Ganti Mesin dan Rangka… Legalkah???




image
Pak polisi siap ngejer nih... jumping dulu aaahhh

Macantua.com – Modifikasi, sebuah hal yang lumrah dilakukan oleh pecinta otomotif baik itu roda dua maupun roda empat. Bahkan yang rodanya lebih dari empat pun terkadang dipoles juga dengan cara modifikasi agar tampil beda dengan lainnya.

image

Modifikasi ga cuma sekadar mempercantik. Tapi terkadang modifikasi bisa saja dilakukan pada bagian dapur pacu yang memungkinkan bertambahnya power dari sang kendaraan. Mulai dari aksi bore up, stroke up sampai yang paling ajaib adalah engine swap alias ganti engine. Bahkan ada yang sampai mengganti rangka lho weleh weleh.

image

Nah sebuah pernyataan teman dulu saat 2010an kembali teringat :”kalau di tempatku yo klo CB giginya sudah 6 mesti ditilang”. Sama sama kita ketahui terkadang para pecinta oldskool bike layaknya CB dengan sengaja mencangkokkan engine dengan kapasitas yang jauh lebih besar. Sebut saja head dan silinder diakali menggunakan generasi GLpro atau bahkan Tiger dan ga jarang “jeroan” pun diupgrade. Nah perubahan ini terkadang sampai menyebabkan si motor harus direcah dan disiksa agar bisa dijejali mesin besar. Ga jarang bahkan para modifikator merelakan nomor mesin yang seharusnya menjadi identitas sang motor secara lahiriah pun terjamah. Bahkan ada yang ga segan segan mengganti rangka sebagai penopang sang engine sekaligus.

image

Pertanyaan ane. Bagaimana kah legalitas sang kuda besi??? Kubikasi mesin sudah jauh berbeda dengan tertera pada STNK. Mesin pun sudah berubah drastis bahkan terkadang nomor mesin dan rangka pun “sistem tempel”. Apakah hal ini masih aman dan termasuk tidak melanggar hukum? Ada yang bisa kasih ane pencerahan tentang legalitas kendaraan modifikasi ekstrim ini???? Monggo di share via kolom komen….







50 Comments

  1. Megapro 160 ane dulu udah pake head n kruk as-nya maung…. Tp crankcase n nomor mesin masih tetap megapro ga diketrik ulang.
    Sekarang ane pk vario 125, juga udah ada rencana half engine swap pcx 150.

    • Ane selalu milih motor yg bisa half engine swap pnp.
      Misalnya honda cs1 bisa pk mesin cbr 150.
      Megaprolama-tiger.
      Vario 125-pcx ato vario 150
      yamaha mx-vixion-R15.
      Karna ane pada saat turun mesin @50rebu km, sudah ane siapkan dana untuk half engine swap.
      Dan itu ane (minta tolong)kerjakan d bengkel resmi lo…..
      Mengenai urusan legal- ga legal, kenapa juga pabrikan bikin mesin yg bisa engine swap pnp, pengalaman ane pk megapro mesin tiger itu cuma dikerjakan 3 jam lo….. Cuma karbunya tiger aja yg ga kepake (mentok tangki euy) jd pk karbu pe28 aja.

      • Klo knp pabrikan bkin yg nyaris sama ya ujung2nya duit. Biaya engineering dan produksinya jadi lbh murah. Pernah ane bahas kok. Coba aj d search “common parts”

  2. tergantung kalo sampe rubah silinder sih ya harus lapor. itu motor nya Mas aziz masih legal n gak perlu lapor padahal udah modif baju nya. yang penting rangka nya masih std n mesin juga gak banyak berubah kecuali oversize.

    kalo udah rubah banyak kekx harus lapor.

  3. aku punya cb. tp mesinnya full megapro 2009 satu glondongan. tp n0m0r mesn punyanya cb. alhamdulilah di daerah saya masih aman

  4. mas bro, ane punya motor gl max neotech, mau ane ubah jadi cb. mending ane maen potong2 rangka ato ane beli rangka cb beneran? kalo pake rangka cb 100 asli mesin langsung pnp ga?

