Bedah Tuntas Beat Esp dan Beat Pop Esp (part3 : Engine)




IMG_9082
macantua.com – Hello ma sob…. balik lagi dalam bahasan Beat Esp dan BEat Pop Esp ya…. Setelah kita kemarin bahas Soal Design di sini dan Soal Electricalnya di sini. Sekarang kita masuk ke bagian ke 3 yaitu engine. Loh kok engine? yup karena engine Beat Esp memiliki banyak perbedaan dengan generasi sebelumnya. Walau masih mengusung kapasitas 110 cc tapi Honda memberikan beberapa perubahan pada sang engine. Apa aja sih yang berubah???? yuk kita lirikin satu satu dari atas ke bawah.

Piston Esp lebih ringan dan Pin lebih pendek
Piston Esp lebih ringan dan Pin lebih pendek

Piston dan pin piston, piston yang memiliki coakan lebih dalam dari versi sebelumnya, nah dengan ini pin piston pun akan jauh lebih pendek menjadi 32,9mm dari ukuran sebelumnya 38,52 mm, berat pin dan piston berkurang untuk beat esp piston memiliki bobot 56,7gr dan pin 17,7 gr. sedangkan pada versi sebelumnya piston memiliki bobot 68,2 gr dan pin 21 gr. efeknya sudah jelas, tarikan akan makin enteng.

terlihat lebih kecil dengan tambahan lubang pengunci baut pasa pin
terlihat lebih kecil dengan tambahan lubang pengunci baut pasa pin

Roller Rocker Arm, meskipun teknologi rra alias rfoller rocker arm ini sudah dikenalkan sejak 2002 lalu lewat Honda Kharisma, tapi karena kebaikannya sistem ini masih dicangkokkan pada mesin mesin terbaru, hanya saja sedikit di modifikasi. rra yang lebih kecil lengkap dengan lubang pasang baut pada pun berfungsi juga buat mengalirkan oli dan menahan rra untuk tetap pada posisinya. Gesekan rendah bisa bikin tarikan makin yahuuuuddd….

Crank shaft Esp Menggunakan baut M12
Crank shaft Esp tanpa spi

Crank Shaft, berbeda sedikit pada versi lawas menggunakan mur M10, sedangkan pada unit terbaru menggunakan mur m12.

drive shaft Esp tanpa O ring
drive shaft Esp tanpa O ring

Drive SHaft, pada versi sebelumnya, drive shaft dikunci kembali menggunakan O ring, sedangkan pada versi terbaru O ring tidak digunakan kembali.

Drive Face dari bahan casting alumunium
Drive Face dari bahan casting alumunium

Drive Face, nah ini nih yang banyak berubah. kalau pada versi sebelumnya material terbuat dari baja dengan kipas dibuat dari besi plat yang di press, pada versi terbaru sudah menggunakan alumunium yang kipasnya merupakan hasil casting.

Movable drive berdiameter 107,84mm
Movable drive berdiameter 107,84mm

Movable Drive, nah bagian ini memiliki dimensi yang lebih besar, ini  nih yang berpengaruh pada bertambahnya panjang nya belt.

Roller Esp Lebih kecil diameternya tetapi lebih berat 2 gr
Roller Esp Lebih kecil diameternya tetapi lebih berat 2 gr

Roller, roller dibuat lebih berat dengan lubang dalam lebih kecil. diameter luar pun sedikit lebih kecil dari versi sebelumnya. pasti ngefek ke tarikan motor dong secara ini adalah bagian penggerak dari motor matic.

Belt drive lebih panjang dengan jumlah mata 120
Belt drive lebih panjang dengan jumlah mata 107

Belt, dikarenakan drive movable yang sedikit lebih besar, meskipun jarak as tetap sama tetapi belt terpaksa dibuat lebih panjang menjadi 107 mata dengan panjang lebih 15mm.

Rongga lebih besar pada crank case kanan
Rongga lebih besar pada crank case kanan

Crank case RH, memiliki diameter yang lebih besar buat drivenya.

tambahan sensor dan hilangnya posisi motor starter
tambahan sensor dan hilangnya posisi motor starter

Crank case LH, hilangnya case untuk dudukan dinamo starter pada bagian ini. tapi digantikan dengan dudukan untuk menempelnya sensor speed pada bagian belakang dekat bracket shock absorber belakang.

Adanya Rib untuk menyalurkan oli ke drive shaft
Adanya Rib untuk menyalurkan oli ke drive shaft

Case Transmission, pada versi sebelumnya case transmisi tidak memiliki rib. rib ini berfungsi untuk mengarahkan oli langsung ke shaft. dengan menambahkan rib ini juga mengurangi golakan oli saat mesin dan motor bergerak.

Pembesaran jalur oli
Pembesaran jalur oli

Cylinder Comp, aliran oli memang layaknya aliran darah pada manusia. dan pada bagian terpanas di motor alias cylinder comp ini Honda memberikan jalur yang lebih besar. hal ini disematkan agar proses pendinginan dengan oli terjadi lebih baik.

Penyesuaian dengan bentuk Cyl Comp
Penyesuaian dengan bentuk Cyl Comp

Cylinder Head, untuk menyesuaikan dengan cylinder comp head cyl pun berubah sedikit lebih menonjol ke samping.

Injector Beat ESP

Injector, ini nih yang bikin motor makin gesit berakslerasi. dengan posisi injector yang lebih dekat menjadikan semburan akan lebih cepat mencapai ruang bakar, bisa dipastikan motor bisa ngacir sempurna.

Penggunaan Push Pull System
Penggunaan Push Pull System

Throttle body, nah buat bagian ini demi memenuhi aspek safety throtle body diberikan sistem push pull berbeda dengan sebelumnya yang hanya pull saja. hal ini membantu agar butterfly alias kupu kupu pada throttle body bisa membuka dan menutup sempurna meski ada kotoran atau benda asing memasukinya. meskipun berefek pada sedikit beratnya tarikan gas, tapi ga terlalu berefek pada tarikan mesin kok.

Nah kira kira ini dulu ya…. nanti ane bahas lagi soal riding impresinya pada artikel selanjutnya…..  See you…..

Bonusnya ya bisa foto foto sama blogger senior hehehehe

Foto bareng blogger senior
Foto bareng blogger senior

Yang ini juga menarik :

Thanks for Sharing.....

Baca juga :

Contact :

Email @ raza.rajendra@gmail.com

Twitter @raza_rajendra

Youtube @ Macantua Story

Instagram @razarajendra

tumblr Oldtiger

NOTE : BUKAN DEALER ATAU BENGKEL MODIFIKASI. HANYA BERBAGI INFORMASI

Leave a Comment







15 Comments

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Beat ESP Atau Mio M3 Blue Core??? Kembalikan ke Selera…. | macantua
  2. All New Vario 150 (Part 2 : Fitur dan Ergonomi) | macantua

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.