Fanboy Yang Buta dan Tuli




image

macantua.com – Fanboy a.k.a FB yang selama ini selalu meramaikan dunia blog tingkat Indonesia maupun Dunia ini. Aksi para FB ini memberikan komen komen keras bahkan sangkalan sangkalan bila produk yang didukungnya dibahas nilai negatif atau kekurangannya. Tak ayal kalau beberapa blogger sudah banyak kena semprot oleh aksi aksi mereka ini. Menurut deskripsi di Wikipediaย : a fanboyย is a person considered to belong to one or more fandoms to a point of obsession.
Komen keras dan sangkalan or sanggahan mungkin sudah biasa dalam dunia perdiskusian. Tapi satu kata dari arti makna FB di atas memang selalu muncul dalam setiap gerak gerik komen para FB ini. Kata apa itu? “OBSESSION”. Ya Obsesi, bila sesorang sudah terobsesi pada sesuatu, seseorang, sebuah barang atau bahkan kendaraan roda duanya ia akan meninggikan sesuatu tersebut. Cendrung melihat kelebihannya menjadi sebuah kesempurnaan dan akhirnya celah celah kecil kelemahan tak diperhatikan. Buta akan kelemahannya. Bahkan terkesan mendewakan.
Parahnya Orang yang menjadi FB adalah mereka akan menyerang habis habisan dan terkadang menyudutkan dengan menggunakan kata kata kotor dan menjurus ke arah SARA. Masih ingat saat IWB diserang habis habisan dan dituduh FB salah satu merk roda dua? Mungkin banyak banget yang terjaring si aki se’emet saat itu.
Dengan hadirnya FB ya sebenarnya ada sisi positif dan negatifnya. Dunia Blog semakin ramai, para FB yang memposisikan sebagai oposisi dari FB lainnya ini menjadikan ramainya blog blog kondang (kecuali blog ane yang masih ecek ecek). Diskusi semakin banyak masukan dan berwarna. Hanya saja terkadang unsur SARA memang masih menjadi bumbu dan racun paling mujarab untuk merubah indahnya suasana diskusi. Andai saja konsep adu argumen di kolom komen itu bisa lebih menyodorkan fakta fakta hasil perhitungan dan pengetesan pasti hal ini akan menjadikan diskusi hidup dan memberi ilmu bermanfaat. Lalu dengan banyaknya FB ini menjadikan kita buta akan sebuah kelebihan. Contoh : Fanboy A bilang DOHC lebih kencang dan bisa melumat SOHC, lalu Fanboy B motor saya jauh lebih canggih dengan teknologi motogp pasti bisa melumat DOHC meski pakai NoS, etc. Padahal semua produk pasti punya faktor plus dan punya faktor minus. dan itu harus sama sama kita sadari bahwa “Kesempurnaan itu hanya milik Sang Pencipta”.
Kalau di ajaran agama ane ada sebuah ajaran dimana segala sesuatu yang baik apabila berlebihan hukumnya akan menjadi tidak boleh (haram). Sebagai contoh kita lapar dan ingin makan, walaupun makanan yang kita makan adalah kesukaan kita pasti kita harus membatasi jumlahnya. Bahkan diajarkan untuk makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Karena kekenyangan itu menjadikan kita malas, dan bahkan memungkinkan untuk menumpuk penyakit. Nah begitu juga dengan Fanboy, Jangan terlalu berlebihan dalam menilai sesuatu. Karena saat semuanya berlebihan akan terjadi sebuah kebutaan dan ketulian informasi. Berusaha untuk tetap wajar dalam menilai sesuatu dan diusahakan untuk lebih objektif dalam menilai. Sehingga kemajuan pola pikir akan sama sama kita nikmati seiring dengan majunya teknologi. Last, Masih kah anda menjadi Fanboy yang Buta dan Tuli????

any advice????

Thanks for Sharing.....

Baca juga :

Contact :

Email @ raza.rajendra@gmail.com

Twitter @raza_rajendra

Youtube @ Macantua Story

Instagram @razarajendra

tumblr Oldtiger

NOTE : BUKAN DEALER ATAU BENGKEL MODIFIKASI. HANYA BERBAGI INFORMASI

Leave a Comment







42 Comments

  1. Justru para blogger musti kasih apresiasi yg tinggi buat para FB … jika tanpa mereka saya rasa sampai sekarang pun mereka ga bakalan terkenal… dan yg bikin hits blog jadi naik kan juga dari mereka :mrgreen:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.