Beli Kendaraan Itu Gimana Hati dan Kebutuhan, Bukan Sekedar Fitur dan Harga




 

Macantua.com – Bicara soal kendaraan baik roda 2 dan roda 4 memang ga ada habisnya. Bahkan saat merk merk baru berdatangan dengan sejumlah kelebihan membuat pilihan konsumen semakin banyak dan berlimpah. Namun apa jadinya saat sebuah produk dengan harga murah dan fitur melimpah masih belum bisa menguasai pasar? Atau bahkan konsumen masih memilih produk lawas yang punya fitur alakadarnya dengan harga yang dianggap ga rasional (baca: Overprice). Ini menunjukkan bahwa beli kendaraan itu ga cuma karena melirik faktor fitur dan harganya saja, ada banyak faktor lain yang bisa jadi pemicunya, seperti pilihan hati, selera dan parahnya adalah kebutuhan.

 

Pertama, kalah bicara soal hati dalam membeli kendaraan sudah pasti orang lebih memilih kendaraan sesuai dengan apa yang membuat hatinya senang, apa yang membuat hatinya tenang. Jelas ini bukan masalah harga lagi berbicara. Orang akan berani bayar lebih saat kendaraan yang digunakannya siap diajak tempur tanpa was was dengan perawatan, ketersediaan sparepart hingga yang namanya ketersediaan bengkel yang mampu mengerjakannya. Apalagi kalau bicara sudah “suka“, wah ga perduli harganya berapa kalau bisa mendapatkan. Kalau sudah bicara soal hati ini pasti bicara soal PRIDE alias kebanggaan menggunakannya. Itulah kenapa dalam pembuatan produk biasanya ada pembedaan kelas dan target pasarnya. Sebagai contoh sama sama tas dengan kapasitas sama saat beli dengan merk lokal meski kualitas sebanding pasti harganya akan lebih murah jika dibandingkan dengan tas merk import misalnya. Tapi apakah yang beli merk import ini salah karena dia beli produk mahal dengan kapasitas dan kualitas serupa atau bahkan lebih rendah? Tentu tidak, karena hati yang belinya lebih doyan beli yang bermerk Import ketimbang merk lokal. Jadi beli merk dong? Ya bisa dibilang begitu. Karena memang merk merupakan salah satu faktor penentu ketenangan hati para konsumen. Kalau ga gitu ga akan ada yang namanya barang KW ya ga?

Yang kedua, orang membeli disesuaikan dengan kebutuhannya. Seorang pecinta motor atau mobil belum tentu akan membeli motor besar atau mobil impiannya hanya karena faktor kebutuhannya. Saat ia merintis bisnisnya kemungkinan dia akan lebih membeli mobil atau motor yang cocok untuk fungsi, tapi saat bisnisnya berkembang maka mobil atau motor kebutuhannya akan berubah dari sekedar sebuah mobil atau motor operasional menjadi sebuah investasi bisnis. Kalau awalnya sebuah MPV yang bisa angkut angkut nantinya akan berubah menjadi Sedan Saloon yang hanya dipakai untuk proses lobi saja, kalau awalnya cuma motor matic yang siap disiksa akan berubah jadi motor sport atau maxi scooter terupdate . Gunanya ga lebih dari sekedar menaikkan prestiges sang penggunanya yang mana dipakai untuk menjaring relasi dari kalangan yang ada segmen yang sedang dia tuju. Nah kalau kebutuhannya sedan saloon masa mau dipaksa untuk beli MPV dengan sejuta fitur kan ga kena sama kebutuhannya. Ya tho?

Dari 2 alasan di atas saja kita bisa ambil kesimpulan kalau pembelian kendaraan itu ga hanya sebatas soal harga yang terjangkau atau fitur yang melimpah ruah. Tapi ada rasa keamanan dan kenyamanan untuk hati para pembeli yang harus diperjualbelikan disana melalui sebuah nama alias merk. Walau sebenarnya masih banyak faktor lain penentu penjualan yang ga kita bahas di sini.  ane suka senyum senyum sendiri saat ini banyak sales yang doyan mengkomparasi kendaraan satu dengan kendaraan lain yang secara segmen pun bahkan berbeda, secara kebutuhan sudah berbeda. Karena prestiges dan pride dalam berkendara itu masih ada dan mahal di Indonesia. Bukan sekedar maju dan nggelinding. Atau memikirkan fitur yang kadang fitur disematkan yang ga kepake setiap saat. Fitur yang hanya jadi bumbu pemanis saat jualan untuk bisa merayu konsumen di lapangan.

 

Last, belilah kendaraan sesuai kata hati dan kebutuhanmu, bukan karena apa apa yang dikatakan sales. Dimana mana sales selalu bilang produknya nomor satu dan yang lainnya nomer sekian. Ekstrem nya sampai mengoblok goblokkan konsumen produk kompetitornya. Mending ini mending itu tapi salesnya sendiri ga pake produk yang dia dagangkan gimana? Ane sih prinsipnya kalau suka duit ada ya beli, ga suka ya udah. Yang pasti terima resiko kalau terjadi apa apa ga sesuai ekspektasi. Dan ga usah memaksakan ke orang lain juga tentang kesukaan kita, gitu aja kok repot wkwkwkwk ciao

 
<

Thanks for Sharing.....

Baca juga :

Contact :

Email @ raza.rajendra@gmail.com

Twitter @raza_rajendra

Instagram @razarajendra

tumblr Oldtiger

NOTE : BUKAN DEALER ATAU BENGKEL MODIFIKASI. HANYA BERBAGI INFORMASI







12 Comments

  1. gw kemaren di goblog2in ama sales merek yg baru nongol itu karena beli produk Astra Daihatsu DOHC lho Dual VVTi… (jadi gw udh punya 2 tak dan 4 tak baik DOHC maupun SOHC 2 klep dan 4 klep dimana mayoritas ngepbeha di mari cuma punya SOHC 2 klep dan sdikit sisanya pnya DOHC Rocker Arm nih). Kok aneh ya… yg punya duid siapa kok digoblog2in.

  2. Kalo ane mang,
    Sebagai kuli di perusahaan pembiayaan,
    Yg paling penting itu kalo mau kredit, yg kira-kira bulanannya kebayar aja lah, jangan ngejar pride. Hahahaha
    Empet banget ngeliat orang pengen gegayaan tapi duit cekak.
    Wassalam.

  3. Pengalaman selama ini sih antara knowledge sales sama calon pembeli lebih banyak calon pembeli yg paham, tapi pembeli yang asal bisa beli doang dan gak mau tau gimana cara handle kendaraan dan manualnya juga gak kalah banyak….

Leave a Reply