Pengantar Jenazah Lewat Bus Way,Semua Musti Minggir!?




Sinetron jodoh pengantar jenazah
Sinetron jodoh pengantar jenazah

Macantua.com – Pengantar Jenazah, Kaya judul sinetron ya “Jodoh Pengantar jenazah” di salah satu TV swasta. Tapi ini benar benar terjadi. Kemacetan kota Jakarta dengan segala hiruk pikuknya ga membuat para pengantar jenazah di Jakarta patah semangat. Bahkan di sebuah Video yang diunggah Mohammed Rasheed rombongan pengantar jenazah memaksa masuk jalur bus trans Jakarta alias busway. Bus Trans Jakarta pun dipaksa maju, semua harus minggir!

Komentar pedas pun berdatangan. Meski Jenazah dalam peraturan lalu lintas jalan raya mendapatkan prioritas utama dan masuk dalam kategori VIP di jalan. Ane coba kutip dari hukumonline.com :

Dalam keadaan tertentu untuk Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat melakukan tindakan sebagai berikut:[1]
a. memberhentikan arus Lalu Lintas dan/atau Pengguna Jalan;
b. memerintahkan Pengguna Jalan untuk jalan terus;
c. mempercepat arus Lalu Lintas;
d. memperlambat arus Lalu Lintas;
e. mengalihkan arah arus Lalu Lintas;
f. menutup dan membuka arus lalu lintas.

Salah satu “keadaan tertentu” yang dimaksud adalah adanya pengguna jalan yang diprioritaskan.[2] Siapa sajakah pengguna jalan yang diprioritaskan?

Pengguna jalan yang memperoleh hak utama diprioritaskan yaitu:[3]
a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;
b. Ambulans yang mengangkut orang sakit;
c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas;
d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;
e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara;
f. Iring-iringan pengantar jenazah; dan
g. Konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia. Yang dimaksud dengan “kepentingan tertentu” adalah kepentingan yang memerlukan penanganan segera, antara lain, Kendaraan untuk penanganan ancaman bom, Kendaraan pengangkut pasukan, Kendaraan untuk penanganan huru-hara, dan Kendaraan untuk penanganan bencana alam.[4]

 

Namun menurut artikel hukumonline.com juga, semua VIP yang diberikan hak istimewwa alias prioritas ini meski dan wajib dikawal oleh pihak kepolisian.

 

Kendaraan yang mendapat hak utama tersebut harus dikawal oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau menggunakan isyarat lampu merah atau biru dan bunyi sirene. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas dan Rambu Lalu Lintas tidak berlaku bagi kendaraan yang mendapatkan hak utama.

Jadi, kalau kita tarik kesimpulan, memang secara hak dan prioritas iring iringan pengantar jenazah mendapatkan prioritas di posisi ke 2 dari bawah. Namun harus dikawal oleh pihak berwajib. Dalam hal ini adalah Kepolisian. Namun saat membaca kalimat selanjutnya yang menerangkan menggunakan alat pemberi isyarat lampu merah dan biru dan suara ini yang sering disalahgunakan. Dimana penggunaan isyarat lampu dan suara lewat sirine dan strobo hanya diperkenankan kepada kendaraan dinas kepolisian tentara dan ambulance. Namun banyak mobil sipil yang juga pakai. So,ada baiknya kalau iring iringan pengantar jenazah menggunakan mobil sipil, sebaiknya dikawal oleh pak Polisi.

Lalu bagaimana dengan jalur Trans Jakarta? Ane rasa sih meski ini adalah jalur khusus namun ada kewenangan Polisi, Namun kalau rombongannya tanpa dikawal Polisi ini yang biasanya rawan kisruh. Kalau menurutmu gimana sob?
Sumbernya dari sini | https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=869579149861443&id=100004280976700

m.hukumonline.com/klinik/detail/lt4fe3f8042e887/pengaturan-lalu-lintas-bagi-pengguna-jalan-yang-diprioritaskan<







5 Comments

  1. harus pakai polisi lebih baik, mungkin mereka tidak tahu karena tidak ada sosialisasi. sebaiknya pemprov sosialisasi yg spt ini. terutama ke masjid2 yg menyelenggarakan kematian.

Leave a Reply