Promosi Kok Provokasi?????




status-pulsar1
macantua.com – Apa kabarnya sob??? masih pada doyan ngantri premium??? hehehe kayanya kejadian antri dah jadi kegiatan sehari hari ya, tapi kali ini ane gamau bahas soal antri rame rame buat beli premium. kali ini ane mau bahas soal Promosi. Yup, promosi adalah cara sebuah perusahaan untuk dapat mengenalkan produknya. Biasanya segala kebaikan produk akan ditonjolkan dalam kegiatan produksi. Tapi bagaimana bila aksi promosi ini malah seolah menjadi provokasi???
tantang nyalimu
Masih ingatkah kita tentang promosi yang mengklaim maksimal speed bisa nembus 151kmph dengan tagline “Tantang Nyalimu”??? Masih ingatkah kita akan tentang promosi yang selalu menonjolkan aksi kebut kebutan dijalanan dengan tagline “teknologi motogp” sampai jaket dan celana terkoyak hancur sobek sobek karena saking kencangnya? Atau masih ingatkah dengan aksi promo dengan aksi kencang mengejar kereta atau pada track lurus layaknya balap drag padahal di jalan umum??? atau Promosi yang menentang DNA motogp dan 151kmph tapi meminta untuk “prove it baby”??? Sadarkah para pelaku promosi kalau semuanya memprovokasi, dan semuanya itu hanya menonjolkan sisi liarnya para pengendara. Justru hanya menunjukkan kebrutalan dijalanan yang bisa saja jadi contoh buat para newbie yang baru pegang kendaraan tersebut.
tech
Efek samping (kaya obat ya) dari promosi yang provokasi diatas sudah hampir bisa kita lihat sehari hari di jalan raya lho. Coba liat saat lampu merah, motor berjajar layaknya start di motogp, mblayer mblayer knalpot layaknya start. dan saat hijau (bahkan belum hijau) gas ditarik secepatnya untuk meraih akslerasi cepat untuk jadi yang terdepan. Ga hanya berhenti di saat berhenti dan start, aksi takeover saling salip dan gunting layaknya balap motor pun dipertontonkan setiap harinya. Alhasil “balapan liar ala jalan raya” pun menjadi jamak dilakukan dijalanan.
151
Pertanyaannya??? Kenapa Promosi di Indonesia cenderung memprovokasi??? jawabannya hanya satu, ORANG INDONESIA ITU LATAH. Tapi kenapa bukan keunggulan lainnya selain “KENCANG” yang mereka para promotor suguhkan??? Apakah promotor Indonesia ga bisa punya ide lain selain memprovokasi???? Well persaingan memang panas, tapi setiap produk pasti punya kelebihan dan kekurangannya masing masing. Ga perlu dibuktikan di jalanan karena jalanan sejatinya bukan SIRKUIT.


Thanks for Sharing.....

Baca juga :

Contact :

Email @ raza.rajendra@gmail.com

Twitter @raza_rajendra

Youtube @ Macantua Story

Instagram @razarajendra

tumblr Oldtiger

NOTE : BUKAN DEALER ATAU BENGKEL MODIFIKASI. HANYA BERBAGI INFORMASI

Leave a Comment







33 Comments

  1. karena orang indonesia memang paling mudah di adudomba…. dan adudomba adalah cara yang paling gampang untuk menarik perhatian…

  2. Karena di Indonesia, masyarakatnya cenderung untuk reaktif menghadapi provokasi sehingga cenderung mengedepankan emosi daripada pemikiran logika.

    Top of mind dalam menentukan pembelian :
    1. Kencang. Dengan kencang tentu dianggapnya kualitas terbaik, meski kebutuhannya buat angkut emak ke pasar alias blusukan. Emang mo ngebut di pasar?
    2. Gagah. Dengan kegagahan tingkat tinggi menaikan pamor derajat padahal cuma dibawa ke kantor, parkirpun dijemur, hujan jadi buluk, banjir tetep aja ga bisa lewat, kena macet tetep aja keringetan ga gerak.
    3. Teknologi balap. Meski cuma pentil ban berteknologi balap nomer 1 di dunia, tetap saja ditulis sebagai teknologi balap. Padahal………… (isilah titik titik dengan jawaban yang tepat)

    Hanya sedikit orang yang membeli berdasarkan kebutuhan jangka pendek, menengah. Tapi ya marketing melihat hal itu sebagai potential market. Buat mereka, tidak menjadi masalah asalkan produk laku terjual 😉 Dan itu juga sah-sah aja.

    Pada dasarnya masyarakat kita tu pinter pinter. Tau kalo ngebut celaka, tau kalo naek motor wajib pake helm, tau kalo stnk dan plat nomer blum keluar jangan dipake, tau kalo motor di modif menghanguskan garansi. Tapi yaaaaaa.. gitu deh :v

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.