Tenaga Motor Yang Meningkat dan Semakin Kencang VS Jalanan Indonesia : Mau Ngebut Dimana Bro????




Image

macantua.com – Hadeuh dah lama ga nulis eh ngetik sodara sodara sebangsa dan setanah air sekalian. Otak sudah sedikit miring dan koclak dengan hantaman bertubi tubi setelah liburan panjang 3 hari terakhir ini. Wokeh sudah dulu curhatnya kita kembali ke judul dimana ane dapet ide ini stelah baca baca blog alias blg walking ke beberapa blog otomotif Indonesia dan Facebook tentunya…. Motor saat pertama kali keluar diciptakan untuk moda transportasi egois yang hanya diupayakan untuk mengangkut 1-2 orang penumpang. Kapasitas mesin dan tenaga yang dihasilkan pun relatif kecil. Kecepatan pun yah boleh dibilang “salju” alias asal maju. Yang penting sang pengendaranya ga mesti berjalan kaki jauh untuk mencapai suatu tempat. Jangan tanya soal populasinya, jaman ane SD dulu aja motor boleh dibilang masih itu itu aja dan segitu segitu aja penambahannya setiap tahun, ga signifikan. Maklum motor jaman dulu masih relatif mahal.

Lain dulu lain sekarang, motor sudah jadi sarana transportasi yang menjanjikan kecepatan kelincahan dan keiritan (dari segi harga beli maupun konsumsi bensin). Motor pun menjamur memenuhi jalanan dari Kota sampai ke desa desa pelosok tanah air Indonesia tercinta ini. Bisa dibayangkan ribuan bahkan puluhan ribu motor satu persatu memasuki sesaknya jalanan negeri ini yang kerdil pertumbuhan. Soal harga jangan ditanya, dibandingkan dengan jaman dulu motor saat ini relatif lebih murah dikarenakan jumlah produksi dan lokalisasi part akibat membludaknya order. hal selanjutnya yang menjadi sorotan ane adalah kapasitas dan kemampuan sang motor yang meningkat ditambah raihan kecepatan yang semakin tinggi memungkinkan sang pengendara menjadi “ALAY” dalam seketika. Seruntulan seolah menjadi hal biasa dijalanan Indonesia saat ini.

Kencang, nah itu yang saat ini menjadi tagline para penjual motor. Semua pabrikan Jepang bahkan berlomba untuk menjadi yang terkencang. Entah itu di sirkuit maupun dijalanan. Sungguh sangat disesalkan karena seharusnya faktor kenyamanan yang ditonjolkan dengan segenap fitur yang ada untuk motor jualan alias komuter. Bisa kita lihat beberapa motor terbaru dari beberapa pabrikan Jepang selalu menonjolkan “HORSE POWER” “TORSI” “MANUVER” “PWR”. Ga cuma motor segmen sport saja, bebek dan metik pun ikut ikutan dibandingkan dengan kata kata sakti tersebut. DOKTRIN NGEBUT ini seolah sudah jadi hal biasa ya dalam cara “berjualan” roda dua di Indonesia. Padahal kalau kita lihat kondisi rata rata jalanan di Indonesia, hasilnya cukup mengenaskan, jalan mulus lurus dan sepi bisa dihitung dengan jari, jalan mulus tanpa lubang sama dengan mencari kutu dalam tumpukan jerami, yang ada kita hanya disuguhkan dengan jalan bergelombang, berlubang, banjir dan macet. Jadi DOKTRIN NGEBUT itu buat dimana? jawabannya cuma sirkuit, selebihnya ya BUNUH DIRI.

Maaf kalo tulisan ane kali ini sedikit menghina para sales motor yang semakin hari semakin jualan “bualan”. Karena menurut ane, baiknya kembalikan fungsi utama sang motor dan jalanan kita sebagaimana fungsinya. Gimana menurut ente sob???

Thanks for Sharing.....

Baca juga :

Contact :

Email @ raza.rajendra@gmail.com

Twitter @raza_rajendra

Youtube @ Macantua Story

Instagram @razarajendra

tumblr Oldtiger

NOTE : BUKAN DEALER ATAU BENGKEL MODIFIKASI. HANYA BERBAGI INFORMASI

Leave a Comment







23 Comments

  1. Otak sudah sedikit miring dan koclak dengan hantaman bertubi tubi setelah liburan panjang 3 hari terakhir ini
    —————————————————————————————————————————
    pasti jeung nu baju ungu nu tadi isuk dibonceng :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

  2. sekarang nyari nya yang irit pak. kalo kenceng2 males, udah terlalu rame.
    pan katanya BBM Subsidi mau di cabut, Listrik dinaikkan, terus NJOP naik, Sembako naek, gas naik, cuma 1 yang naek tapi sedikit pak GAJI!!!

    -_________________________________-

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.