Testing Is Believing




DSC_0912

Macantua.com – Ingat beberapa hari lalu saat acara perkenalan TVC All New CBR 150 R???? Nah pada kesempatan itu ane mendapatkan waktu beberapa saat untuk dapat keliling parkiran Mall Summarecon Bekasi sekaligus mencoba sang kuda besi baru dari AHM ini. Bagaimana impresinya…? yuk kita  mulai…

DSC_0899

Saat Pertama nyemplak yang ane rasakan adalah ergonomi, saat dirasakan langsung ergonomi khas Honda yang “kurang racy” malah membuat pantat dan punggung serta tangan terasa rileks. Memang patut diakui kalau Honda selalu mengedepankan faktor yang satu ini. Ergonomi yang menentukan kenyamanan saat berkendara. Jarak jok ke bawah yang ane kira bakal menyiksa ternyata tidak sama sekali. untuk ukuran tinggi badan ane yang 174 kaki menapak sempurna. hal ini disebabkan oleh potongan alias lekukan jok pengemudi yang mempunyai sudut dan penampang yang kecil pada bagian depan jok pengemudi.

DSC_0898

Kunci kontak On. yang ane dapati sama halnya si Maung Lampu langsung menyala terang. Bukan hanya satu tapi kedua duanya. Berbeda dengan pabrikan tetangga yang mungkin lebih moge look alias “ngiceup sabeulah”. Tapi kelebihannya adalah pancaran cahaya lebih terang dan tampak jelas. hal ini diperkuat saat waktu pengetesan yang hampir malam, alias magrib ini cahaya jelas terbias ke lantai dan jalanan.

DSC_0900

Poin ketiga yang selanjutnya ane check adalah suara mesin. Saat starter ane pencet mesin langsung berjalan sempurna putaran pun stabil ane coba geber geber dikit suaa khas DOHC keluar. Layaknya CBR generasi CBU Thailand. hanya saja suara knalpot yang sedikit berbeda. Panjangnya silencer menjadikan suara berbeda dengan generasi sebelumnya bahkan sang kakak kandung yang Naked CB 150 Street Fire.

DSC_0904
coba liat yang naiknya… kira kira mirip sapa ya?????

Gigi satu ane masukin dan sedikit ane sentak, ternyata tenaga alias tarikan sudah mulai terasa dari bagian rpm terendah. Hal ini memeperbaiki akslerasi saat awal melaju, tidak seperti versi CBU yang terasa berat saat tarikan awal. Kalau kata Fery Tarikannya kaya bebek overstroke wkekekeke.

DSC_0905

Handling, ini yang jadi credit point selanjutnya, saat motor melajukesan berat karena melihat body bongsornya musnah. handling enteng dan saat diajak meliuk liukpun enak. kemudahan ini akibat jarak sumbu roda yang semakin kecil. sehingga sang kuda besi menjadi jinak saat diajak meliuk liuk.

akslerasi joss
akslerasi joss

Soal tenaga, lumayan dahsyat. ane acungi jempol dah. gigi satu ane masukin dan menyentaknya lebih panjang menyentuh redline hasilnya wow… saat memasuki gigi 2 dan sedikit ditahan roda depan sedikit terangkat. Bahkan pada gambar di atas gigi 2 bisa membawa ane cukup cepat melewati 60kmph. padahal posisi test adalah berboncengan dengan nyonya.

Nah terakhir adalah demi keselamatan dunia permotoran yaitu harus bisa ngebonceng nyonya dengan nyaman. Menurut penuturan Nyonya posisi jok yang tidak terlalu tinggi menyebabkan posisi yang lebih nyaman dan merasa safe. belum lagi ditambah jok yang seolah tidak terpisah menjadikan nyonya bisa lebih dekat dengan ane sebagai ridernya. “Kaya Naek si Maung”. “Ga kaya naek Ninja yang tinggi dan jauh jaraknya”.

Nah Ane punya satu Video yang bisa menunjukkan bagaimana akslerasi cepat sang kuda besi. Nanti ane bahas ya di postingan selanjutnya ya…. See you….


Thanks for Sharing.....

Baca juga :

Contact :

Email @ raza.rajendra@gmail.com

Twitter @raza_rajendra

Youtube @ Macantua Story

Instagram @razarajendra

tumblr Oldtiger

NOTE : BUKAN DEALER ATAU BENGKEL MODIFIKASI. HANYA BERBAGI INFORMASI







16 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.