  5. Divisi Humas Mabes Polri bersama Infolalulintas Polres Asahan dan 5 lainnya.
    BOLEH MODIF, ASAL…
    Selamat Siang Mitra Humas!!
    Bagi pecinta otomotif yang hobi ngoprek mesin / modif kendaraan mulai dari warna konstruski bodi/rangka dll pasti sering timbul pertanyaan, apakah hasil modifan saya ini melanggar hukum? gimana ya kalo nanti ditilang?, lalu apa siy dasarnya bisa ditilang? Duhh lalu harus bagaimana biar bisa tetep oke dijalan tanpa melanggar hukum? Mari kita ulas bersama-sama bagi ada yang punya pengalaman menarik silahkan di share..
    Menurut para pecinta otomotif gaya modifikasi kendaraan motor/mobil memang mengapresiasikan dan menunjukkan jati diri, begitu angkut dari diler langsung dibawa ke bengkel modifikasi. Ada juga yang sudah bosan dengan kendaraan yang tampilannya itu-itu aja, tapi sayang untuk ganti dan beli kendaraan baru, atau karena pertimbangan lainnya, seperti faktor dana. Namun bagaimana jadinya bila semua alasan tersebut terpatahkan karena dinilai melanggar hukum?? Nahloo???
    Pertama-tama coba kita baca petikan Undang-undang Berikut:
    “Setiap orang yang memasukkan Kendaraan Bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan ke dalam wilayah Republik Indonesia, membuat, merakit, atau memodifikasi Kendaraan Bermotor yang menyebabkan perubahan tipe, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus yang dioperasikan di dalam negeri yang tidak memenuhi kewajiban uji tipe sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).”
    di atas merupakan bunyi pasal 277 Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Duhh ngeri ya!!
    Lalu bagaimana solusinya? Solusinya ya Uji Tipe!
    Uji tipe kendaraan bermotor adalah pengujian yang dilakukan terhadap fisik kendaraan bermotor atau penelitian terhadap rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor, kereta gandengan atau kereta tempelan sebelum kendaraan bermotor tersebut dibuat dan atau dirakit dan atau dimpor secara masal serta kendaraan bermotor yang dimodifikasi. Sesuai dengan Keputusan Menetri Perhubungan No. 9 Tahun 2004 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor Uji tipe bertujuan untuk memberikan jaminan keselamatan secara teknis terhadap penggunaan kendaraan bermotor di jalan, selain itu uji tipe juga bertujuan melestarikan lingkungan dari kemungkinan pencemaran yang diakibatkan oleh penggunaan kendaraan bermotor di jalan.
    Tuhkan! Tujuannya baik kok….
    Tapi, memangnya harus ya pak? Klo gak uji tipe trus kenapa?
    Setiap kendaraan bermotor yang masuk ke Indonesia atau yang dirakit di tanah air secara legal dan bagi kendaraan bermotor yang telah dimodifikasi WAJIB dilakukan uji tipe terlebih dahulu. Sesuai dengan UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan Pasal 50 ayat (1)
    “Uji tipe sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (2) huruf a wajib dilakukan bagi setiap Kendaraan Bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan, yang diimpor, dibuat dan/atau dirakit di dalam negeri, serta modifikasi Kendaraan Bermotor yang menyebabkan perubahan tipe”
    Terus modif yang dimaksud itu yang seperti apa?
    UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan Pasal 52 ayat (1) “Modifikasi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dapat berupa modifikasi dimensi, mesin, dan kemampuan daya angkut.”
    Tuhkan! Bagi kendaraan bermotor yang telah dimodif baik dari segi dimensi (panjang/lebar kendaraan), Mesin dan kemampuan daya angkut WAJIB dilakuka uji tipe!! UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan Pasal 52 ayat (2) “Setiap Kendaraan Bermotor yang dimodifikasi sehingga mengubah persyaratan konstruksi dan material wajib dilakukan uji tipe ulang.”
    Nahhh untuk kalian pecinta otomotif yang hobi Modif untuk digunakan dijalan seperti bore up mesin, ganti mesin (dari mesin motor/mobil jenis A diganti menjadi mesin motor/mobil B demi memiliki CC tertentu), merubah rangka dll kendaraan disarankan untuk uji tipe terlebih dahulu. Hal tersebut tentunya juga berlaku bagi kendaraan yang hanya memodifikasi warna/cat. Semua itu bertujuan agar nantinya STNK yang kita miliki sesuai dengan fisik kendaraan baik itu nomor mesin, rangka, model, cat dll. Serta kendaraan tersebut layak melaju di jalan karena sudah memenuhi standar yang ditentukan.
    Jadi jangan salahkan petugas apabila suatu saat nanti Mitra Humas ditilang/disita kendaraannya apabila terbukti dimodifikasi tanpa dilakukan uji tipe terlebih dahulu.
    18 Mei 2014 pukul 15:20 · Publik

  6. konon… bbrp temen mo ambil jalan bener sj… eh, sulit dan lamanya bukan maen
    waktu, duit, dan kesal dihati
    kontek (bbrp subyek, waktu, n tempat) temen di “dalem” trus diinfo:
    mending beli baru atau seken, pake yang standar, kalo mcm2 mah resiko, susah sendiri
    begitu simpulannya. kecuali punya niat mo byk2 sedekah or bakar duit atau punya nama yang ada taringnya…. he he he heeeee

  7. Blar blar karbu PE kotak skep kotak ukuran 34 rasio 3-4. Piston Tiger 300 klep cbr noken cham stroke 75.2mil ban maidas langsung tancap turingan

Leave a Reply