KLX 150 Tumbang, Kawasaki Mulai Runtuh Pertahanan




 

Macantua.com –  Masih ingat distribusi Ninja 250 bulan April yang ga sampai 100 unit kemarin? Ternyata ga cuma Ninja yang mengalami penurunan angka distribusi yang fantastis. KLX 150 pun mengalami hal serupa, KLX 150 tumbang dari singgasana distribusi bulanannya. Dan jumlahnya cuma 1/8 dari bulan sebelumnya. Apakah ini menjadi signal runtuhnya pertahanan Kawasaki di segmen motor hobi?

Selama ini motor trail itu sudah identik dengan nama Kawasaki dengan KLX nya, yah sama lah dengan motor sport itu pasti Ninja meski kalau di segmen motor trail ini ga pake slogan mengerikan seperti “ga Ninja ga Cinta” juga karena motor ini biasanya didominasi sama tukan blusukan yang kadang lebih senang dengan performa ketimbang penampilan. Grafik distribusinya pun mirip mirip dengan Ninja 250. Di 3 bulan pertama KLX memang terdistribusi banyak. Bahkan di bulan ke 3 alias Maret distribusinya mencapai 8000 unit. Namun, di bulan April justru angkanya hanya mandeg di 1200 an unit saja. Jomplang banget, meski ga sama dengan Ninja yang bulan sebelumnya 2000an tiba tiba 59 . Memang kompetitornya yakni CRF 150L juga mengalami penurunan. Namun penurunan angkanya ga signifikan. CRF150 L masih mandeg di angka 4000an meski nilainya terus menurun. Coba deh kamu lihat angka distribusi KLX 150 vs CRF 150L di bawah ini :

 

Penjualan KLX150 vs CRF150L Januari-April 2018 :


Trail 150cc KLX150 CRF150L
Januari 2018 4.914 unit 4.931 unit
Februari 2018 6.731 unit 4.455 unit
Maret 2018 8.362 unit 4.118 unit
April 2018 1.202 unit 4.007 unit
Total 21.209 unit 17.511 unit

Kawasaki sepertinya wajib memberikan sebuah terobosan baru buat produk produknya. Ingat KLX sudah ada lawan. Ninja sudah ada lawan, kalau cuma berharap sama loyalis kayanya nasib yang di alami Suzuki beberapa tahun lalu akan kejadian di Kawasaki. Apalagi kalau loyalisnya justru beli motor seken doang, pabrikan mau dapet duit dari mana coba? Ngabdelin service? Yah kalau service nya ke dealer, kalau D I Y alias do it yourself semua karena merasa BISA? Kelar udah. Kalau kelar, masa iya meski tutup atau pulang kampung seperti pabrikan asal India? Jangan sampe deh ya… Masih jauh kalau sampai begitu banget sih… Gimana menurutmu sob?
<

Thanks for Sharing.....

Baca juga :

Contact :

Email @ raza.rajendra@gmail.com

Twitter @raza_rajendra

Instagram @razarajendra

tumblr Oldtiger

NOTE : BUKAN DEALER ATAU BENGKEL MODIFIKASI. HANYA BERBAGI INFORMASI

Facebook Comments







4 Comments

  1. pabrikan kaoskaki sepertinya kudu mulai memikirkan strategi semisal purnajual, karena seperti contoh di makassar, seken ninja besar 250cc saja jatuh banget karena rata2 pemilik yang melegonya mengeluhkan biaya perawatan yang menguras kantong (saia sendiri yang pake kaoskaki rr dua tak saja agak ‘keroso’ kalo belanja parts) mengingat kaoskaki ga menyediakan part pahe alias semua kudu onderdil ori.

    sementara pabrikan lain sudah punya parts alternatif semisal honda punya aspira, suzuki punya indoparts (bahkan jupie mx dan supra piaraan simbok pake indoparts)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.