Mau Ngebut Dimana Sih????

image

Melanjut artikel sebelumnya tentang pelanggaran yang dipublikasikan. Ada info yang menyebutkan kalau top speed sang kuda besi mencapai 148 bahkan 151 kmph. Fantastis kan??? Mungkin fantastis. tapi menurut ane biasa aja. soalnya mayoritas waktu berkendara bisa dihitung dengan satuan detik saat melaju dengan kecepatan segitu.
Kemudian pabrikan lain yang bikin sport fairing dari 2 jadi 1 cyl yang bilang top speed sekian kmph. Belum lagi beberapa tahun lalu Bajaj mengumumkan Top speed untuk P220 yang nembus diatas 140kmph dengan iklan yang sedikit “ngenyek” kelas bebek. Sepertinya memang “virus” top speed ini menjadi bumbu penyedap rasa paling mujarab untuk dagang motor. Bukan hanya Matic, Bebek, sampai kelas Daily Light Sport juga top speed jadi bumbu yang mujarab. Padahal kalau kita liat seluruh motor yang didagangkan bak kacang goreng di Indonesia ini cendrung hanyalah “commuter bike” yang sejatinya cuma didesain untuk anter ksana ksini dalam kota.
Kalau kita sama sama peka dan liat kondisi jalan di Indoonesia, ga banyak daerah dengan jalan lurus panjang kaya di Amerika. Kontur Indonesia yang secara banyak gunungnya sudah pasti jalannya lebih banyak yang belok belok dan naik turun toh. Apalagi kalau ke kota besar, di jalan lurus dan besar saja kita harus senantiasa manuver belak belok demi menghindari lubang. nah gimana mau raih sang Top Speed yang diagung-agungkan itu???
Last, sesuaikan “mau” mu dengan “kebutuhan” mu… karena hanya kamu yang tau apa yang benar benar kamu “butuhkan”.

any advice????

Tentang macantua.com

simply me..... untuk pemasangan iklan dan contact : Email @ raza.rajendra@gmail.com BBM @ 54A0B190 WA Twitter @raza_rajendra Line@ : @macantua
Pos ini dipublikasikan di kencang, motor, opini pribadi dan tag , , . Tandai permalink.

31 Balasan ke Mau Ngebut Dimana Sih????

  1. Mas Wiro berkata:

    VERZAMAAXXXXXX…
    #ééhh

    Suka

  2. Mas Wiro berkata:

    IMHO…
    1. Ada kemungkinan bahwa kecepatan yang diraih, hanya didapat oleh satu orang saja. Bukan semua rider meraih angka itu.
    2. Angka itu juga dimungkinkan diraih bila jalan yang dilewati benar-benar memungkinkan, termasuk lurus panjang dan halus
    3. Keberadaan Voorijder dari Patwal Polisi sebagai pembuka jalan pada etape tertentu, juga membuat catatan waktu itu niscaya (mungkin) tercapai

    CMIIW

    Suka

  3. adhyg13 berkata:

    aku bisa ngebut 115 pake bebek tua selama 3-5 menit loh kang,hihihi . . . .tapi sayange cuma 115 je gak bisa 151,hihi . . . .

    Suka

  4. Mase berkata:

    Di hatimu… wakakkakakakkk….
    #kabboorrrr

    Suka

  5. aripitstop berkata:

    ngebut di empang

    Suka

  6. haryudh4 berkata:

    kalo mau cari topspeed mah gampang, kecilin aja gir belakang… Dijamin nariknya langsung loyo 😀

    Suka

  7. ninin owner berkata:

    artikel yang sangat bijak..
    sebenernya menurut saya,motor itu yg di butuhkan hanya irit,memiliki ketahanan yg bagus di segala medan terutama tdk macet kena banjir dan yg lbh penting lagi tenaga di mesin putaran bawah untuk mendahului kendaraan besar,jadi enak stop n go..
    enak naik motor itu santai apa lagi pake’ moge knalpot dobel bass,biar pada ngelirik semua mata

    Suka

  8. udah cape kebut2an, sekarang sih enjoy aja.
    apalg naek motor tua, eman2… yang penting knalpot nya ngencring, nyalip enteng, sisa nya enjoy berkendara diatas mesin 2 tak…

    😉

    Suka

Monggo Dilanjut Ngobrolnya.......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.