Kelulusan, Konvoi dan Kecelakaan




Macantua.com – Hola sobat macantua, sudah lama banget kayanya blog ini ga terukirkan kata kata. Sudah beberapa hari ini ane lagi punya kesibukan pribadi yang bikin mood buat nulis juga hilang. Namun hari ini ada sebuah kejadian yang sedang heboh se Indonesia. Yup. Kelulusan SMU, dimana setiap tahunnya acara kelulusan sering diiringi dengan perayaan. Yah, bukan cuma pesta perpisahan tapi juga aksi coret coret baju yang masih jadi ciri khas nya sampai saat ini. Dan kini karena motor sudah jadi barang murah yang bisa dimiliki siapapun, konvoi motor saat kelulusan pun sering dilakukan. Dan ga sedikit konvoi ini mengakibatkan kecelakaan. Kelulusan, konvoi dan kecelakaan. Itu yang jadi bahasan kali ini.

Konvoi dengan motor, yup konvoi dengan motor saat kelulusan memang kadang jadi ajang yang ditunggu tunggu sama anak SMU yang baru lulus. Entah bagaimana hasil nilainya yang penting mereka merayakan berakhirnya masa sekolah dengan seragam abu putih nya. Tak jarang konvoi motor kelulusan malah menjadikan kemacetan yang ga terhingga. Sampai informasinya di Semarang sana, puluhan bahkan ratusan peserta motor konvoi kelulusan dihukum polisi dengan mendorong motornya dalam keadaan ban kempes, modiaaar….


Itu masih selamat cuma disanksi dan dihukum dengan cara dorong motor, yang bernasib sial akibat konvoi juga ga sedikit. Kecelakaan adalah salah satu kesialan yang mungkin dialami para siswa yang baru lulus ini. Konvoi ga pakai helm, terus bawa motor ugal ugalan bahkan ada yang melakukan aksi aksi free stylinh di jalan dan akhirnya kecelakaan pun ga bisa terhindari seperti di video yang diunggah di instagram ini :

Lalu dimana untungnya? Yah namanya perayaan sih sah sah saja. Namun dengan umur mereka yang rata rata baru masuk 17 tahun, ane rasa SIM pun belum punya. Yah, meski sebagian masyarakat menganggap mengendarai motor di usia yang belum cukup (17tahun) dianggap “wajar” karena kebutuhan, namun tetap saja sebuah pelanggaran. Dan “maaf” mereka seolah “bangga” melakukannya. Padahal kehidupan mereka justru dimulai sejak hari kelulusan itu. Mau lanjut kuliah? Kerja? Atau langsung menikah (buat yang wanita)? Disinilah titik dimana mereka memulai kehidupan yang sesungguhnya. Namun, yah namanya juga “bocah” pikiran belum sampai kesana. Ane pun pernah merasakan masa masa itu.

Last, semoga acara perayaan kelulusan di tahun tahun nanti bisa lebih “berguna” dari sekedar konvoi yang cuma bikin kemacetan, kebisingan, keributan, bahkan kecelakaan. Ya, tinggal pak Polisi dan Sekolah yang bisa mengarahkannya. Kalau perlu sanksi tegas dari kepolisian wajib ditegakkan. Pelanggaran berjamaah lho… Ciao
<

Thanks for Sharing.....

Baca juga :

Contact :

Email @ raza.rajendra@gmail.com

Twitter @raza_rajendra

Instagram @razarajendra

tumblr Oldtiger

NOTE : BUKAN DEALER ATAU BENGKEL MODIFIKASI. HANYA BERBAGI INFORMASI







4 Comments

  1. Intinya adalah salah didikan dan pembiaran oleh pihak sekolah, orangtua, dan masyarakat. Alhasil terjadilah budaya seperti itu secara turun temurun…..

    • Ada jg yg bilang dia kumat epilepsi. Tapi bagaimana pun, bahaya buat mereka dan pengguna jalan lain. Alhamdulillah dulu zaman lulus sma nggak ikut begini. Baju seragam bisa dipakai lagi sama adik saya.

  2. Iya mending disumbangin bajunya atau dikasih ke yang masih bisa menggunakan. Sayang kan. Sekolah mestinya antisipasi, klo sampe katahuan konvoi, meakukan pelanggaran, ijasah ditahan.. Para orang tua juga kasih edukasi ke anak. Perayaan seperti itu g baik. Ganggu ketertiban umum. Keliatan emang standar pendidikan kita masih kalah jauh dr negara lain. Yang jelek2 kok ditiru yah..

Leave a Reply