ditekuk sesuai arahan tangan dan pikiran ane yang menungganginya. Ane sempet berujar pada Om Vandra saat menunggu lampu merah berganti hijau : “sumpah nih motor enak buat ngalay”.

Akslerasi yang cepat, kecepatan jarum speedometer saat naik sejak posisi diam sampai menyentuh 80kmph terbilang cepat. Sepertinya memang roller rocker arm disandingkan dengan roller dan movable drive baru ini memberikan sensasi tersendiri pada akslerasi sang motor.

Top speed yang memukau untuk matic 110cc. Kalau pada seri seri sebelumnya mungkin topspeed sang BeAt memang tidak terlalu mumpuni. Berbeda dengan BeAt Esp Saat gas ditarik akslerasi motor sangat terasa. Saat menyentuh angka 80kmph kecepatan pergerakan jarum speedo memang sedikit berkurang. Tapi dalam trek yang ga tetlalu panjang angka 105kmph on speedo bisa diraih itu oleh rider dengan bobot 80kg kaya om Vandra loh ya.. Bahkan buat beberapa tester yang memiliki bobot sedikit kurang, raihan bisa lebih dimaksimalkan, seperti ane yang hanya berbobot 55kg angka 110 on speedo bisa tercapai.

Lanjut ke sektor kaki kaki, suspensi anti ambles walau sedikit rigid. Yup beberapa tester melakukan uji bonceng pada matic imut terbaru Astra Honda Motor ini. Ga terlihat posisi motor menjadi lebih njengat atau ambles. Sepertinya memang suspensi sedikit keras. Terbukti saat melintasi jalan jelek saat keluar AHTC paduan suspensi belakang dan ban ring 14 memang cukup terasa. Alhamdulillah terobati oleh jok yang sudah lebih empuk. So masih imbang lah ya….

Last, riding ergonomi Honda memang selalu di atas rata rata. Yup kaki menapak sempurna saat melewati kemacetan. Saat melaju pun posisi kaki ga dekat alias nempel dengan dek bagian depan. Aman buat dengkul mu sob…..

Yang ini juga menarik :


Thanks for Sharing.....

Baca juga :

Contact :

Email @ raza.rajendra@gmail.com

Twitter @raza_rajendra

Youtube @ Macantua Story

Instagram @razarajendra

tumblr Oldtiger

NOTE : BUKAN DEALER ATAU BENGKEL MODIFIKASI. HANYA BERBAGI INFORMASI

Leave a Comment







10 Comments

  1. katanya beat esp itu tarikannya enteng..
    tp knapa beat esp saya amt sangat ora enak bnget ditarikan awlnya yg berat..
    di stang n ban depan itu rasanya berat bnget kaya yg selip.
    trus di tanjakan cuma mentok di kecepataan 40km/jam.
    pan lagi kenceng trus ngrem ngdadak pas di gas itu tenaganya ngempos n berat bngt..
    tolong minta pencerahannya para agan” sekalian…

1 Trackback / Pingback

  1. Beat ESP Atau Mio M3 Blue Core??? Kembalikan ke Selera…. | macantua

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.