Kejadian sore ini pun mengusik hati…..




image

Sore ini. Saat singgah ke kosan nyonyah di setiabudi cuaca masih cerah. Nyonyah masih di kampus. Kuliahnya berakhir jam 4 sore. Berhubung adik kosannya berbarengan dengan si nyonyah. Jd kunci pun ada. Sambil nunggu nyonya pulang saya pun nonton tv sampe sempat tertidur.
Saat terlelap tak sadar nyonyah dah pulang. Seperti biasa salam sambil sun tangan. Nyonya pun spontan bilang : pulang yuk. Dan saya pun mengiyakannya. Walau jarak dari kosan nyonyah sampe rumah lumayan juga. Setiabudi-Cirata.
Hanya beberapa menit setelah siap-siap kita pun meluncur menunggangi si maung. Tunggangan kesayangan hehehehe. Estimasi perjalanan lancar (ngarep).
Dari setiabudi saya pun meluncur ke arah Cimahi melewati jalur gegerkalong-sariwangi-cihanjuang. Rintik hujan mulai turun. Grimisnya seperti malu-malu. Saya pun mengurungkan niat untuk memakai jas ujan. Tapi selepas alun-alun cimahi kemacetan pun ga bisa dihindari. Mesin panas sampai terasa di paha. Kopling sudah mulai lemah menahan laju mesin yang semakin panas. Sampai akhirnya saya pun terpaksa harus meminggirkan si maung karena hujan yang tiba-tiba besar memaksa harus berhenti. Berhenti sejenak di depan sebuah toko yang telah tutup. Kami pun mulai memakai jas hujan yang selalu siap sedia di atas jok si maung. Perjalanan pun kembali dilanjutkan.
Hujan sedikit mereda di daerah padalarang. Kemacetan semakin menjadi karena genangan air mengisi sisi jalan dengan arogan. Mesin pun kembali terasa hangat. Sampai akhirnya lepas juga dari belenggu kemacetan melewati pasar padalarang menuju Cikalong wetan. Si maung dipacu sedang dengan kecepatan 40-60kmh karena kondisi jalan yang licin dan nyonyah yang ga bisa diajak sedikit kebut. Hujan kembali deras penglihatan pun menurun. Adzan magrib berkumandang kami masih bergelut dengan dinginny hujan. Kecepatan semakin turun. Sepanjang jalan kembali terpikir untuk mencari kandidat tunggangan dengan atap yang bisa melindungi saya dan orang yang saya sayang dari siksaan udara jalanan. Sepanjang jalan hanya memikirkan apa saya sudah butuh? Apakah sudah perlu? Apakah sudah waktunya untuk berhenti berkendara jauh dengan 2roda? Sejuta pertanyaan dan perhitungan matematis yang harus dipecahkan. Sementara masih ada rumah yang harus saya benahi sebelum nanti layak buat saya tinggali. Apakah saya harus berjudi dengan keadaan??? Sepertinya malam ini harus berfikir lagi.

Any advice???


Thanks for Sharing.....

Baca juga :

Contact :

Email @ raza.rajendra@gmail.com

Twitter @raza_rajendra

Youtube @ Macantua Story

Instagram @razarajendra

tumblr Oldtiger

NOTE : BUKAN DEALER ATAU BENGKEL MODIFIKASI. HANYA BERBAGI INFORMASI

Leave a Comment







4 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.