B6 Engine Sang Cikal Bakal BP Series Engine

Image

macantua.com – Akhir tahun 80an, Tekhnologi multi valve dan turbo pada roda empat mulai memasuki tahap booming, nah dalam hal ini Mazda meraja dengan engine B6 nya, B6 release pada tahun 87 melalui Familia GT-X desain mesin 1.6-liter (78mm bore dan 83.6mm stroke) memiliki rasio kompresi 7.8:1 (rendah ya), DOHC empat katup per silinder, IHI turbocharger , air to air intercooler dan injeksi multi-point. Mesin ini mampu menghasilkan Torsi 186Nm dan Power Maksimal 103kW. The B6 DOHC turbo dipasang melintang dengan 4 Speed Automatic atau 5 Speed Manual. The Familia GT-X dirilis secara lokal sebagai 323 Turbo dan kembarannya Ford TX3 dan Capri di negeri yang berbeda dengan basic engine yang sama. Pengembangan mesin B6 ini ga berhenti, Terinspirasi oleh engine sebelumnya, akhirnya Mazda meluncurkan Eunos Roadster alias MX5 dan Miata dengan kompresi yang lebih tinggi yaitu 9,4:1 untuk menjadikan si mesin lebih ramah lingkungan. Nah beda dengan sebelumnya yang menggunakan roda depan, kali ini mesin B6-ZE ini dipasang untuk menggerakkan roda belakang yang tersedia dalam transmisi manual dan otomatis. Tapi tenaga ya mau gamau disunat cuma dapet 88KW dan 137 NM pada RPM 6500 dan 5500.
Image

Di akhir tahun 1989, Mazda meluncurkan BP Series engine. BP Enginee memiliki bentuk yang hampir sama dengan seri B6, hanya saja mesin ini memiliki bore dan stroke yang lebih besar (83x85mm) sehingga menghasilkan kapasitas mesin 1839cc dengan DOHC dan 4 valve tiap silindernya, kompresi 8,2:1. Mesin ini mampu memberikan Torsi 237 NM yang dengan mudah diraih pada 3000 RPM dan power maksimal sampai 132 KW pada 6000rpm Cukup besar kan? Bahkan jauh lebih besar dari si mungil 1.6. Melanjutkan pengembangan mesin BP akhirnya meluncurkan BP Turbo Powered Familia GTR yang bisa memuntahkan 154 KW dan 250 NM. Power sebesar itu didapat dengan beberapa perubahan di bagian ruang bakar, dan menaikkan kepala piston. Chamshaft yang lebih agresif, ball bearing Turbo yang lebih banyak serta 70% intercooler yang lebih besar. Tentu saja mapping ulang ECU jadi hal wajib untuk menghasilkan tenaga yang maksimal. BP Series ternyata ga cuma versi kencang saja, untuk versi ramah lingkungannya juga diproduksi, dengan power maksimal hanya 99 KW 7000rpm dan Torsi 157 NM pada  4500rpm. Engine inilah yang jadi dapur pacu 323 series 1.8 termasuk  Mazda Astina tunggangan ane yang sudah tua tapi tetep centil itu.

Image

Tentang macantua.com

simply me..... untuk pemasangan iklan dan contact : Email @ raza.rajendra@gmail.com BBM @ 54A0B190 WA Twitter @raza_rajendra Line@ : @macantua
Pos ini dipublikasikan di opini pribadi dan tag , , , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke B6 Engine Sang Cikal Bakal BP Series Engine

  1. mobil jadul, pasti gak lulus uji euro deh

    Suka

  2. wtf170 berkata:

    la bukane semua mobil pake turbo tu kompresinya kecil bro….
    kayak kasus modifikasi mesin dengan menambah turbo pasti kompresinya d turunin dr aslinya

    Suka

  3. Hmm it looks like your blog ate my first comment (it was super long) so I guess I’ll just sum it up what I wrote and say,
    I’m thoroughly enjoying your blog. I too am an aspiring blog blogger but I’m still new to everything.
    Do you have any recommendations for beginner blog writers?
    I’d certainly appreciate it.

    Suka

  4. online business berkata:

    great put up, very informative. I’m wondering why the other
    experts of this sector don’t notice this. You must proceed your writing.
    I am confident, you’ve a huge readers’ base already!

    Suka

Monggo Dilanjut Ngobrolnya.......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.