Menyalakan lampu Hazard Saat Hujan, Yes Or No?





Macantua.com – Lampu hazard, memang kadang penggunaannya sering tidak pada tempatnya. Lampu hazard dijadikan salah satu fitur bawaan mobil atau motor (kini beberapa motor sudah dibekali fitur ini) apabila dalam keadaan darurat. seperti berhenti di pinggir jalan karena trouble atau ketika di depan kendaraan kita terdapat rintangan yang mengharuskan kita berhenti mendadak seperti sebuah kecelakaan dan sebagainya. Namun sering kali kita melihat para pengendara Mobil menyalakan fitur lampu Hazard saat hujan, atau bahkan touring. Kira kira Yes atau No nih untuk menggunakan lampu hazard dalam kondisi hujan?

Ane coba copas dari tulisannya om Gagas di Group Motuba :

Pengalaman pribadi:

Hari jum’at Tanggal 17 November kemarin kantor saya kedatangan tamu dari Jerman, dan kebetulan hari itu adalah hari terakhir Dia bertugas di kantor kami, sehingga saya turut mendampingi dia kembali ke hotel untuk say goodbye.

Dalam perjalanan ke hotel, kami mendapatkan hujan yang amat sangat deras. Dan seperti kalian tahu, banyak mobil menyalakan lampu hazard. Terbesit di kepala saya untuk menanyakan pada Mr. Drehsen ” Are there in Germany we need to turn on the hazard sign in case of low visibility?” (Apakah di jerman kita perlu menyalakan lampu hazard saat visibilitas terbatas?),, Lalu beliau menjawab. “No, we don’t. Only if you have a trouble and you’re stopping on a highway, then you must turn on the hazard light.” (Tidak, hanya jika kamu berhenti di jalan tol karena suatu masalah, kamu harus menyalakan hazard).. oke, sejenak saya senang mendapat penjelasan tersebut. Tidak lama kemudian, mobil yang kami gunakan mengerem mendadak sangat keras. Ternyata di depan kami sebuah truk gandeng berhenti total menggunakan hazard. Untung tidak ada kendaraan di belakang kami sehingga tidak ada yang terluka. Dan dia berkata “that was what would happened if you turn on your hazard either when you’re stopping or moving. You will not recognize which car is stopping and which car is okay.” (Inilah yang akan terjadi jika kamu menyalakan hazard baik saat berhenti ataupun berjalan. Kamu tidak bisa membedakan mana kendaraan yang berhenti total, mana kendaraan yang baik-baik saja.).

Well, teori dan praktek dalam satu perjalanan. Jadi saya tetap tidak akan menyalakan hazard saat hujan deras. Maaf bagi yang tidak sependapat.

Nah dari pengalaman yang di share sama Om Gagas di Group Motuba ini bisa jadi pembelajaran buat para pengendara, baik mobil maupun motor (yang kini semakin banyak dilengkapi dengan fitur lampu Hazard). Pengalaman pribadi om Gagas ini sesuai dengan apa yang pernah ane lihat dari sebuah banner tentang bagaimana berkendara di saat hujan melanda.

Pada pesan di atas kita diingatkan saat berkendara di saat hujan untuk mengurangi kecepatan berkendara, kemudian menyalakan WIPER dan Lampu utama. JANGAN MENGGUNAKAN LAMPU HAZARD, kenali jalanan dan tetap waspada dengan jalan serta pengguna jalan lainnya. KALAU RAGU SEBAIKNYA BERHENTI.

 

Jelas kan sob? Bagaimana bahayanya menggunakan lampu hazard saat berkendara di keadaan hujan. Cuma memang menggunakan lampu hazard saat hujan seolah sudah jadi kebiasaan buat para pengendara di Indonesia. Jangankan hujan, touring pun baik motor atau mobil kadang menggunakan lampu hazard selama perjalanan hehehe. Semoga menambah informasi ya sob. Ciao
<

Thanks for Sharing.....

Baca juga :

Contact :

Email @ raza.rajendra@gmail.com

Twitter @raza_rajendra

Youtube @ Macantua Story

Instagram @razarajendra

tumblr Oldtiger

NOTE : BUKAN DEALER ATAU BENGKEL MODIFIKASI. HANYA BERBAGI INFORMASI

Leave a Comment







2 Comments

  1. Mang kumaha lamun Aya Nu meuntas, nu meuntas na di tempat mobil na NU tarik siga di jl Soekarno Hatta, pan mobil na kudu ereun…
    Hirup keun ulah mang??

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.